Fokus Tiongkok pada teknologi tersebut mencerminkan strategi yang lebih luas untuk memitigasi kemampuan Starlink dan mempertahankan keunggulan ruang angkasa, khususnya dalam skenario seperti konflik Taiwan.
Memperhatikan efektivitas Starlink dalam perang Ukraina, Juliana Suess menyebutkan dalam artikel Januari 2023 untuk Royal United Service Institute (RUSI) bahwa Taiwan, terinspirasi oleh Ukraina, sedang mengembangkan sistem komunikasi satelit orbit Bumi Rendah (LEO).
Suess mengatakan bahwa proyek tersebut, yang diumumkan oleh Badan Antariksa Taiwan pada bulan Desember 2022, bertujuan untuk memberi Taiwan kemampuan berdaulat untuk komunikasi independen jika terjadi invasi Tiongkok.
Dia mencatat bahwa sistem ini dirancang untuk memastikan ketahanan terhadap potensi serangan terhadap kabel bawah laut Taiwan, yang saat ini menjadi tulang punggung komunikasi eksternal Taiwan.
Dalam laporan Stanford Cyber Policy Center pada bulan Juli 2024, Charles Mok dan Kenny Huang menyoroti kerentanan kabel bawah laut Taiwan, yang menjadi andalan pulau ini untuk konektivitas internetnya.
Mok dan Huang mencatat bahwa Taiwan mengoperasikan 15 kabel bawah laut, yang membawa lebih dari 99% data global dan menghubungkannya ke jaringan digital internasional. Namun, lokasinya yang berada di wilayah rawan gempa dan dekat dengan ketegangan geopolitik meningkatkan risiko kerusakan kabel baik disengaja maupun tidak disengaja.
Mereka mencatat bahwa insiden putusnya kabel di dekat Taiwan baru-baru ini, yang diduga melibatkan kapal Tiongkok, telah meningkatkan kekhawatiran tentang potensi blokade digital. Mereka menyatakan bahwa perbaikan kabel bawah laut membutuhkan banyak waktu, dan terbatasnya armada perbaikan global memperburuk penundaan.
Sejalan dengan kerentanan infrastruktur kabel bawah laut Taiwan, The War Zone melaporkan bulan ini bahwa pihak berwenang Taiwan menuduh kapal milik Tiongkok, Shunxin-39, memutus kabel komunikasi bawah laut di dekat Pelabuhan Keelung.
War Zone mengatakan insiden tersebut adalah yang terbaru dari serangkaian peristiwa serupa yang mempengaruhi infrastruktur bawah laut Taiwan.
Baca Juga: Myanmar Deportasi 50.000 Penipu Online ke Tiongkok, Minta Bantuan Negara Tetangga
Laporan tersebut mencatat bahwa Shunxin-39, yang terdaftar di Kamerun tetapi dimiliki oleh perusahaan Hong Kong yang dipimpin oleh seorang warga negara Tiongkok, ditemukan beroperasi dengan banyak identitas, sehingga menimbulkan kecurigaan adanya sabotase yang disengaja.
Menurut laporan tersebut, penjaga pantai Taiwan berusaha mencegat kapal tersebut untuk diselidiki, tetapi cuaca buruk menghalangi kapal tersebut untuk naik ke kapal.
Kemudian disebutkan bahwa kapal tersebut melanjutkan perjalanannya ke Korea Selatan, di mana pihak berwenang Taiwan meminta bantuan dalam penyelidikan.
War Zone mengatakan bahwa kabel yang rusak, bagian dari jaringan Trans-Pacific Express, sangat penting untuk menghubungkan Asia Timur dengan Pantai Barat AS.
Laporan tersebut mengatakan bahwa meskipun komunikasi dialihkan dengan gangguan minimal, insiden tersebut menyoroti kerentanan infrastruktur bawah laut Taiwan.
Meskipun satelit tidak mengalami kerentanan seperti itu, Mok dan Huang mengatakan biayanya yang tinggi dan kapasitas data yang lebih rendah menjadikannya pengganti kabel bawah laut yang tidak memadai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Prediksi Harga Samsung Galaxy A27 Beredar, Andalkan Chipset Snapdragon
-
6 HP Memori 512 GB Paling Murah untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
-
7 Video Kepanikan Warga Setelah Gempa Sulut M 7,6: Ada Tsunami hingga Bangunan Rusak
-
7 Kesalahan Penyebab Laptop Cepat Rusak bagi Pengguna Profesional Muda
-
6 HP Murah Tecno dengan Kamera Terbaik, Gambar Tajam Jadi Andalan
-
Update Harga iPhone April 2026: Diskon Besar hingga 30%, Ini Daftar Lengkapnya
-
6 Pilihan HP RAM 6 GB di Bawah Rp1,5 Juta pada April 2026, Multitasking Lancar Jaya
-
Video Detik-detik Tsunami Usai Gempa Sulut M 7.6, Muncul Peringatan di 10 Wilayah
-
3 Fitur Tersembunyi Samsung Galaxy S26 yang Diam-Diam Jadi Game Changer
-
Gempa Sulawesi Utara M 7.6 Picu Kehebohan, Warga Keluhkan Peringatan Tsunami Telat