Suara.com - Di era modern ini, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, apa yang sebenarnya terjadi pada otak kita jika kita memutuskan untuk berhenti menggunakannya?
Dilansir dari UNILAD, Ana Lembke, seorang pakar dalam bidang pengobatan kecanduan dan penulis buku Dopamine Nation: Finding Balance in the Age of Indulgence, menjelaskan bagaimana media sosial memengaruhi otak dan bagaimana detoks dapat memberikan manfaat besar.
Menurut Lembke, media sosial merangsang pelepasan dopamin, hormon yang berkaitan dengan perasaan senang. Bahkan, sesuatu yang sederhana seperti "like" pada unggahan Instagram atau Facebook dapat memicu lonjakan dopamin.
Namun, terlalu banyak waktu yang dihabiskan di media sosial dapat menyebabkan ketidakseimbangan, membuat otak kekurangan dopamin. Akibatnya, kita membutuhkan lebih banyak waktu di media sosial hanya untuk merasa "normal".
"Beristirahat dari siklus dopamin yang dipicu oleh media sosial dapat memungkinkan otak mengatur ulang jalur reward-nya," jelas Lembke.
Ini berarti berhenti dari media sosial dapat membantu mengurangi perilaku kompulsif yang sering terjadi.
Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Reset?
Lembke merekomendasikan untuk berhenti dari media sosial setidaknya selama empat minggu agar otak dapat sepenuhnya mengatur ulang sistem penghargaan.
Namun, bahkan istirahat selama beberapa hari sudah terbukti memberikan manfaat. Dalam sebuah studi terhadap 65 remaja perempuan berusia 10 hingga 19 tahun, mereka yang mengambil jeda tiga hari dari media sosial melaporkan peningkatan kepercayaan diri.
Baca Juga: Punya Resolusi 2025 Batasi Scroll Medsos? Ini Pengaturan HP Bisa Dicoba
Selama proses detoksifikasi, mungkin akan muncul gejala seperti rasa cemas atau keinginan untuk kembali menggunakan media sosial. Namun, ini hanya sementara, dan lama-kelamaan akan menjadi lebih mudah.
Temuan dari Studi Detoks Media Sosial
Sarah Woodruff, salah satu penulis buku The Social Media Detox yang dipublikasikan di National Library of Medicine, juga menemukan manfaat serupa.
Dalam penelitiannya, 31 orang dewasa muda melakukan detoks media sosial selama dua minggu dengan membatasi penggunaan hingga 30 menit per hari.
Woodruff menjelaskan bahwa waktu jeda ini memberikan kesempatan untuk merenungkan kebiasaan penggunaan media sosial.
"Kita dapat menggunakan waktu tersebut untuk menyadari apakah media sosial memberikan manfaat bagi kita atau justru sebaliknya," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
- Syifa Hadju Anak Siapa? Ayah Kandung Dikabarkan Siap Jadi Wali Nikah
Pilihan
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
Terkini
-
26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 27 April 2026: Klaim OVR 119 Gratis, F2P Pasti Full Senyum
-
35 Kode Redeem FF Terbaru 27 April 2026: Ada SG2 Rapper Underworld, Senjata Legendaris
-
5 Rekomendasi Tripod HP Murah tapi Bagus dan Kokoh, Anti Goyang saat Ngonten
-
Game Sepak Bola Mobile Total Football VNG Mulai Masuk ke Ranah Esports Regional
-
Performa Kamera Ungguli iPhone 16 Pro Max, Ini 3 Fitur Menarik Motorola Signature
-
Spesifikasi Oppo Pad 5 Pro: Andalkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 dengan Layar 144 Hz
-
7 Rekomendasi AC Inverter 1/2 PK Terbaik, Hemat Listrik dan Dingin Maksimal
-
6 Rekomendasi Tablet Murah Terbaru April 2026: Layar Luas, Cocok Buat Streaming Film
-
Serial TV Far Cry Panen Kritik Pedas, Ternyata Ini Biang Keroknya
-
Panduan Lengkap Cara Melacak Lokasi HP yang Hilang Lewat Gmail, Tak Perlu Panik