Tekno / Gadget
Kamis, 04 April 2024 | 07:40 WIB
TSMC. [Sam Yeh/AFP]

Suara.com - Gempa bumi dahsyat di Taiwan telah mengguncang industri teknologi dan berdampak pada produksi chip global.

Gempa berkekuatan 7,4 skala Richter, yang terkuat yang melanda negara kepulauan itu dalam beberapa dekade.

Hal ini memaksa perusahaan pembuat chip besar Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) untuk mengevakuasi beberapa personel pabrik.

Baca Juga: Berkat AI, Nvidia Sukses Geser Intel-TSMC Jadi Perusahaan Chip Tersukses di Dunia

Meskipun TSMC menjamin keselamatan pekerjanya dan pemeriksaan awal menunjukkan tidak ada kerusakan besar, penilaian menyeluruh masih dilakukan.

Protokol keselamatan perusahaan memicu evakuasi, yang berpotensi menyebabkan penundaan produksi.

Berita ini muncul pada saat dunia sedang bergulat dengan kekurangan chip.

Ilustrasi chip. [ /Pixabay]

Gangguan produksi apa pun di TSMC, pembuat chip kontrak terbesar di dunia, dapat semakin membebani rantai pasokan yang sudah meregang.

Dampaknya terhadap perusahaan teknologi besar seperti Apple dan NVIDIA, yang mengandalkan TSMC untuk chip mereka, masih belum terlihat.

Baca Juga: Kepanikan Warga Indonesia Tak Bisa Keluar Saat Gempa Taiwan

Namun, gangguan yang berkepanjangan dapat menyebabkan kenaikan harga bagi konsumen seiring dengan memburuknya kelangkaan chip.

Baca Juga: MediaTek Berhasil Kembangkan Chip Pertama Gunakan Proses 3nm TSMC, Mulai Produksi 2024

Gempa bumi ini juga menyoroti risiko ketergantungan yang berlebihan pada satu wilayah untuk produksi chip.

Letak geografis Taiwan yang berada di garis patahan besar membuatnya rentan terhadap gempa bumi yang sering terjadi.

Seruan untuk diversifikasi lokasi manufaktur semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama mengingat ketegangan yang sedang berlangsung antara Taiwan dan China.

Baca Juga: Ponsel Tidak Gunakan Chip Buatan China, Bakal Kena Denda 400 Persen

Load More