Suara.com - Google telah menyetujui ganti rugi 5 milir Dolar AS atau sekitar Rp76,95 miliar untuk menyelesaikan pengaduan atas tuduhan melacak pengguna Incognito pada Chrome.
Dilansir dari laman Engadget, menurut Reuters dan The Washington Post, Senin (1/1/2024) tidak ada pihak yang mempublikasikan rincian penyelesaian tersebut.
Namun, Google telah menyetujui persyaratan yang akan mereka ajukan ke pengadilan untuk disetujui pada Februari mendatang.
Ketika penggugat mengajukan gugatan, mereka mengatakan Google menggunakan alat seperti produk Analytics, aplikasi, dan plugin browser untuk memantau pengguna.
Mereka beralasan bahwa dengan melacak seseorang di Incognito, perusahaan tersebut secara keliru membuat orang percaya bahwa mereka dapat mengontrol informasi yang ingin mereka bagikan.
Pada saat itu, juru bicara Google mengatakan bahwa meskipun mode Incognito tidak menyimpan aktivitas pengguna di perangkat mereka, situs web masih dapat mengumpulkan informasi mereka selama sesi tersebut.
Penggugat mengajukan email internal yang diduga menunjukkan percakapan antara eksekutif Google.
Hal ini dinilai membuktikan bahwa perusahaan memantau penggunaan browser Incognito untuk menjual iklan dan melacak lalu lintas web.
Mereka menuduh Google melanggar undang-undang penyadapan telepon federal dan privasi California dan meminta hingga 5.000 Dolar AS per pengguna yang terkena dampak.
Baca Juga: Google Sambut Tahun Baru 2024 dengan Doodle Bola Disko
Mereka mengklaim bahwa jutaan orang yang telah menggunakan Incognito sejak tahun 2016 kemungkinan besar terkena dampaknya.
Google kemungkinan besar setuju untuk menerima jumlah yang lebih rendah dari 5 miliar Dolar AS.
Namun, sayang perusahaan belum memberikan konfirmasi rinci terkait perjanjian tersebut.
Berita Terkait
-
Google Play Best App Diberikan pada Aplikasi Pengembangan Diri Terbaik
-
Demi Meningkatkan Privasi Pengguna, Google Menghilangkan Cookie Pelacakan di Chrome
-
OJK Akan Panggil Google dan Meta Bahas Iklan Pinjol Ilegal
-
Google Indonesia: 43 Persen Generasi Z Melek Teknologi AI
-
Cara Kerja Private Space Google Berfungsi Menyembunyikan Aplikasi Android
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Mirip Rezim Otoriter! Pembekuan Rekening Jadi Alat Tekan Gerakan Sipil
-
Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 1, Akhir dari Pencarian Horcrux!
-
Sekolah Bakal Digusur, Ratusan Murid SD di Batanghari Mengadu ke Presiden
-
Bedak Tabur vs Bedak Padat, Mana yang Lebih Aman untuk Touch Up Siang Hari?
-
Karhutla di Kawasan Tol Balikpapan-Samarinda, Penyebab Masih Diselidiki
-
81 Miles Uji 5G XLSMART dari Semarang hingga Yogyakarta, Target 88 Kota pada 2026
-
Kasus Marissa Anita, Saat Sebuah Foto Dibaca sebagai Simbol Kedekatan dengan Kekuasaan
-
Menemukan Tuhan di Sudut Kota: Pesona Di Kota Tuhan Stebby Julionatan
-
Stafsus Menhut Mangkir Diperiksa, KPK Jadwalkan Ulang Pemanggilan
-
10 Sifat dan Karakter Wanita Cancer, Kenali Sisi Lembut hingga Keras Kepalanya