Objek paling berisiko kedua adalah asteroid 29075 (1950 DA), yang hilang setelah penemuan awal pada Februari 1950 dan ditemukan kembali 50 tahun kemudian.
1950 DA diyakini merupakan asteroid dengan tumpukan puing-puing lepas dengan kandungan besi-nikel yang tinggi.
Saat ini, 1950 DA memiliki peluang 0,0029% — atau 1 dalam 34.500 — akan berdampak pada Bumi pada 16 Maret 2880.
Jika 1950 DA menghantam bumi, energi yang dihasilkan setara dengan 75 miliar ton TNT – cukup untuk memicu bencana global yang berpotensi memusnahkan umat manusia.
3. 2023 TL4
Ukuran: 0,20 mil (0,33 kilometer)
Massa: 47 juta ton (43 juta metrik ton)
TL4 2023, yang ditemukan pada tahun 2023, menunjukkan bahwa objek luar angkasa yang baru ditemukan dapat segera menjadi salah satu asteroid yang paling berpotensi berbahaya.
Dari pengamatan yang dikumpulkan antara 8 Oktober dan 19 Oktober 2023, para astronom menghitung bahwa TL4 2023 memiliki peluang 0,00055% — atau 1 dalam 181.000 — untuk menghantam Bumi pada 10 Oktober 2119.
Jika dampak seperti itu terjadi, TL4 2023 akan terlepas. energi yang setara dengan ledakan 7,5 miliar ton TNT.
Baca Juga: Misteri Lubang Gravitasi di Samudera Hindia Akhirnya Terpecahkan!
4. 2007 FT3
Ukuran: 0,21 mil (0,34 kilometer)
Massa: 54 juta ton (49 juta metrik ton)
FT3 2007 didefinisikan sebagai "asteroid yang hilang" karena para astronom belum pernah melihatnya sejak tahun 2007.
Orbit objek ini saat ini tidak dibatasi dengan baik, namun NASA memperkirakan bahwa asteroid tersebut memiliki peluang 0,0000096% — atau 1 dalam 10 juta — untuk menabrak Bumi. planet pada tanggal 3 Maret 2030.
Asteroid tersebut memiliki probabilitas yang sedikit lebih rendah yaitu 0,0000087% — atau 1 dalam 11,5 juta — kemungkinan menghantam Bumi pada 5 Oktober 2024.
Jika dampak seperti itu terjadi pada tahun 2024 atau 2030, FT3 akan melepaskan energi yang setara dengan ledakan 2,6 miliar ton TNT – cukup untuk menyebabkan kerusakan regional yang besar, namun tidak memicu bencana global.
5. 1979 XB
Ukuran: 0,41 mil (0,66 kilometer)
Massa: 390 juta ton (354 metrik ton)
Asteroid lain yang hilang, 1979 XB, belum terlihat selama sekitar 40 tahun sehingga orbitnya juga kurang dipahami.
Berdasarkan pemahaman para ilmuwan CNEOS, asteroid tersebut, yang pertama kali diamati pada 11 Desember 1979, memiliki peluang 0,000055% — atau 1 dalam 1,8 juta — untuk menabrak Bumi pada 14 Desember 2113.
Tabrakan seperti itu akan melepaskan energi yang sama. energi seperti ledakan 30 miliar ton TNT.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga