- Sejak Januari hingga Juli 2025, OJK mencatat lebih dari 74.000 pengaduan penipuan berbasis AI menggunakan modus kloning suara dan manipulasi wajah.
- Indonesia disebut darurat penipuan digital dengan hampir 900 laporan per hari, menimbulkan kerugian total sekitar Rp7,5 triliun (Nov 2024 - Okt 2025).
- Konsep "Proof of Human" muncul sebagai solusi verifikasi baru untuk menjamin interaksi digital dilakukan oleh manusia asli di era kecanggihan AI.
Suara.com - Kemajuan teknologi kecerdasan buatan membuat interaksi digital terasa semakin realistis. Wajah di layar bisa tersenyum, suara terdengar sangat meyakinkan, bahkan percakapan terasa alami seperti manusia sungguhan.
Namun di balik kemajuan itu, muncul persoalan baru yang serius: krisis kepercayaan di ruang digital.
Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa sepanjang Januari hingga 9 Juli 2025 terdapat lebih dari 74.000 pengaduan penipuan berbasis AI. Modus yang digunakan antara lain kloning suara dan manipulasi wajah menggunakan teknologi Deepfake.
Kerugian yang ditimbulkan pun tidak kecil. Menurut catatan Indonesia Anti-Scam Centre, total kerugian akibat penipuan digital sejak November 2024 hingga Oktober 2025 mencapai sekitar Rp7,5 triliun.
Angka ini menegaskan bahwa ancaman penipuan berbasis AI bukan lagi sekadar kemungkinan, melainkan sudah menjadi realitas yang berdampak langsung pada keamanan finansial masyarakat.
Indonesia Disebut Darurat Penipuan Digital
Fenomena ini juga disoroti oleh influencer edukasi keuangan Theresa Learns. Dalam salah satu kontennya, ia mengajak publik memahami besarnya skala penipuan digital yang kini terjadi.
“Bayangkan, Indonesia disebut sebagai negara dengan laporan penipuan digital terbanyak di dunia. Dalam setahun ada sekitar 311 ribu laporan,” ungkap Theresa dalam keterangan resminya, Jumat (13/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa angka tersebut berarti hampir 900 laporan penipuan setiap hari, mulai dari tautan phishing, file PDF berbahaya, hingga panggilan telepon yang berujung pada pengurasan rekening korban.
Baca Juga: Cara Membuat Desain Ucapan Idulfitri 2026 Pakai AI, Gunakan Prompt Ini!
Data OJK juga menunjukkan beberapa modus penipuan yang paling banyak terjadi, yaitu jual-beli daring sebanyak 39.108 kasus, panggilan palsu (fake call) ada 20.628 laporan, dan penipuan investasi sebanyak 14.533 laporan.
Sebagian besar memanfaatkan teknologi AI seperti voice cloning dan deepfake untuk membangun kepercayaan korban sebelum melakukan penipuan.
Ketika Wajah dan Suara Tak Lagi Bisa Dipercaya
Modus penipuan digital kini berkembang jauh lebih canggih dibanding sebelumnya. Jika dulu kejahatan siber identik dengan virus atau peretasan, kini pelaku memanfaatkan AI untuk menciptakan identitas digital yang tampak sangat nyata.
Dalam periode November 2024 hingga Februari 2025 saja, kerugian akibat penipuan berbasis deepfake dan electronic Know Your Customer (eKYC) sintetis di sektor perbankan digital dilaporkan melampaui Rp700 miliar.
Fenomena ini membuat banyak pihak menilai bahwa persoalan yang terjadi bukan lagi sekadar keamanan siber, melainkan krisis kepercayaan digital.
Berita Terkait
-
Kaspersky Mencatat Hampir 15 Juta Ancaman Web Di Indonesia Tahun 2025
-
Indosat Gandeng Cisco Resmikan Security Command Center, Perkuat Keamanan Siber Indonesia di Era AI
-
Ajang Teknologi Dunia Kembali Digelar di Taipei, 1.500 Inovasi AI Dipamerkan
-
Indosat Pamer Panggilan 5G Berbasis AI Pertama di Asia Tenggara, Siap Bawa Revolusi Digital
-
Militer AS Gunakan AI Claude untuk Perang di Timur Tengah
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Juni 2026: Panen 5.000 Gems dan 150 Shard
-
47 Kode Redeem FF Terbaru 13 Juni 2026: Panen 200 DM Gratis dan SG2
-
3 HP AI Harga 1 Jutaan Terbaik Juni 2026, Fitur Pintar Melimpah Buat Dana Mepet
-
Higgs Games Island Gaet Lus Figo, Dorong Ekosistem Game Mobile Indonesia Naik Kelas ke Level Global
-
Dorong Transformasi Digital Korporasi Indonesia, XLSMART Luncurkan ESTA Ecosystem Berbasis AI dan 5G
-
Honor X7e Plus 5G Lolos Sertifikasi, Siap Meluncur ke Pasar Global
-
7 Kelebihan dan Kekurangan Huawei MatePad Mini: Pesaing iPad Mini Memori Lega
-
4 Simulasi Sebelumnya Akurat, EA Sports Prediksi La Furia Roja Juara Piala Dunia 2026
-
HP Tangguh Terbaru, Moto G Max Usung Kamera 200 MP dan Layar 5.000 Nits
-
Bali Jadi Tuan Rumah Pertemuan Tata Kelola Internet Internasional ICANN