Suara.com - WhatsApp didirikan oleh Jan Koum dan Brian Acton, mantan karyawan Yahoo!, pada tahun 2009.
Ide untuk WhatsApp muncul dari keinginan untuk menciptakan aplikasi pesan instan yang sederhana dan dapat diandalkan.
Berikut adalah beberapa tonggak sejarah penting dalam perkembangan WhatsApp:
2009: Peluncuran Awal
WhatsApp Inc. didirikan pada Februari 2009 oleh Jan Koum di California, Amerika Serikat.
Awalnya, aplikasi ini diluncurkan untuk iPhone. Pengguna bisa mengupdate status mereka untuk memberi tahu kontak mereka tentang apa yang sedang mereka lakukan.
2010: Penambahan Fitur Pesan
Pada tahun 2010, WhatsApp menambahkan fitur pesan instan, yang memungkinkan pengguna untuk mengirim pesan teks kepada satu sama lain.
Aplikasi ini juga diluncurkan di platform Android.
Baca Juga: Cara Buka WhatsApp Web Tanpa Nomor, Emang Bisa? Begini Trik Agar Tidak Mudah Disadap
2011: Pertumbuhan Pengguna
WhatsApp mulai mendapatkan popularitas dan mencapai 200 juta pengguna aktif bulanan.
Fitur baru seperti pesan suara dan gambar diperkenalkan.
2014: Akuisisi oleh Facebook
Pada Februari 2014, Facebook mengakuisisi WhatsApp sebesar $19 miliar dalam bentuk tunai dan saham. Ini adalah salah satu akuisisi teknologi terbesar dalam sejarah.
2015: WhatsApp Web
WhatsApp meluncurkan versi web yang memungkinkan pengguna untuk mengakses WhatsApp melalui browser di komputer mereka.
2016: Enkripsi End-to-End
WhatsApp menerapkan enkripsi end-to-end untuk semua pesan dan panggilan, yang berarti hanya pengirim dan penerima yang dapat membaca pesan tersebut.
2017: WhatsApp Business
WhatsApp meluncurkan aplikasi WhatsApp Business yang ditujukan untuk usaha kecil agar bisa berkomunikasi dengan pelanggan mereka dengan lebih efisien.
2020: Peningkatan Fitur dan Pengguna
WhatsApp terus menambah fitur seperti pesan hilang otomatis, serta peningkatan dalam panggilan video dan suara.
Pada awal 2020, WhatsApp memiliki lebih dari 2 miliar pengguna aktif bulanan di seluruh dunia.
2021: Kebijakan Privasi Baru
WhatsApp menghadapi kontroversi terkait pembaruan kebijakan privasi yang menyebabkan kekhawatiran tentang berbagi data dengan Facebook. Ini menyebabkan beberapa pengguna berpindah ke aplikasi pesan lain seperti Telegram dan Signal.
2022 dan Selanjutnya: Inovasi Berkelanjutan
WhatsApp terus berinovasi dengan fitur-fitur baru seperti pembayaran dalam aplikasi, serta integrasi dengan layanan e-commerce dan bisnis lainnya.
WhatsApp telah menjadi salah satu aplikasi pesan instan paling populer di dunia karena kesederhanaan, keandalan, dan fitur keamanannya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
Pilihan
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
Terkini
-
5 HP Murah Rp1 Jutaan, RAM 8 GB dan Kamera Jernih untuk Hadiah Valentine
-
8 Pilihan HP Baterai Jumbo Paling Murah 2026, Ada yang 7000 mAh!
-
Kenapa Memori HP Android Cepat Penuh? Ini Cara Mengatasinya!
-
5 Smartwatch Terbaik untuk Padel, Keren tapi Tetap Fungsional!
-
Daftar Kode Redeem TheoTown Februari 2026: Dapatkan Bonus untuk Bangun Kota Impian
-
5 Rekomendasi HP Rp2 Jutaan RAM 8 GB Internal 256 GB
-
6 HP Pesaing Samsung Galaxy A36 5G untuk Alternatif, Spek dan Performa Kencang
-
5 Pilihan HP RAM 12 GB Termurah di Bawah Rp3 Juta, Performa Saingi Flagship
-
Apa Bedanya Smart TV dan Android TV? Jangan Sampai Salah Beli
-
IoT Indonesia 2026: 800 Juta Perangkat Siap Terkoneksi, Siapkah Industrinya?