Satu hal yang juga disorot dalam pertemuan puncak tersebut adalah meningkatnya peran AI dalam kejahatan dunia maya.
Salah satunya, mampu meningkatkan serangan rekayasa sosial dengan membuat email yang terdengar lebih alami dan masukan untuk serangan phishing, pembuatan kata sandi, pembuatan kode malware, dan bahkan melakukan serangan kata sandi.
Munculnya AI juga berarti bahwa penjahat dunia maya berpotensi menargetkan korban potensial melalui serangan adversarial, dengan membuat modifikasi kecil pada file sehingga sistem AI dapat dimanipulasi untuk menganggap suatu malware sebagai file yang aman.
Untuk lebih meningkatkan keamanan dan tingkat deteksi, Kaspersky meniru serangan adversarial pada model deteksi malware mereka sendiri.
”Serangan terkait AI mengalami pertumbuhan yang pesat saat ini," kata Alexey Antonov, Kepala Ilmuwan Data di Kaspersky.
Menurutnya, dua bagian utama menjadi poin kali ini.
Pertama adalah AI ofensif - di mana musuh menggunakan teknik canggih untuk mempercepat rutinitas mereka atau menemukan vektor ancaman baru untuk menerapkannya.
"Deep fake, yang menyebar luas tahun ini, hanyalah salah satu contohnya," tambah dia.
Kedua adalah kerentanan AI - beberapa model AI dapat dipaksa oleh musuh untuk melakukan hal-hal yang dibatasi atau tidak terduga.
Baca Juga: Smart TV Premium Samsung Usung Fitur AI, Harga Puluhan Juta Rupiah
Kaspersky juga memanfaatkan AI untuk mendeteksi serangan berbahaya dan ancaman yang muncul, terutama melihat jumlah potensi malware yang terjadi dengan 411.000 sampel malware unik terdeteksi setiap hari pada 2024.
Jumlah ini mengalami peningkatan dari 403.000 setiap hari pada 2023.
Salah satu isu paling mendesak yang disoroti di pertemuan puncak tersebut adalah bagaimana serangan rantai pasokan berpotensi merusak infrastruktur penting seperti rumah sakit, bank, maskapai penerbangan, dan lainnya.
“Potensi dari serangan rantai pasokan pada model pembelajaran mesin adalah memanipulasi data pelatihan untuk memperkenalkan bias dan kerentanan ke dalam model atau memodifikasi model AI dengan versi yang diubah sehingga akan menghasilkan keluaran yang salah," terang Vitaly Kamluk, pakar Keamanan Siber GReAT di Kaspersky.
Karena AI akan terus ada, dia menambahkan, serangan semacam itu mungkin memiliki dampak yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Menurutnya, serangan terhadap utilitas Linux XZ yang menjadi ketergantungan wajib layanan Secure Shell (SSH) berpotensi berubah menjadi pintu belakang di jutaan perangkat Internet of Things (IoT), server, dan peralatan jaringan yang bergantung padanya berhasil dideteksi dan digagalkan tepat waktu.
"Organisasi perlu merencanakan dan memastikan strategi mitigasi tersedia untuk serangan siber termasuk rencana ketahanan siber, memastikan staf dilatih terhadap kemungkinan serangan siber seperti upaya phishing, menerapkan praktik keamanan siber terbaik, dan memastikan intelijen ancaman terkini dengan bermitra dengan vendor keamanan siber terpercaya yang juga dapat memastikan perlindungan pencegahan yang mendalam," tutup Adrian Hia.
Berita Terkait
-
Cara Pakai Viggle AI Discord, Ubah Foto Jadi Video dengan Mudah!
-
Tutorial Cara Pakai Viggle AI di Discord dan Fitur yang Bisa Dimanfaatkan
-
10 Website AI Generator Ubah Teks Jadi Gambar Keren Cuma Modal Ketik, Gratis!
-
Revolusi Pencarian! Bing Gunakan AI Bikin Informasi Rumit Jadi Simpel
-
3 Generator AI untuk Ubah Foto Jadi Video Keren Selain Viggle AI, Gratis!
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Gojek dan Grab Terapkan Kebijakan Baru Mulai 1 Juli 2026
-
HP Vivo Rp1 Jutaan Seri Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik untuk Multitasking Stabil
-
7 Laptop dengan Baterai Paling Awet, Tetap Produktif saat Mati Listrik
-
Microchip: Tren Migrasi Teknologi Menuju Edge AI Mulai Saingi Dominasi Cloud
-
Lenovo ThinkPad Siap Tempur di Lapangan dan Dunia Digital, Tahan Ekstrem hingga Serangan Siber
-
Musisi Global Siap Buka Kompetisi Esports World Cup 2026 di Paris
-
Kolaborasi Ini Siapkan Teknologi Intel 14A untuk Chip AI, HPC, dan Smartphone Generasi Baru
-
4 HP Baterai 7000 mAh di Bawah Rp3 Juta: Performa Mantap, Anti Lowbat Seharian
-
Meta Glasses Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp5 Jutaan, Siap Tantang Pasar Kacamata AI
-
AI Agents Diprediksi Bernilai 450 Miliar Dolar AS, Drife Perkuat Adopsi Agentic Automation