Suara.com - Di WhatsApp, melindungi pesan pribadi Anda menggunakan enkripsi end-to-end adalah dasar dari keamanan.
"Kami tidak akan pernah berhenti membangun fitur baru guna memberi lapisan privasi tambahan, serta lebih banyak kontrol atas pesan," tulis WhatsApp melalui keterangan resminya, dikutip Rabu (26/4/2023).
Berikut beberapa fitur keamanan tambahan yang akan ditambahkan dalam beberapa bulan mendatang.
1. Perlindungan Akun
Jika perlu mengalihkan akun WhatsApp ke perangkat baru, akan dipastikan dulu bahwa itu memang kamu.
"Mulai sekarang, kami mungkin akan meminta di perangkat lama untuk memverifikasi bahwa kamu ingin melakukan langkah ini sebagai pemeriksaan keamanan tambahan," tulis perusahaan.
Fitur ini dapat membantu memperingatkan kamu apabila ada percobaan yang tidak sah untuk memindahkan akun kamu ke perangkat lain.
2. Verifikasi Perangkat
Saat ini, malware perangkat seluler adalah salah satu ancaman terbesar terhadap privasi dan keamanan orang-orang karena dapat memanfaatkan ponsel tanpa izin dan menggunakan WhatsApp untuk mengirim pesan yang tidak diinginkan.
Baca Juga: Rumor Grup WhatsApp Pelatih Lokal Anti Shin Tae Young, Nova Arianto: Kami Paham
"Guna membantu mencegah ancaman ini, kami telah menambahkan pemeriksaan untuk membantu mengautentikasi akun Anda—tanpa perlu tindakan apa pun dari Anda—dan melindungi kamu dengan lebih baik apabila perangkat disusupi," jelas WhatsApp.
3. Kode Keamanan Otomatis
Kamu dapat memeriksanya secara manual dengan membuka tab enkripsi pada bagian info kontak.
"Untuk membuat proses ini lebih efisien dan mudah diakses oleh semua orang, kami meluncurkan fitur keamanan berdasarkan proses yang disebut "Transparansi Kunci", yang memungkinkan kamu secara otomatis memverifikasi bahwa memiliki koneksi yang aman," terang perusahaan.
Artinya, saat mengeklik tab enkripsi, kamu akan dapat segera memverifikasi bahwa pembicaraan pribadi aman.
Meskipun ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjadikan keamanan bagi semua orang, ada dua fitur yang dapat diaktifkan hanya oleh kamu, yakni verifikasi dua langkah dan penggunaan cadangan yang terenkripsi secara end-to-end.
"Kami berharap para pengguna WhatsApp dapat menikmati peningkatan keamanan yang
ditawarkan fitur-fitur ini," tulis WhatsApp.
Berita Terkait
-
Cara Membuat Foto Profil WhatsApp Full Tanpa Terpotong, Pasti Berhasil!
-
Viral! Modus Penipuan Terbaru via WA, Singgung Postingan di Media Sosial
-
Daftar Lengkap, Deretan Smartphone Ini Tidak Bisa Gunakan WhatsApp Lagi
-
Tampilan Muka WhatsApp Android Kini Mirip iOS, Update Tombol Navigasi
-
Polemik Status WhatsApp Pamer Baju Bekas Sitaan Buat Lebaran, Pembuat Konten Ditangkap
Terpopuler
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
- 17 Kode Redeem FF 25 Agustus 2026: Kesempatan Dapat Voucher dan Skin Senjata Terbaru
- Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani
Pilihan
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
-
Sibuk Padamkan Api Saat Kebakaran, Akademisi Sebut Negara Pelit Cegah Karhutla
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tawarkan 61 Objek Lelang Senilai Rp30 Miliar, Terbuka bagi Masyarakat
-
Jebakan Repost di Instagram: Saat Kepedulian Sosial Berakhir Menjadi Validasi Digital
-
Hot Wheels Monster Trucks Live Perdana di Indonesia, Hadirkan Aksi Ekstrem di Indonesia Arena
-
LSPR Teatro Hadirkan Musikal "Dunia Dalam Sepotong Naskah"
-
Jelang Demo 27 Agustus, DPR Klaim Aktivitas Parlemen Tetap Berjalan Normal
-
Rektor Unsoed Tersandung Kasus Korupsi, Pengamat Desak Evaluasi Sistem Pendidikan
-
Media Belanda Bongkar Efek Dahsyat Ole Romeny dan Justin Hubner, Fortuna Sittard Ketiban Berkah
-
Water Bombing Rp100 Juta per Jam, Kalau Api di Konsesi Perusahaan Siapa yang Bayar?
-
DPR Janjikan RUU Perampasan Aset Rampung Desember, AMPB Mau Bukti Tertulis
-
Tangani Dampak Gempa NTT, Mendagri Tito Pastikan Layanan Adminduk Hingga Bantuan Presiden Berjalan