Suara.com - Seorang konsultan privasi sedang dalam proses mengajukan tuntutan pidana terhadap YouTube di Eropa atas skrip yang mendeteksi dan membatasi pemblokir iklan di platform tersebut.
Menurut The Register dilansir laman Android Authority, Selasa (14/11/2023), Alexander Hanff mengajukan keluhan terhadap platform streaming tersebut berdasarkan undang-undang penyalahgunaan komputer Irlandia.
Pakar privasi mengatakan dia telah memberi tahu Kepolisian Nasional Irlandia tentang niatnya untuk memberikan pernyataan tentang pengaduan pidana tersebut.
Polisi dilaporkan telah mengakui keluhannya dan meminta informasi tambahan.
Hanff menuduh YouTube menjalankan skrip pelacakan yang melanggar hukum untuk mendeteksi pemblokir iklan dan praktik ini sama saja dengan memata-matai warga negara Uni Eropa.
Hanff juga telah mengajukan keluhan perdata terhadap sistem interogasi browser YouTube yang mendeteksi pemblokir iklan ke Komisi Perlindungan Data Irlandia.
Otoritas regulasi telah meminta tanggapan dari Google dan menunggu perusahaan tersebut mengeluarkan pernyataan tentang klaim Hanff.
“Saya menganggap skrip YouTube sebagai spyware — alias teknologi pengawasan, karena skrip tersebut diterapkan tanpa sepengetahuan atau izin saya ke perangkat saya dengan tujuan semata-mata untuk mencegat dan memantau perilaku saya (baik iklan dimuat di browser saya atau diblokir oleh iklan pemblokir)," katanya kepada The Register.
“Saya memilih untuk menempuh jalur pengaduan pidana karena secara historis, regulator UE sangat buruk dalam menegakkan Petunjuk ePrivasi – dan maksud saya sangat buruk, menurut saya, bahkan lalai,” kata Hanff dalam pernyataannya.
Baca Juga: Cara Temukan Lagu di YouTube lewat Gumam, Senandung, atau Siul
YouTube baru-baru ini membuat kebijakan global yang sangat tidak populer untuk memblokir pemblokir iklan di platform.
Pengguna yang tidak mematuhinya juga akan terkunci dari platform ini kecuali mereka mematikan pemblokir iklan atau berlangganan YouTube Premium.
Hanff berharap tuntutan pidananya mengirimkan pesan yang kuat kepada Google bahwa mereka perlu mengakhiri praktik pengawasan yang melanggar hukum UE.
Dia berargumentasi bahwa berdasarkan hukum Uni Eropa, persetujuan diperlukan untuk menjalankan interaksi yang tidak diperlukan, termasuk skrip yang dijalankan YouTube untuk mendeteksi pemblokir iklan.
“Selain itu, undang-undang Irlandia yang saya gunakan menyatakan bahwa direktur, manajer, atau pejabat lain yang dengan sengaja menyebabkan pelanggaran tersebut bertanggung jawab atas pelanggaran yang sama dan tidak dilindungi oleh badan hukum tempat mereka bekerja,” katanya.
Berita Terkait
-
Siap-siap! YouTube Ancam Blokir Video Jika Masih Pakai AdBlock
-
Tidak Bisa Nonton Video di YouTube? Mungkin Ini yang Terjadi
-
Saingi YouTube, Durasi Video TikTok Naik Jadi 15 Menit
-
Keunggulan dan Kekurangan Menggunakan YTMp3 sebagai Konverter Youtube
-
Zuni and Family Asli Mana? Ini Profil Konten Kreator Dengan Penghasilan Tertinggi dari YouTube: Capai Rp183 M Per Tahun!
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
197 Ponsel Dapat Diskon di PRJ 2026: HP Murah Rp400 ribu, Flagship Cuma Rp3 Jutaan
-
Adu Spek Samsung Galaxy A17 4G vs Infinix Hot 70: Pilih HP Murah yang Mana?
-
Viral Mahfud MD Ungkap Dadan BGN Pantas Dihukum Mati: Potong Tangan Terlalu Ringan
-
70 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 Juni 2026: Sikat Jersey CR7, Diamond, dan Gloo Wall
-
Cara Mendeteksi Alat Pelacak Tersembunyi Pakai HP Tanpa Aplikasi, Aktifkan Notifikasi Otomatis
-
Asus Chromebook CM32 Debut dengan Chip MediaTek dan Layar 2.5K, Baterai Tahan 13 Jam
-
Cara Aktifkan Paket Bola Gembira Full di FolaPlay untuk Nonton Piala Dunia 2026, Segini Harganya
-
Samsung Galaxy A27 Muncul di Situs Resmi, Konfigurasi Memori Terungkap
-
5 Game Baru Bertarung di Medan Perang September 2026, Hindari GTA 6
-
TWS Under Rp500 Ribu yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Pilihan Terbaik David GadgetIn