- Pemerintah menerapkan registrasi kartu SIM berbasis biometrik bagi pelanggan baru untuk meningkatkan keamanan data serta mencegah penyalahgunaan NIK.
- Kebijakan yang diumumkan pada Jumat, 3 Juli 2026 ini memastikan pelanggan lama belum diwajibkan melakukan verifikasi wajah ulang.
- Operator dan pemerintah masih mendiskusikan mekanisme serta biaya penerapan biometrik agar tidak membebani sistem maupun pelanggan di masa depan.
Suara.com - Pemerintah mulai menerapkan registrasi kartu SIM berbasis biometrik sebagai langkah memperkuat keamanan data pelanggan sekaligus menekan penyalahgunaan identitas dalam pendaftaran nomor seluler.
Namun, penerapan teknologi ini masih dilakukan secara bertahap dan saat ini baru diwajibkan bagi pelanggan baru.
Director & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, memastikan proses registrasi SIM menggunakan verifikasi biometrik telah berjalan dengan lancar sejak diberlakukan.
"Alhamdulillah, semua sudah selesai," kata Merza usai peluncuran Future Ready di Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Menurut Merza, kewajiban registrasi biometrik saat ini hanya berlaku untuk pelanggan yang membeli kartu SIM baru.
Sementara pelanggan lama belum diwajibkan melakukan registrasi ulang menggunakan teknologi pengenalan wajah.
"Belum diwajibkan untuk diubah. Jadi yang sudah aktif ya tetap aktif terus. Biometrik kali ini diberlakukan untuk pelanggan baru atau SIM baru," ujarnya.
Dengan kebijakan tersebut, pelanggan lama tidak perlu khawatir nomor yang sudah digunakan akan dinonaktifkan karena belum melakukan verifikasi biometrik.
Registrasi Biometrik Gantikan Praktik Penyalahgunaan NIK
Baca Juga: XLSMART dan Kemnaker Luncurkan Future Ready, Siapkan 1 Juta Talenta Digital dan 1.000 Peluang Kerja
Penerapan biometrik juga ditujukan untuk menutup celah penyalahgunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang selama ini kerap dimanfaatkan untuk mengaktifkan kartu SIM secara ilegal.
Merza mengakui, selama masa transisi masih banyak registrasi menggunakan praktik yang selama ini dikenal dengan istilah "knik-knok".
Namun, setelah aturan biometrik diterapkan untuk pelanggan baru, cara tersebut tidak lagi dapat digunakan.
"Untuk pelanggan baru enggak bisa lagi. Selama masa transisi memang masih banyak yang pakai knik-knok, bahkan lebih banyak dibanding yang biometrik," ungkapnya.
Ia menilai, kehadiran autentikasi biometrik menjadi langkah penting untuk memastikan satu identitas benar-benar digunakan oleh pemiliknya saat melakukan registrasi nomor seluler.
Pelanggan Lama Masih Dikaji
Berita Terkait
-
Andalkan Data Biometrik untuk Tingkatkan Performa, Garmin Ubah Cara Atlet Hybrid Race
-
Biaya Registrasi SIM Biometrik Mahal, Komdigi Minta Keringanan ke Tito dan Purbaya
-
BIZ Ultra 5G+ Punya Kecepatan hingga 500 Mbps dan Instant Roaming di Lebih dari 75 Negara
-
5 Fakta Lonjakan Trafik Data Lebaran 2026 XLSMART, WhatsApp Naik 64%
-
Kolaborasi XLSMART dan Mitratel Dorong Digitalisasi Korporasi Indonesia
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN