Suara.com - Google memblokir beberapa pengguna asal Kanada untuk melihat konten berita.
Langkah ini merupakan uji coba tanggapan potensial terhadap tagihan berita online pemerintah Liberal.
Juga dikenal sebagai Bill C-18, Online News Act akan meminta raksasa digital seperti Google dan Meta, pemilik Facebook, untuk menegosiasikan kesepakatan yang akan memberi kompensasi kepada perusahaan media Kanada karena menerbitkan ulang konten mereka di platform mereka.
Perusahaan tersebut mengatakan pada Rabu (22/2/2023) bahwa untuk sementara waktu membatasi akses ke konten berita untuk di bawah empat persen pengguna Kanada, karena menilai kemungkinan tanggapan terhadap RUU tersebut.
Perubahan tersebut berlaku untuk mesin pencari di mana-mana serta fitur Temukan di perangkat Android, yang membawa berita dan berita olahraga.
Semua jenis konten berita terpengaruh oleh pengujian yang akan berlangsung selama sekitar lima minggu, kata perusahaan itu.
Itu termasuk konten yang dibuat oleh penyiar dan surat kabar Kanada.
"Kami secara singkat menguji tanggapan produk potensial terhadap Bill C-18 yang berdampak pada persentase yang sangat kecil dari pengguna Kanada," kata juru bicara Google Shay Purdy dalam pernyataan tertulis, menanggapi pertanyaan dari The Canadian Press, dikutip CTVNews, Kamis (23/2/2023).
Perusahaan menjalankan ribuan tes setiap tahun untuk menilai setiap potensi perubahan pada mesin pencarinya, tambahnya.
Baca Juga: Nyasar Gegara Ikuti Google Maps, Ini 4 Cerita Pengemudi yang Apes Masuk Hutan Angker hingga TPU
"Kami sepenuhnya transparan tentang kekhawatiran kami bahwa C-18 terlalu luas dan, jika tidak diubah, dapat berdampak pada produk yang digunakan dan diandalkan warga Kanada setiap hari," kata Purdy.
Seorang juru bicara Menteri Warisan Kanada Pablo Rodriguez mengatakan, Kanada tidak akan terintimidasi dan menyebutnya mengecewakan bahwa Google meminjam dari buku pedoman Meta.
Tahun lalu, perusahaan itu mengancam akan memblokir berita dari situsnya sebagai tanggapan atas RUU tersebut.
"Ini tidak berhasil di Australia, dan tidak akan berhasil di sini karena orang Kanada tidak akan terintimidasi. Pada akhirnya, yang kami minta dari raksasa teknologi hanyalah memberikan kompensasi kepada jurnalis saat karya mereka digunakan," kata juru bicara Laura Scaffidi dalam sebuah pernyataan.
"Warga Kanada perlu memiliki akses ke berita berkualitas dan berbasis fakta di tingkat lokal dan nasional, dan itulah mengapa kami memperkenalkan Undang-Undang Berita Online. Raksasa teknologi harus lebih transparan dan akuntabel kepada warga Kanada."
Rodriguez berpendapat RUU itu, yang mirip dengan undang-undang yang disahkan Australia pada 2021, akan "meningkatkan keadilan" di pasar berita digital dengan menciptakan kerangka kerja dan proses tawar-menawar bagi raksasa online untuk membayar outlet media.
Berita Terkait
-
Deretan Fitur Baru Android 14 dan Tanggal Peluncurannya
-
Materinya Lengkap! Yoursay Gelar Kelas Kepenulisan Gratis 'Getting Started With SEO'
-
Kemendag dan Google Kolaborasi di Bidang Perdagangan Digital
-
Peluncuran Chatbot AI Bikin Google Ketar Ketir
-
Badai PHK Massal: Inilah Deretan Perusahaan Raksasa yang Melakukannya
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Apa itu Whip Pink? Tabung Whipped Cream yang Disebut 'Laughing Gas' Jika Disalahgunakan
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Samsung Galaxy A57 5G Lolos Sertifikasi: Pakai Chip Anyar Exynos dan RAM 12 GB
-
Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro Diprediksi Bawa Performa Kencang, Clock Speed 5,5 GHz
-
Fantastis, Segini Hadiah Aurora PH usai Juara M7 World Championship 2026
-
58 Kode Redeem FF Terbaru Aktif 26 Januari: Raih Skin Gojo, Banner Jujutsu, dan Diamond
-
Turki Jadi Tuan Rumah MLBB M8 World Championship, Wild Card di Thailand
-
Film Super Mario Galaxy Rilis Lebih Cepat, Trailer Baru Ungkap Kehadiran Yoshi
-
Profil Aurora Light: 'Bro Cahyo' Menyala, Eks Pemain MPL ID Jadi Finals MVP M7 Mobile Legends
-
iQOO 15 Ultra Resmi Meluncur 4 Februari, Bawa Performa Gahar Kelas Monster
-
Harga Diprediksi Lebih Miring, Oppo Find X9s Bakal Bawa Dua Sensor 200 MP
-
Waspada Penjahat Siber Menyebar File Berbahaya Menyamar Sebagai E-Book PDF