Suara.com - Seri Samsung Galaxy S26 dikabarkan akan menggunakan kapasitas baterai yang jauh lebih besar dibanding seri Galaxy S sebelumnya. Baterai berukuran besar saat ini tengah menjadi tren di industri ponsel.
Selama lebih dari satu dekade, perangkat elektronik telah menggunakan baterai lithium-ion (Li-ion). Namun, baru-baru ini produsen ponsel asal China telah beralih ke teknologi baterai baru, yaitu anoda silikon karbon. Jika Samsung mengadopsi teknologi ini, seri Galaxy S26 dapat menyusut menjadi 6,3 inci, sekaligus mengemas baterai yang lebih besar.
Dilansir dari Gizmochina pada Sabtu (18/1/2025), Samsung akhirnya dikabarkan akan beralih ke teknologi baterai baru ini dimulai dengan seri Galaxy S26 tahun depan.
Sebagai informasi, baterai anoda silikon memiliki kepadatan energi yang jauh lebih tinggi daripada baterai Li-ion tradisional yang selama ini digunakan oleh produsen ponsel dan peningkatan kepadatan energi ini memungkinkan produsen untuk menghindari desain yang besar, tanpa mengganggu masa pakai baterai.
Samsung sebelumnya dikabarkan tengah mengerjakan teknologi baterai lain yang disebut Stacked Battery Technology, yang kabarnya meningkatkan kepadatan energi hingga 10 persen. Dengan menerapkan proses tersebut, kepadatan energi dapat ditingkatkan lebih dari 10 persen.
Sebagai contoh,jika kapasitas baterai Galaxy S Ultra terbaru adalah 5.000mAh, penerapan penumpukan dapat meningkatkannya hingga lebih dari 5.500mAh. Namun kini tampaknya Samsung telah memutuskan untuk mengadopsi teknologi baterai silikon-karbon sebagai gantinya.
Model flagship Samsung Galaxy Ultra saat ini menawarkan daya tahan baterai dengan kapasitas 5000 mAh. Oleh karena itu, akan menarik untuk melihat seberapa besar peningkatan kapasitas dan daya tahan baterai yang ditawarkan Samsung Galaxy S26 Ultra dengan teknologi baterai anoda silikon karbon.
Meski demikian, perangkat seri Galaxy S25 mendatang dikabarkan masih akan mengemas kapasitas baterai yang sama persis dengan pendahulunya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Ekonomi Digital Indonesia Bisa Tembus Rp5.800 T, Nezar Patria : RI Tak Boleh Hanya Jadi Pasar AI
-
Inspirasi K-Wellness dan AI Home LG ala Shin Ye Eun
-
Ekonomi Digital Indonesia Capai 100 Miliar Dolar AS, Komdigi Dorong Kolaborasi Nasional
-
5 HP Layar Lengkung dan NFC Termurah, Sensasi Premium dengan Bujet Minimum
-
Powerbank Bagus Merek Apa? Ini 4 Pilihan 10.000 mAh untuk Antisipasi Listrik Padam
-
7 Tips agar Baterai iPhone Awet, Kurangi Risiko Battery Health Cepat Turun
-
4 Genset Silent Terbaik untuk di Rumah, Anti Berisik Hemat Bensin untuk Backup saat Mati Listrik
-
Harga Steam Machine Lebih Mahal dari PS5, Ini Penyebabnya!
-
POCO X8 Pro Yellow Resmi Meluncur di Indonesia, Desain Ikonik dan Fitur Komunikasi Tanpa Sinyal
-
Bos WhatsApp Resmi Mengundurkan Diri, Ini Sosok Penggantinya