Tekno / Sains
Minggu, 01 Januari 2023 | 12:30 WIB
Ilustrasi badai dahsyat di Jabodetabek.

Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengklaim operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) berhasil mencegah cuaca ekstrem dan tingginya intensitas hujan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) serta Jawa Barat.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkapkan, operasi TMC ini merupakan hasil kolaborasi bersama BRIN, BNPB, TNI Angkatan Udara, Pemprov DKI dan Jabar, serta Kementerian Perhubungan yang mulai dilakukan sejak 29 Desember 2022.

"Alhamdulillah, operasi TMC yang digelar untuk mengantisipasi cuaca ekstrem di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat berjalan sesuai rencana dan bisa dikatakan berhasil. Sehingga tidak terjadi hujan ekstrem di wilayah Jabodetabek pada tgl 30 Desember yang lalu, karena berhasil dikurangi intensitasnya," ungkap Dwikorita dalam keterangan resmi, Minggu (1/1/2023).

Dwikorita memaparkan, ada 30 ton NaCl atau garam yang disemai menggunakan dua pesawat, yakni Pesawat Cassa 212 dan CN 295 dari Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati merilis daftar wilayah berstatus cuaca ekstrem pada malam tahun baru, Jumat (30/12/2022). [Screenshot Zoom BMKG]

Dia menyebut puluhan ton garam tersebut ditabur di langit wilayah Perairan Selat Sunda, berdekatan dengan Gunung Krakatau dengan ketinggian 10.000 kaki. Awan-awan yang membawa hujan dicegat agar tidak turun di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat.

"Garam-garam disebar dengan teknik penyebaran yang dilakukan secara manual pada koordinat yang telah ditentukan. Dengan begitu, hujan diturunkan di wilayah laut sehingga tidak sempat masuk daratan," imbuhnya.

Sebelumnya sejak 21 Desember BMKG merilis adanya potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi dalam sepekan hingga 1 Januari 2023 di wilayah Jabodetabek.

Selain Jabodetabek, daerah yang perlu diwaspadai terjadi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat adalah Banten bagian barat dan selatan, Jawa Barat bagian tengah dan utara, Jawa Tengah bagian utara, Jawa Timur bagian utara, Bali, NTB, dan NTT.

Dwikorita mengimbau, masyarakat untuk tetap tenang terkait cuaca ekstrem. Namun dia meminta masyarakat agar siaga dan waspada dengan terus memonitor perkembangan cuaca yang dikeluarkan melalui berbagai media dan kanal resmi BMKG.

Baca Juga: Kota Depok, Kota Bekasi dan Kabupaten Sukabumi Siaga Banjir dan Longsor, Berikut Selengkapnya

Load More