Suara.com - Meski Pilpres 2024 sudah usai, tak sedikit netizen yang 'masih panas' mendukung tokoh publik jagoannya. Video lawas saat Jokowi, Anies dan Ahok 'satu geng' ini berhasil viral di media sosial.
Akun TikTok @arsip_sejarah membagikan momen saat Jokowi masih menjabat menjadi Presiden RI pada 2016 lalu. Presiden Indonesia ke-7 Joko Widodo (Jokowi) terlihat melakukan kunjungan dengan ditemani oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Anies Baswedan.
"Ketika Jokowi, Anies, dan Ahok masih satu geng," tulis @arsip_sejarah. Postingan video yang dibagikan berhasil viral setelah ditonton lebih dari 300 ribu kali dan memperoleh 14 ribu tanda suka.
Saat masih menjabat sebagai Presiden RI, Jokowi diketahui pernah melakukan kunjungan ke salah satu SMA di periode 2015-2016. Kunjungan ini ditemani oleh Gubernur DKI Jakarta kedua di kurun waktu 2012-2017 Ahok dan Mendikbud RI kala itu, Anies Baswedan.
Sebagai pengingat, Anies Baswedan pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesian pada Oktober 2014 hingga Juli 2016.
Anies Baswedan sendiri sempat menjadi juru bicara tim pemenangan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla di Pilpres 2014. Postingan video memperlihatkan momen saat Jokowi, Ahok, dan Anies sedang bercengkerama dengan akrab.
Video lawas turut menampilkan Andika Perkasa ketika mengawal Jokowi. Mantan Panglima TNI tahun 2021 ini pernah menjadi Danpaspampres tahun 2014-2016. Unggahan video viral Jokowi, Anies dan Ahok saat masih 'satu geng' mendapat beragam komentar dari netizen.
"Jokowi, Anies dan Ahok pernah dibantu Prabowo. Tapi yang balas budi cuma Jokowi," kata @d**d*kur.
"Sebelumnya mereka satu gerbong. Terus mengapa kita berdebat," balas @te**ng**ra.
Baca Juga: Geger Gunawan Sadbor Joget Pakai Baju Napi di Penjara, Warganet: The Last Dance
"Pak Anies masih disayang Mulyono karena sudah memenangkannya," pendapat @li**ka**1.
"Baru tahu kalau Pak Andika dulu Paspampres. Adem banget," komentar @s**a**per.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
BRI Pertemukan PMI Yuni Lestari dengan Ibu Setelah 10 Tahun Bekerja di Taiwan
-
Rekening Donasi Dibekukan: Penegakan Hukum atau Pembatasan Demokrasi?
-
BRI Dekat Dengan Pekerja Migran Indonesia Lewat Program Tali Kasih "Teman Seperjuangan"
-
Pramono Ungkap Kronologi Rombongan Fortuner-Alphard Terobos CFD Sudirman: Sudah Dihalau Malah Maksa
-
Kejutan BRI di Taiwan, Yuni Akhirnya Bertemu Sang Ibu Setelah Hampir Satu Dekade
-
Usut Karhutla Sampai Akar! Audit Korporasi dan Proses Hukum hingga Level Manajemen
-
Hukum Memperingati Maulid Nabi Menurut Ulama, Begini Penjelasannya
-
BRI Temani PMI Bangun Masa Depan, Bukan Sekadar Kirim Remitansi
-
Hampir 10 Tahun Terpisah, BRI Wujudkan Momen Haru Yuni Bertemu Sang Ibu di Taiwan
-
Ulasan An Incurable Case of Love: Kisah Cinta Manis antara Perawat dan Dokter