Suara.com - Penggunaan bambu dalam membuat pagar laut di pesisir Banten dan Bekasi menarik perhatian. Karena dengan bahan dan cara sederhana, bambu mampu memagari laut hingga puluhan kilometer.
Tidak hanya pagar laut, bambu juga digunakan dalam proyek Jalan Tol Semarang-Demak. Proyek strategis nasional sepanjang 26,95 kilometer. Menjadikan proyek ini ramah lingkungan.
Proyek tol Semarang-Demak memanfaatkan bambu sebagai salah satu elemen utama dalam pembangunannya, khususnya di kawasan yang berfungsi ganda sebagai tanggul laut.
Teknologi matras bambu dan cerucuk bambu yang digunakan berhasil membuktikan bahwa bahan tradisional ini mampu bersaing dengan teknologi modern.
Keunggulan Matras dan Cerucuk Bambu
Bambu, yang kerap dipandang sebelah mata, menjadi sorotan utama dalam proyek ini. Matras bambu memberikan solusi ekonomis dan efektif untuk memperkuat tanah lunak di area pembangunan.
Hasil pengujian seperti uji tarik dan uji lentur yang dilakukan oleh Balai Bahan dan Struktur Bangunan Gedung menunjukkan bahwa bambu memiliki daya tahan yang luar biasa untuk digunakan dalam konstruksi besar seperti ini.
Matras bambu memiliki beberapa manfaat penting. Menurut Kementerian PU, bambu memiliki beberapa manfaat sehingga layak digunakan.
Seperti distribusi beban merata. Membantu menyebarkan tekanan timbunan secara merata.
Baca Juga: Cacat Prosedur, SHGB Pagar Laut Tangerang Dicabut Nusron Wahid
Stabilitas tanah lunak, mengurangi risiko penurunan tanah yang tidak merata. Efisiensi Biaya karena penggunaan bambu menghemat biaya konstruksi hingga 30-40 persen dibandingkan metode seperti vibro stone column dan deep soil mixing.
Penggunaan bambu juga meningkatkan ekonomi lokal. Karena sekitar 6 juta batang bambu didatangkan dari daerah sekitar proyek, memberikan dampak positif pada perekonomian lokal.
Cerucuk bambu juga berperan penting dalam meningkatkan daya dukung tanah. Kekuatan lekat bambu memberikan stabilitas tambahan, terutama di area dengan kondisi tanah yang sangat lunak.
Selain bambu, proyek tol Semarang-Demak juga menggunakan teknologi Prefabricated Vertical Drain (PVD) untuk memperbaiki tanah lunak.
PVD bekerja dengan memampatkan tanah dan mengalirkan air ke permukaan, sehingga meminimalkan risiko penurunan tanah yang berlebihan.
Kombinasi antara matras bambu, cerucuk bambu, dan PVD menjadikan Jalan Tol Semarang-Demak sebagai contoh inovasi konstruksi berbasis alam yang mengedepankan efisiensi dan keberlanjutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
27 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 1 Januari 2026, Klaim 2.026 Gems dan Pemain Eksklusif
-
53 Kode Redeem FF Terbaru 1 Januari 2026, Klaim M1014 Demolitionist dan The Hungry Pumpkin
-
Ini Kode Promo KIOSGAMER Januari 2026 Terbaru, Dapat Diskon hingga Bonus Diamond 30 Persen!
-
28 Kode Redeem MLBB Terbaru 1 Januari 2026: Klaim Skin Epic, Diamond, dan Fragment Gratis
-
95 Persen Jaringan Pulih, XLSMART Percepat Konektivitas Pascabencana di Aceh
-
8 Prompt AI untuk Edit Foto Jadi Dramatis yang Lagi Tren di TikTok
-
iPhone Disebut Bakal Pakai Layar Lengkung Empat Sisi, Apple Ikuti Jejak Xiaomi?
-
5 HP Harga Rp1 Jutaan Paling Worth It di Tahun 2026, Spek Gak Kaleng-kaleng
-
Samsung Disebut Eksperimen Baterai 20.000 mAh, Ini Tantangannya
-
Update 25 Kode Redeem FC Mobile 1 Januari 2026, Klaim Icon 113-115 Gratis di Tahun Baru!