Suara.com - Di berbagai film dan adaptasi yang mengangkat bangsa Viking, mereka selalu digambarkan dengan mengenakan helm bertanduk. Namun benarkah bangsa Viking selalu memakai helm tersebut?
Ternyata, aksesoris tersebut punya sejarah panjang tentang penggambaran bangsa Viking. Bahkan keberadaan helm tersebut jauh sebelum masa-masa Viking di Eropa.
Jika Anda pernah melihat film Viking, maka ada satu aksesoris khas yang digunakan para viking tersebut. Ya, aksesoris tersebut adalah helm bertanduk.
Namun ternyata, helm bertanduk yang dipakai Viking ini buka hanya untuk gaya-gayaan, sebab ada sejarah panjang di baliknya.
Dirangkum Suara.com dari scienceabc, helm bertanduk Viking muncul dari seniman seperti Malmström. Opera Wagner semakin memopulerkan gambar tersebut, meskipun ketidakakuratan historisnya.
Dikisahkan, di sebuah desa Nordik yang kumuh, terletak di antara fjord terjal dan hutan lebat, hiduplah seorang pria bernama Erik.
Ia adalah perwujudan dari seorang Viking sejati, tinggi dan tegap, dengan surai liar berwarna merah menyala dan janggut yang mengalir deras seperti air terjun api.
Erik dikenal di seluruh negeri karena semangatnya yang tak kenal takut dan kekuatannya yang tak kenal menyerah.
Salah satu ciri khas Erik adalah helm bertanduknya yang khas. Terbuat dari besi dan dihiasi ukiran rumit, helm itu memiliki dua tanduk megah yang melengkung anggun di setiap sisinya.
Baca Juga: Penemuan Jimat Kuno Ubah Pemahaman Sejarah Awal Kekristenan di Eropa
Saat Erik mengenakan helmnya, ia tampak seperti seorang pejuang yang langsung muncul dari legenda, siap menaklukkan lautan dan mengklaim wilayah baru.
Namun kisah ini diragukan sebab Erik seharusnya tidak mengenakan helm bertanduk. Orang Skandinavia kemungkinan besar mempersenjatai diri dengan tutup kepala yang kuat, tetapi kita harus menepis anggapan bahwa tutup kepala ini memiliki tanduk yang menakutkan.
Apakah Helm Bertanduk Ada di Eropa?
Helm bertanduk memang ada di Eropa utara, tetapi helm ini sudah ada sekitar 2.000 tahun sebelum zaman Viking, berasal dari budaya Zaman Perunggu yang mendahului catatan sejarah yang tercatat di wilayah tersebut.
Temuan arkeologis seperti ini merupakan utusan dari masa ketika mitos lahir, atau ketika mitos itu dihidupi, dan merupakan satu-satunya cara kita mengetahui helm ini.
Dua helm, yang dikenal sebagai helm Viksø, ditandai dengan hiasan rumit, seperti paruh yang melengkung anggun dan mata menonjol yang terletak di dahi, digali pada tahun 1942, ditemukan di dalam rawa gambut dekat Kopenhagen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard