Suara.com - Vivo V40 series debut pertama kali di Eropa pada pertengahan Juni 2024. Usai meluncur di Eropa, Vivo 40 bakal hadir ke pasar Asia dalam waktu dekat.
Tanda kehadiran Vivo V40 series terdeteksi mengingat perangkat telah lolos sertifikasi di berbagai lembaga resmi. HP Vivo V40 series terdaftar di laman sertifikasi BIS (India), TKDN (Indonesia), NBTC (Thailand), dan IMDA (Singapura). Ini mengindikasikan terkait perilisan smartphone di pasar Asia.
Dikutip dari MySmartPrice, seorang sumber industri mengklaim bahwa Vivo V40 dan Vivo V40 Pro akan hadir di India pada Agustus 2024. Vivo V40 kemungkinan debut di pasar Asia pada kuartal ketiga atau awal kuartal keempat mendatang.
Sebagai pengingat, Vivo V40 dibanderol mulai dari 599 euro atau Rp 10,6 juta (kurs 1 euro Rp 17.677) di pasar Eropa. Vivo V30 sendiri masuk ke Indonesia pada Maret dengan harga Rp 5.999.000 untuk varian (8GB/128GB). Generasi penerus yaitu Vivo V40 kemungkinan besar lebih murah saat masuk ke pasar Asia.
Harga perangkat diprediksi berkisar Rp 6 juta atau Rp 7 jutaan mirip generasi pendahulu. Perlu diketahui, Vivo dan ZEISS telah bermitra sejak 2020, dimulai dengan peluncuran Vivo X60.
Awalnya, pengaturan kamera ZEISS hanya tersedia untuk seri X. Namun, perusahaan lantas menghadirkan integrasi ZEISS ke Vivo V30 Pro. Sekarang, Vivo V40 dan Vivo V40 Pro juga bakal membawa kamera ZEISS.
Terkait spesifikasi, HP Vivo V40 membawa layar AMOLED 6,78 inci beresolusi 1260 x 2800 piksel dengan refresh rate 120 Hz. Fitur layarnya mencakup dukungan 1 miliar warna, HDR10+, dan kecerahan puncak hingga 4.500 nits.
Smartphone mengandalkan Snapdragon 7 Gen 3 dengan opsi RAM 8 GB dan RAM 12 GB. Soal optik, HP Vivo menggunakan kamera utama ZEISS OIS 50 MP dan lensa ultra lebar ZEISS 50 MP. Punch-hole bagian depan digunakan sebagai tempat kamera selfie 50 MP.
Vivo V40 Pro diprediksi mengandalkan Dimensity 9200 Plus dengan RAM hingga 12 GB. Berdasarkan bocoran, model Pro kemungkinan mengemas baterai 5.500 mAh dengan fast charging 80 W.
Baca Juga: Bocoran Harga Infinix Zero 40 5G, HP Murah dengan RAM 12 GB dan Chip Kencang
Berita Terkait
-
3 Alternatif Pengganti Vivo V30 Terbaik, Performa Lebih Gahar dan Harga Bersaing
-
Fitur Redmi Note 14 Pro 5G Terungkap: Chip Anyar Dipadukan dengan RAM 16 GB dan Curved Screen
-
Redmi K70 Ultra Rilis Sebentar Lagi, Fitur Layar Mewahnya Terungkap
-
Bocoran Harga Infinix Zero 40 5G, HP Murah dengan RAM 12 GB dan Chip Kencang
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
5 Rekomendasi Smartwatch dengan Fitur SOS Darurat dan GPS Terbaik untuk Pendaki Gunung
-
Minigame Gratis, Resident Evil Requiem Tambah Mode Leon Must Die Forever
-
Nintendo Switch 2 Semakin Mahal
-
vivo S2 Bakal Hadir Lagi? Seri HP Mid-Range Legendaris Ini Dirumorkan Comeback pada 2026
-
Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
-
Blue Moon Mei 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Puncak dan Cara Melihatnya di Indonesia
-
Teknologi Baru untuk Bunda! Risiko Alergi Anak Kini Bisa Dicek Lewat HP
-
Oppo K15 Jadi Ancaman Baru Redmi dan Realme, Bawa Snapdragon 6 Gen 5
-
39 Kode Redeem FC Mobile Hari Ini 9 Mei 2026, Ada Hadiah Star Shards dan Player OVR Tinggi
-
Gunung Dukono di Mana? Baru Saja Erupsi dan Memakan Korban