Suara.com - Pengguna HP Xiaomi memiliki fitur yang sangat mengesankan untuk menghemat banyak baterai. Fitur tokcer tersebut adalah Dark Mode atau Mode Gelap. Tak banyak diketahui banyak orang, fitur Mode Gelap pada perangkat Xiaomi menawarkan penghematan baterai yang tinggi.
Sebagaimana diketahui, Mode Gelap merupakan salah satu fitur paling populer di banyak sistem operasi karena ini mampu mengubah latar belakang layar yang biasanya cerah menjadi skema warna yang lebih gelap.
Dilansir dari Xiaomi Time pada Kamis (9/1/2025), fitur ini tidak hanya mengurangi ketegangan yang terjadi pada mata saat bekerja dalam kondisi cahaya redup, tetapi juga dikenal sangat hemat daya, terutama pada layar perangkat yang mampu mematikan piksel individual seperti layar OLED dan AMOLED.
Mode Gelap mendapatkan pengoptimalan lebih lanjut di HyperOS jika dibandingkan MIUI 14, di mana Xiaomi menggunakan warna hitam yang lebih pekat dan mengurangi emisi warna terang.
Pada panel OLED ponsel Xiaomi, perusahaan menggunakan warna hitam asli #000000 di beberapa bagian UI sehingga lebih sedikit piksel yang menyala dan ini akan berpengaruh pada pengurangan konsumsi daya.
Mode Gelap di perangkat Xiaomi diklaim dapat mengurangi konsumsi penggunaan baterai sebesar 15 persen hingga 30 persen berdasarkan pola penggunaan.
Sebagai rincian, pengguna aktif yang sering memutar media hingga bermain game, layar OLED dapat menghemat hingga 30 persen masa pakai baterai.
Sementara untuk pengguna biasa, penghematan dalam Mode Gelap ni dapat memperpanjang masa pakai baterai hingga 10 sampai 20 persen. Sedangkan pengguna yang hanya sering menelepon atau mengirim pesan dapat menghemat hingga 5 sampai 15 persen masa pakai baterai dengan Mode Gelap.
Untuk perangkat Xiaomi yang menggunakan layar LCD, efek pada masa pakai baterai tidak akan terlalu besar karena lampu latar layarnya tidak pernah mati. Walau begitu, HyperOS mengatasinya dengan pengoptimalan perangkat lunak.
Baca Juga: Daftar Harga HP OPPO Januari 2025, Lengkap Reno hingga Find
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?