Jika melihat data 90 hari terakhir, Yayasan Golkar Institut sebenarnya sudah membakar sekitar Rp 2,2 miliar, dengan rincian Rp 1,6 miliar untuk promosi konten-konten akun Golkar 2024 dan Rp 600 jutaan untuk menyebarkan konten-konten di akun Facebook resmi Erwin Aksa, salah satu wakil ketum Golkar.
Audiens yang disasar adalah seluruh penduduk Indonesia dengan usia 21 - 65 tahun.
3. Anies Baswedan - Cak Imin
Ada setidaknya 4 entitas yang getol mempromosikan konten-konten untuk capres Anies Baswedan di Facebook. Keempatnya adalah Unboxing Anies, Aksi Tanggap Anies, Suara Anies, Politik Wakanda dan Gerakan Nahdliyyin Bersatu.
Iklan untuk empat akun di atas juga dibayar oleh pihak-pihak dengan nama yang sama.
Unboxing Anies menghabiskan sekitar Rp 124 juta; Aksi Tanggap Anies membakar Rp 102 juta; Suara Anies dengan Rp 67 juta dan Gerakan Nahdliyyin Bersatu menggelontorkan Rp 84 juta di 30 hari terakhir untuk mempromosikan pasangan yang dikenal dengan akronim Amin itu.
Tetapi jika melihat data 90 hari ke belakang, Unboxing Anies sudah menghabiskan Rp 202 juta; Aksi Tanggap Anies dengan Rp 180 juta dan Suara Anies dengan Rp 134 juta.
Unboxing Anies mempromosikan konten-konten dukungan untuk Anies Baswedan di 12 wilayah: Jawa Barat, Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Sumatra Barat, Sumatra Utara, Bekasi, Depok dan Tangerang.
Usia audiens yang ditarget adalah 18 - 65 tahun.
Baca Juga: Tes Kesehatan Bareng Anies, Cak Imin Pamer Jurus dari 'Master Pai Mei', Publik: Pecicilan!
Sementara Aksi Tanggap Anies secara khusus menargetkan audiens - selain 8 provinsi di atas - 5 provinsi Sulawesi (kecuali Gorontalo) dan Sumatra Selatan.
Suara Anies di sisi lain juga menargetkan iklannya untuk audiens di seluruh provinsi di Jawa serta di Sumatra Utara dan Sumatra Selatan.
Sebenarnya ada satu akun lagi yang dicurigai didanai para pendukung Anies, yakni Politik Wakanda dan didanai oleh wakandaforever. Konten-konten berbayar di dalam akun ini berisi kritik dan ejekan terhadap Prabowo, Jokowi, Erick Thohir hingga Ganjar.
Politik Wakanda ini sudah menghabiskan Rp 40 juta dalam sebulan terakhir dan audiens sasarannya berlokasi di Jawa dan Sumatra.
Tidak diketahui siapa sebenarnya bohir di balik akun-akun Facebook pendukung Anies di atas.
Sementara capres dari PDIP Ganjar Pranowo juga punya pendukung royal di Facebook yang menggunakan akun Melihat Indonesia, GanjarFans dan Nikmatul Sugiyarto.
Sama seperti akun-akun pendukung Anies, bohir di balik akun-akun pro Ganjar dan Mahfud MD ini juga misterius.
Melihat Indonesia, yang menghabiskan Rp 146 juta dalam 30 hari terakhir, banyak berisi konten yang menyudutkan Jokowi sembari memuja Ganjar. Audiens yang jadi fokusnya adalah di warga Jawa Barat dengan usia 21 - 65 tahun.
Melihat Indonesia bahkan sudah membakar Rp 323 juta dalam 90 hari terakhir.
Sementara GanjarFans, yang menghabiskan Rp 70 juta di sebulan terakhir, punya target lebih spesifik: kabupaten dan kota di Jawa Barat serta Sumatra Barat yang dikenal bukan sebagai kantong suara PDIP.
GanjarFans sendiri menghabiskan Rp 141 juta di Facebook selama 3 bulan terakhir.
Nikmatul Sugiyarto di sisi lain sudah menghamburkan Rp 43 juta di 30 hari belakangan untuk promosikan Ganjar di Facebook. Sementara di 3 bulan kemarin, total Rp 84 juta yang dihabiskan.
5. Erwin Aksa
Wakil Ketua Umum Golkar ini juga aktif dipromosikan di Facebook oleh dua entitas, yakni Yayasan Golkar Institute dan PT Infobox Media Indonesia.
Selama sebulan terakhir, Yayasan Golkar Institute sudah membayar Rp 41 juta untuk mempromosikan konten-konten dari akun Facebook resmi Erwin Aksa, calon anggota DPR Golkar di Dapil III Jakarta.
Target audiensnya adalah warga Jakarta Utara, Jakarta Barat, Muara dan Jawa Barat.
Sementara di periode yang sama Infobox membayar sekitar Rp 64 juta untuk mempromosikan akun Facebook Erwin Aksa kepada audiens yang sama.
Jika dilihat data 3 bulan terakhir, Yayasan Golkar Institute sudah menghabiskan total Rp 680 juta untuk mempromosikan Erwin Aksa di Facebook.
Tag
Berita Terkait
-
Resmi Didukung Golkar, Prabowo Puji Airlangga Berjiwa Besar Sebab Juga Diusulkan Capres
-
Golkar Pilih Dirinya Jadi Capres dan Gibran Cawapres, Prabowo: Suatu Keputusan yang Luar Biasa
-
Airlangga Hartarto Minta Prabowo Sodorkan Nama Gibran ke Diskusi Ketum Parpol Koalisi
-
Gibran Ditetapkan Jadi Cawapres yang Diajukan Golkar
-
Ketua Tim Pemenangan Anies-Cak Imin Masih Kosong, Ini Kriteria yang Dicari
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
8 Rekomendasi Laptp Murah RAM Besar di Bawah Rp 10 Juta, Cocok untuk Pelajar dan Mahasiswa
-
Registrasi Kartu SIM Pakai Biometrik Mulai Berlaku, XLSMART Ungkap Nasib Pelanggan Lama
-
XLSMART dan Kemnaker Luncurkan Future Ready, Siapkan 1 Juta Talenta Digital dan 1.000 Peluang Kerja
-
Sony Berhenti Produksi Game Fisik PlayStation mulai 2028, Hanya Digital Saja!
-
3 Pilihan HP Samsung 3 Kamera Belakang Termurah, Hasil Foto Tajam dan Performa Kencang
-
Indosat dan Arsari Bangun Tulang Punggung Internet Indonesia, Kelola Fiber 86.000 Km
-
Lenovo Rilis Edisi Khusus FIFA World Cup 2026 untuk Yoga, Legion, dan Legion Tab Terbatas!
-
Kolom Komentar Instagram Dipenuhi Spam Judi Online, Pakar Siber Minta Platform Bertindak Tegas
-
OPPO Find X9s vs iPhone 17 Pro: Saat Flagship Compact Paling Affordable Menantang iPhone
-
TikTok Buka Suara soal Isu PHK Tokopedia, Benarkan Restrukturisasi Divisi R&D