Tekno / Internet
Selasa, 12 Desember 2023 | 07:09 WIB
Kantor Tokopedia. (GoTo)

Suara.com - TikTok akhirnya kembali ke pasar e-commerce Indonesia dengan kesepakatan senilai 1,5 miliar Dolar AS atau sekitar Rp23,48 miliar dengan mengakuisisi saham signifikan di unit e-commerce GoTo Gojek Tokopedia.

Langkah ini menandai masuknya kembali TikTok ke e-commerce Indonesia, setelah penghentian sementara oleh pemerintah.

TikTok siap memanfaatkan sektor belanja online yang sedang booming di Indonesia, yang saat ini dipimpin oleh platform yang berkembang pesat seperti Shein dan Temu dari PDD Holdings.

Kesepakatan itu telah menimbulkan gejolak di pasar, dengan saham GoTo mengalami penurunan 8,3 persen pasca pengumuman.

Para analis mengamati dengan cermat untuk mengukur dampak kemitraan ini terhadap lanskap pasar, sebagaimana melansir dari laman Gizmochina, Selasa (12/12/2023).

Rincian transaksi mengungkapkan rencana TikTok untuk mengakuisisi 75,01 persen Tokopedia, platform e-commerce terbesar di Indonesia, senilai 840 juta Dolar AS atau sekira Rp13,15 miliar, dengan mengintegrasikan bisnis TikTok Shop-nya di Indonesia.

Ilustrasi logo PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. [Situs GoTo]

Kemitraan percontohan ini, yang diawasi secara ketat oleh regulator, merupakan langkah signifikan bagi kedua perusahaan.

Indonesia, dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa dan tingkat keterlibatan media sosial yang tinggi, merupakan lahan subur bagi ekspansi TikTok.

Perusahaan ini memiliki 124 juta pengguna di Indonesia dan kesepakatan ini dapat mengubah basis pengguna ini menjadi sumber pendapatan e-commerce yang signifikan.

Baca Juga: TikTok Shop Buka Lagi via Tokopedia, Kominfo Ingatkan Wajib Daftar PSE

Kesepakatan tersebut, yang diharapkan selesai pada awal 2024, mencakup surat promes sebesar 1 miliar Dolar AS dari TikTok ke Tokopedia, yang memastikan pendanaan operasional.

Komitmen TikTok untuk menyuntikkan lebih dari 1,5 miliar Dolar AS ke dalam usaha ini dari waktu ke waktu menegaskan dedikasinya untuk membangun pijakan yang kuat di wilayah ini.

Dengan industri e-commerce Indonesia yang diproyeksikan tumbuh dari 62 miliar Dolar AS (Rp970,57 miliar) menjadi sekitar 160 miliar Dolar AS (Rp2,5 triliun) pada 2030.

Hal ini menjadi investasi strategis TikTok menempatkannya di garis depan pasar yang terus berkembang.

Langkah ini menandakan perubahan besar, tidak hanya bagi TikTok dan GoTo, namun juga seluruh lanskap e-commerce di Asia Tenggara.

Load More