Suara.com - Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi mengaku masih mempersiapkan soal realisasi rencana Prabowo Subianto selaku Calon Presiden (Capres) pemenang Pemilu 2024 terkait pembangunan pabrik HP di Indonesia.
Menkominfo menyatakan kalau saat ini masih ada waktu enam bulan untuk mewujudkan janji Prabowo yang sempat disampaikan dalam Debat Capres beberapa waktu lalu itu.
"Soal pabrik seluler dan industri dalam negeri ini kan belum (ada), tapi kami masih persiapkan karena masih ada enam bulan," kata Budi Arie dalam acara Buka Puasa Bersama di Kantor Kominfo, Kamis (21/3/2024) malam.
Ia pun mengapresiasi rencana Prabowo itu karena bisa menumbuhkan iklim investasi di Indonesia. Budi Arie menilai kalau industri bisa tumbuh dan berkembang.
"Tapi bahwa gagasan itu untuk menumbuhkan juga iklim investasi yang baik, juga bagaimana industri bisa bertumbuh dan berkembang," sambungnya lagi.
Hal penting lainnya, lanjut Budi, adalah bagaimana antara pihak Indonesia dan asing bisa saling berbagi pengetahuan dan teknologi untuk produksi ponsel.
"Juga yang penting adalah bagaimana transfer of knowledge dan transfer teknologi itu bisa terjadi dalam berbagai lini produksi, terutama industri teknologi-teknologi yang advanced," pungkasnya.
Janji Prabowo soal bangun pabrik HP
Sebelumnya Calon Presiden (Capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto menanggapi soal pendapat capres nomor urut 01 Anies Baswedan soal ancaman impor ponsel di Indonesia dan bagaimana cara membangun infrastruktur berupa pabrik HP.
Baca Juga: Riwayat Pendidikan Prabowo: Kembali Bahas Nilai 11 dari 100, Masih Sakit Hati sama Anies?
"Kalau saya selalu solutif dan tindakan, kalau memang hanya setengah triliun, ya bangun itu pabrik!" timpal dia dalam Debat Capres pada Minggu (4/2/2024) lalu.
Kedua, Prabowo menilai kalau masalah teknologi di Indonesia selalu berkaitan dengan Sumber Daya Manusia (SDM). Ia menyebut kalau pemerintah mesti mendidik anak-anak Indonesia untuk banyak mempelajari bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM).
"Ini sangat mutlak, baru kita bisa bersaing. Kalau kita tidak punya awaknya bagaimana?" ucapnya.
Maka dari itu Prabowo menyiapkan program berupa beasiswa untuk 10 ribu anak Indonesia di bidang STEM. Dengan begitu Indonesia bisa menguasai sektor teknologi.
"Jadi program kami memberi beasiswa. Tadi sudah saya katakan. 10 ribu di bidang kedokteran, 10 ribu di bidang STEM. Kita ambil yg terpintar dari Indonesia. Kita kirim ke luar negeri," beber dia.
Berita Terkait
-
Riwayat Pendidikan Prabowo: Kembali Bahas Nilai 11 dari 100, Masih Sakit Hati sama Anies?
-
Satelit Starlink Elon Musk Mulai Uji Coba di IKN Mei, Sasar Pasar Ritel
-
Gaji PNS, Polisi dan TNI Naik Usai Prabowo Subianto Dilantik Jadi Presiden?
-
Terharu Ditangisi Warga TikTok, Prabowo Pertimbangkan Turunkan Usia Pemilih Jadi 10 Tahun: Kita Menang Besar
-
Meski Tak Lolos Parlemen, PPP Berani Ucapkan Selamat Buat Kemenangan Prabowo-Gibran di Pilpres
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
-
Aksi Mahasiswa Dibatasi hingga UOB Plaza, Polda Metro Siagakan 9.242 Personel
-
Jelang Demo Mahasiswa Hari ini, 21 Orang Bawa Bom Molotov Ditangkap Polisi
Terkini
-
Bisnis Mandek, Toko Senjata Kini Jualan Roti Demi Bertahan Hidup
-
HP Baru Dicas Berapa Lama? Ini Durasi Ideal dan Cara Merawat Baterainya
-
Upacara Kemerdekaan di Tapal Batas, Serasan Jadi Pintu Ekonomi Indonesia
-
Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
-
Tas Chanel Iriana Jokowi di HUT RI 81 Sangat Langka, Harganya Bikin Tepok Jidat
-
Tim Hukum Sebut Proses Geledah dan Sita Rumah Febrie Adriansyah di Sentul Tanpa Dasar Hukum Sah
-
Bukan Sekadar Simbol Politik! Gerindra Ungkap Makna Prabowo Duduk Diapit Jokowi dan Gibran
-
Ditjenpas Jabar Ajukan Amnesti untuk 1.454 Narapidana, 1.100 Masuk Program Pendidikan Kebangsaan
-
Ajang AHDC 2026 Perkuat Proses Pembinaan Pebalap Muda Lewat Kompetisi Berjenjang
-
Yaqut Tegaskan Pembagian Kuota 50 Persen untuk Haji Khusus Demi Keselamatan Jemaah