Suara.com - Pengusaha sekaligus suami Sandra Dewi, Harvey Moeis menuai berbagai kritik usai dirinya dijatuhi hukuman penjara 6,5 tahun untuk kasus korupsi timah. Penetapan hukuman ini menuai berbagai pro dan kontra di media sosial.
Terbaru, netizen menyoroti reaksi hakim dalam sidang kasus tersebut yang tertangkap kamera sedang tersenyum sambil memandangi kemesraan Harvey Moeis dan Sandra Dewi di ruang sidang.
"Salfok dengan bapak hakim di belakang, kok ikut-ikutan senyum?" tulis akun @AbdulRachimmks dalam cuitannya.
Bersama cuitannya, akun ini mengunggah video rekaman ruang sidang kasus korupsi timah dengan Harvey Moeis sebagai tersangka. Dalam sidang, suami Sandra Dewi ini dijatuhi hukuman 6,5 tahun penjara.
Usai sidang, Sandra Dewi yang mengenakan kemeja hitam nampak menghampiri suaminya sambil membuat tanda salib di jidat masing-masing. Harvey Moeis dan Sandra Dewi kemudian saling berpelukan.
Di akhir video, tersangka korupsi yang merugikan negara hingga Rp 300 triliun ini lalu mencium tangan istrinya tersebut. Dari video ini, netizen justru salah fokus dan menyoroti momen ketika hakim yang duduk di depan keduanya nampak tersenyum melihat kemesraan keduanya.
Cuitan ini kemudian menjadi viral di X hingga menuai berbagai komentar dari netizen. Beberapa di antaranya menyampaikan komentar nyeleneh karena kesal dengan putusan hakim atas kasus tersebut.
"Ya tersenyum lah, kan sudah cair" balas netizen.
"Merasa merdeka, Ya Allah" komentar akun lainnya.
Baca Juga: Guru Besar Hukum Pidana Kritik Putusan Ringan Koruptor Timah: Kesopanan Bukan Faktor Meringankan!
"Senyum bahagia dari pemaling uang negara" ungkap netizen.
"Ikut bahagialah, kan kena cipratan" tulis akun lainnya membalas.
Perdebatan mengenai hukuman Harvey Moeis dalam kasus tersangka korupsi timah ini masih menjadi perbincangan hangat. Pasalnya, beberapa netizen menganggap jika hukuman tersebut jauh lebih ringan dibanding tindakan yang dilakukannya.
Berita Terkait
-
Ibu Helena Lim Lantangkan Takbir dan Syahadat Usai Anak Divonis 5 Tahun Bui Kasus Korupsi Timah
-
Ngaku Anak Pejabat, Lita Gading Yakin Sandra Dewi Berperan Meringankan Hukuman Harvey Moeis
-
Pakai BPJS Khusus Orang Miskin, Ucapan Sandra Dewi 'Takut Sama Tuhan' Viral Lagi
-
Kerugian Lingkungan Tembus Rp270 T Lebih, Ulah Harvey Moeis dkk Rusak 170 Ribu Hektare Hutan
-
Singgung Vonis 6,5 Tahun, Indro Warkop Sebut Komika Bayu Wibowo Lebih Terhormat Dibanding Harvey Moeis
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan