- Media Malaysia menyoroti potensi penggunaan kendaraan lapis baja Barracuda untuk mengawal timnas mereka di Jakarta.
- Pengamanan ketat ini direncanakan jelang pertandingan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 pada 28 September mendatang.
- Langkah antisipasi tersebut berkaca dari insiden pelemparan benda dan ketegangan suporter pada pertemuan tahun 2019 silam.
Suara.com - Media Malaysia kembali menyoroti aspek keamanan menjelang duel Timnas Indonesia versus Malaysia pada FIFA ASEAN Cup 2026.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah kemungkinan kendaraan lapis baja Barracuda kembali digunakan untuk mengawal skuad Harimau Malaya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.
Pertandingan Indonesia vs Malaysia dijadwalkan berlangsung pada 28 September 2026.
Laga Timnas Indonesia vs Malaysia menjadi salah satu pertandingan yang paling mendapat perhatian di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.
Media Malaysia menilai pengalaman masa lalu membuat aspek keamanan menjadi perhatian khusus dalam kunjungan Harimau Malaya ke Jakarta.
Harimau Malaya tercatat sudah tiga kali menggunakan kendaraan lapis baja tersebut saat bertanding di GBK.
Penggunaan Barracuda terjadi pada final Piala AFF 2010, final SEA Games 2011, dan terakhir pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2022/Piala Asia 2023 pada 2019.
Pengalaman pada 5 September 2019 menjadi salah satu alasan utama kekhawatiran tersebut kembali mencuat.
Ketika itu, pertandingan Indonesia melawan Malaysia berlangsung dalam suasana tegang sebelum, selama, hingga setelah laga.
Menurut laporan media Malaysia, Berita Harian, saat itu suporter Malaysia yang tiba di GBK sekitar pukul 16.00 waktu setempat sempat menghadapi lemparan benda dari suporter tuan rumah.
"Mereka kemudian segera diarahkan ke area tribun khusus suporter tim tamu demi alasan keamanan," tulis media Malaysia tersebut.
Situasi semakin panas ketika pertandingan berlangsung.
Sejumlah benda, termasuk botol dan suar, dilaporkan dilemparkan ke arah suporter Malaysia hingga pertandingan sempat dihentikan hampir 10 menit untuk memungkinkan petugas keamanan mengendalikan situasi.
"Di tengah situasi tersebut, skuad Malaysia yang baru saja mengalahkan Indonesia 3-2 juga mendapat pengawalan khusus. Sebanyak lima kendaraan lapis baja Barracuda digunakan untuk membawa 24 pemain dan ofisial keluar dari kompleks GBK menuju hotel," ulas Berita Harian.
Untuk pertandingan 28 September mendatang, skuad asuhan Tan Cheng Hoe diperkirakan akan menghadapi tekanan dari puluhan ribu suporter Indonesia.
Media Malaysia menilai kesiapan keamanan menjadi salah satu faktor yang tidak boleh diabaikan.
Harapannya, otoritas Indonesia mengambil pelajaran dari insiden 2019 dan menyiapkan pengamanan menyeluruh.
Pengamanan tersebut mencakup perjalanan skuad Malaysia dari hotel menuju stadion, selama berada di GBK, hingga perjalanan kembali ke hotel.