Suara.com - Gempa bumi dahsyat di Taiwan telah mengguncang industri teknologi dan berdampak pada produksi chip global.
Gempa berkekuatan 7,4 skala Richter, yang terkuat yang melanda negara kepulauan itu dalam beberapa dekade.
Hal ini memaksa perusahaan pembuat chip besar Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) untuk mengevakuasi beberapa personel pabrik.
Baca Juga: Berkat AI, Nvidia Sukses Geser Intel-TSMC Jadi Perusahaan Chip Tersukses di Dunia
Meskipun TSMC menjamin keselamatan pekerjanya dan pemeriksaan awal menunjukkan tidak ada kerusakan besar, penilaian menyeluruh masih dilakukan.
Protokol keselamatan perusahaan memicu evakuasi, yang berpotensi menyebabkan penundaan produksi.
Berita ini muncul pada saat dunia sedang bergulat dengan kekurangan chip.
Gangguan produksi apa pun di TSMC, pembuat chip kontrak terbesar di dunia, dapat semakin membebani rantai pasokan yang sudah meregang.
Dampaknya terhadap perusahaan teknologi besar seperti Apple dan NVIDIA, yang mengandalkan TSMC untuk chip mereka, masih belum terlihat.
Baca Juga: Kepanikan Warga Indonesia Tak Bisa Keluar Saat Gempa Taiwan
Namun, gangguan yang berkepanjangan dapat menyebabkan kenaikan harga bagi konsumen seiring dengan memburuknya kelangkaan chip.
Baca Juga: MediaTek Berhasil Kembangkan Chip Pertama Gunakan Proses 3nm TSMC, Mulai Produksi 2024
Gempa bumi ini juga menyoroti risiko ketergantungan yang berlebihan pada satu wilayah untuk produksi chip.
Letak geografis Taiwan yang berada di garis patahan besar membuatnya rentan terhadap gempa bumi yang sering terjadi.
Seruan untuk diversifikasi lokasi manufaktur semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama mengingat ketegangan yang sedang berlangsung antara Taiwan dan China.
Baca Juga: Ponsel Tidak Gunakan Chip Buatan China, Bakal Kena Denda 400 Persen
Meskipun dampak langsung dari gempa bumi tampaknya tidak terlalu besar, industri teknologi terus memantau dengan cermat saat TSMC menilai situasi.
Penundaan produksi apa pun dapat memperburuk kekurangan chip yang ada dan berdampak besar pada konsumen di seluruh dunia.
Berita Terkait
-
3 Hero Counter Chip Terbaik di Mobile Legends, Ampuh Bikin Tak Berkutik
-
Chip Wajib Pakai 3 Item Ini di Mobile Legends, Ada Dominance Ice
-
Infinix Siap Kenalkan Chip Cheetah X1, Debut pada Note 40 Series
-
Google Siapkan HP Lipat Anyar, Bawa Chip Tensor G4 dan RAM 16 GB
-
Kinerja Perangkat Apple Bakal Makin Yahud dengan A18 Pro
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Kembali ke Titik Nol: Saat Bisnis Tak Lagi Sekadar Mengejar Untung
-
Deadline Lewat! Proyek Jalan di Situbondo Sisakan Lubang Utang Rp931 Juta
-
Viral di Medsos, Wanita Asal Ciamis Diamankan Polisi Usai Diduga Unggah Konten Ajakan Demo
-
Bulog Perluas Penyaluran Beras Premium ke Ritel Modern, Jaga Ketersediaan Pasokan
-
Aturan Baru Pinjol, Data Nasabah Tidak Boleh Dijual dan Dibeli
-
Wamendagri Ribka Pastikan Pemerintah Turun Langsung Tindak Lanjuti Dugaan Keracunan Makanan Jayapura
-
Tabrakan Beruntun Elf Dihantam Truk 9 Ton, Evakuasi Sopir Terjepit Berlangsung Dramatis
-
Makin Panas! Satu Per Satu Pemain Timnas Vietnam Tantang Justin Hubner
-
The Boy Who Harnessed the Wind: Kisah Nyata Remaja yang Menyelamatkan Desa dengan Kincir Angin
-
Diduga Terima Amplop Berisi SGD 14 Ribu, Menhut Raja Juli Ternyata Tiga Kali Bertemu Bupati Kuansing