Suara.com - Isu pemecatan Shin Tae-yong dari pelatih kepala Tim Nasional (Timnas) Indonesia menjadi perhatian publik. Desas-desus tersebut lantas menarik perhatian para penggemar Timnas, seperti La Grande Indonesia.
Dari akun Instagramnya, yakni @lagrandeindonesia12, mereka memberikan pernyataan bahwa Shin Tae-yonh tak selamanyaakan melatih Timnas. Namun, La Grande Indonesia menegaskan kalau kontrak Shin Tae-yong habis sampai 2027 nanti, tepatnya setelah Piala Asia di Arab Saudi.
La Grande Indonesia lantas membeberkan beberapa alasan yang diduga menjadi faktor isu pemecatan Shin Tae-yong. Seperti, kegagalan di Piala AFF kemarin; Shin Tae-yong yang dituding miskin taktik; gaji dan fasilitas yang besar; hingga tak fasihnya Coach Shin dalam menguasai Bahasa Indonesia dan Inggris.
Pertanyaan tersebut ditulis La Grande Indonesia di keterangan postingannya. Di awal kalimat, admin memberikan salam tegas "KAWAL GARUDA!". Berikut penjelasan lengkap tulisan La Grande Indonesia soal pemecatan Shin Tae-yong dikutip Senin (06/01/2025).
"Terkait desas-desus pemecatan pelatih kepala tim nasional Shin Tae-yong, yang semakin berbau anyir beberapa waktu ini, izinkan La Grande Indonesia mengutarakan isi kepala kami. Sejatinya kami sangat paham bahwa Shin Tae-yong tidak akan selamanya menjadi pelatih kepala tim nasional, kontraknya habis sampai 2027 setelah Piala Asia nanti di Arab Saudi. La Grande Indonesia ingin mulai dari pertanyaan sederhana, Mengapa kalian dalam hal ini federasi ingin memecat Coach Shin? apakah karena:
1. Kegagalan di Piala AFF kemarin?
Di AFF kemarin kita semua tahu skuat timnas dipenuhi berbagai debutan timnas, pemain muda yang sedang mencari jam terbang dan sekaligus kata kalian menjadi persiapan di Sea Games dan kualifikasi Piala Asia U23, kami bisa memaklumi jika AFF kemarin memang bukan jodoh kita.
2. Coach Shin miskin taktik karena sudah diperkuat banyak pemain diaspora yang pulang ke tanah air dan kekalahan di Qingdao
Kalian berkata jangan mengotak-ngotakan status pemain tim nasional, selama mereka berbaju garuda wajib kita dukung, Jay Idzes sama pentingnya dengan Rizky Ridho, Thom Haye sama pentingnya juga dengan Marselino. Kekalahan di Qingdao memang betul kesalahan Coach Shin tapi kemenangan melawan Arab Saudi adalah bukti penembusan beliau dan membuat mimpi ke Piala Dunia terus terjaga. Kita kalah sebagai tim, kita menang juga sebagai tim.
3. Gaji dan Fasilitas Coach Shin yang besar
Sepertinya hal ini tidak akan jadi masalah untuk kalian, mengingat pemasukan kalian sekarang sudah meningkat, dari uang tiket pertandingan, sponsor sampai merchendise timnas.
4. Coach Shin juga tidak fasih berbahasa Indonesia dan Inggris
Dalam 20 Tahun ini sudah berapa pelatih timnas yang sangat fasih berbahasa Inggris dan Indonesia, mereka bernasib sama terkena pemecatan, ada yang baru menjabat 1 tahun ada yang hanya beberapa bulan.
Baca Juga: Asisten Shin Tae-yong: Tidak Ada yang Tahu Sesakit Apa...
Kami khawatir isu ini akan menjadi gangguan terhadap keharmonisan di tim nasional. Memecat Coach Shin di sisa 4 pertandingan kualifikasi putaran ketiga Piala Dunia bukan sebuah hal yang bijak, kita masih merawat mimpi ke Piala Dunia 2026, biarkan dia bekerja setidaknya sampai kualifikasi Piala Dunia usai.
Lalu pertanyaan selanjutnya, jika Coach Shin dipecat, siapa penggantinya? Apakah dia bisa menjamin bisa lebih baik dari Coach Shin? Apakah dia bisa menjamin kita masuk ke Piala Dunia? Kalian pasti bisa menjawab "berikan kepercayaan kepada kami, kita pasti berikan yang terbaik" sudah berapa kali kalian membuat kami kecewa, sudah berapa tahun kami menunggu agar kita bisa di posisi seperti ini.
Akhirnya La Grande Indonesia tidak bisa mengambil kebijakan dalam hal ini, jika kalian masih menganggap suara suporter maka seharusnya kalian bisa mempertimbangkan suara kami.
Regards,
La Grande Indonesia".
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim