Suara.com - SpaceX melakukan uji coba terhadap pesawat ruang angkasa Starship, yang diharapkan suatu hari nanti akan mengangkut manusia ke bulan dan Mars.
Sayang, berakhir dengan ledakan pada Sabtu pagi beberapa menit setelah lepas landas dari pelabuhan antariksa perusahaan di Boca Chica, Texas.
Starship diluncurkan tepat setelah pukul 08.00 ET di atas roket Super Heavy, diklaim roket terbesar di dunia.
Beberapa saat setelah menyelesaikan pemisahan tahap, ketika booster Super Heavy melepaskan diri dari Starship, tahap pertama roket tersebut meledak.
Namun, Starship terus melaju selama beberapa menit, melampaui waktu penerbangan pendahulunya.
Ledakan samar terlihat di siaran langsung sekitar menit ke-8 dan pembawa acara segera mengonfirmasi bahwa mereka kehilangan kontak dengan pesawat tersebut.
Berbeda dengan pengujian pertamanya, yang berakhir sekitar 24 mil di atas permukaan bumi, kali ini Starship mampu mencapai luar angkasa.
Pada saat ledakan terjadi, pelacak streaming langsung mencatatnya pada ketinggian sekitar 92 mil, sebagaimana melansir laman Engadget, Senin (20/11/2023).
Penerbangan ini merupakan upaya pertama SpaceX dalam teknik pemisahan baru yang disebut “hot staging”, yaitu menyalakan mesin Starship sebelum pesawat tersebut terlepas dari tahap pertama yang masih menembak.
Baca Juga: SES Berhasil Luncurkan Satelit Kelima dan Keenam O3b mPOWER
Ia berhasil menyelesaikan gerakannya sebelum Super Heavy meledak, dengan Starship sudah jauh.
SpaceX sekarang harus memikirkan penyesuaian pada boosternya untuk membantunya bertahan dalam upaya pementasan panas di masa depan.
Namun, seperti tes terakhir yang berakhir dengan ledakan, SpaceX masih menganggap semuanya sukses.
Berita Terkait
-
Perguruan Tinggi Ini Berhasil Meretas Sinyal Starlink Demi Alternatif GPS
-
Elon Musk Siap Danai Internet Starlink di Ukraina
-
NASA Sukses Selamatkan Bumi, Tabrakkan Pesawat Luar Angkasa ke Asteroid
-
Pesawat Luar Angkasa NASA Menghancurkan Diri dengan Menabrak Asteroid
-
Internet Dibatasi, Elon Musk Kirim Starlink ke Iran
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
4 Rekomendasi Powerbank Fast Charging: Tak Khawatir HP Lowbat, Desain Minimalis
-
Gojek Luncurkan Fitur Jalan Jajan di Aplikasi, Permudah Wisata dan Kuliner Saat Libur Sekolah 2026
-
3 HP Oppo Spek Terbaik Paling Laris di Online Store Menurut Review Pembeli
-
Garmin Connect Ungkap Tren Fitness 2026, Lari dan Sepeda Jadi Favorit Orang Indonesia
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Termurah di Bawah 6 Juta, Pilihan Terbaik untuk Jangka Panjang
-
7 HP Midrange Snapdragon Terbaik 2026, Performa Kencang untuk Gaming dan Multitasking
-
Bocoran Spesifikasi Redmi Note 17 Series: Siap Meluncur Juli, Bawa Baterai 10.000 mAh
-
4 HP Redmi RAM Besar dan Kamera Terbaik 2026, Mulai Rp1 Jutaan
-
Antusiasme Komunitas OpenClaw dalam Mendorong Adopsi Agentic AI
-
Geothermal Indonesia Makin Canggih, Geo Dipa Energi Adopsi Teknologi Cloud