Suara.com - Di era digital, kehidupan semakin terkait dengan dunia online melalui email, media sosial, dan banyak lagi. Namun, konektivitas ini juga memaparkan pengguna pada potensi risiko keamanan siber seperti penipuan dan malware.
Untuk membantu menjaga kehidupan digital, Google telah menyoroti lima kesalahan fatal yang harus dihindari saat menggunakan internet agar akun pengguna dapat terhindar dari penipuan:
1. Hindari pengulangan kata sandi
Google telah menyarankan pengguna untuk menghindari penggunaan kata sandi yang sama di seluruh akun.
Menggunakan kembali kata sandi bisa berbahaya karena satu pelanggaran data dapat mengarahkan penyerang ke semua akun pengguna atau setidaknya akun yang menggunakan kata sandi yang sama.
Google telah menyarankan penggunaan kata sandi unik untuk setiap akun melalui pengelola kata sandi.
2. Mengabaikan pembaruan perangkat lunak
Pelanggaran keamanan terjadi karena beberapa elemen yang disusupi dalam perangkat, perangkat lunak, atau aplikasi.
Untuk menghindari hal ini, pengembang dan OEM meluncurkan patch keamanan dari waktu ke waktu yang berisi pembaruan penting yang memperbaiki kerentanan yang dapat dieksploitasi data berisiko.
Baca Juga: X Segera Luncurkan Fitur Live Streaming, Tapi Bayar
Google mendesak pengguna untuk memprioritaskan pembaruan perangkat lunak tepat waktu untuk menjaga perlindungan optimal.
3. Tidak mengunci layar perangkat
Kunci layar sederhana melindungi data perangkat dari pengintaian atau pemicu yang tidak disengaja.
Google memperingatkan agar tidak menggunakan PIN yang mudah ditebak seperti 1234 dan merekomendasikan sandi atau biometrik yang kuat seperti pemindaian sidik jari.
4. Mengklik tautan yang mencurigakan
Tautan berbahaya yang disamarkan sebagai tautan sah adalah vektor malware yang umum. Meskipun berhati-hati adalah hal yang bijaksana, Google menyarankan untuk mengaktifkan Enhanced Safe Browsing untuk secara aktif mendeteksi dan memperingatkan terhadap situs phishing yang diketahui.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan