Suara.com - Pernyataan Polda Metro Jaya terkait bahwa mereka belum menemukan unsur pidana di kasus pagar laut menuai sorotan banyak pihak. Mantan Kabareskrim Polri, Susno Duadji menyindir bahwa hanya 'polisi India' yang akan berkata seperti itu.
Sebagai informasi, Komjen Pol (Purn) Susno Duadji kerap bersuara lantang di media sosial terkait pagar laut. Sebelumnya, pagar laut yang membentang 30,16 kilometer di perairan Tangerang viral menjadi perbincangan.
Beberapa pengamat termasuk Said Didu dan Susno Duadji mengungkap bila pagar laut terindikasi tindak pidana terkait perampasan tanah masyarakat dan sertifikat laut. Direktur Polairud Polda Metro Jaya, Kombes Pol Joko Sadono mengungkap bila mereka sejauh ini belum menemukan tindak pidana pagar laut.
"Sementara ini kita belum menemukan adanya tindak pidana (terkait pagar laut)," kata Joko Sadono kepada media, Senin (27/01/2025). Kombes Pol Joko Sadono menyerahkan pengusutan pagar laut ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Mereka lebih memilih menunggu hasil temuan KKP sebelum mengambil langkah hukum lebih lanjut.
Menurut Joko Sadono, mereka hanya menyelidiki apa-apa yang ada di lapangan. Mengingat sudah diambil alih KKP, kepolisian menunggu temuan dari PSDKP KKP. Mantan jenderal polisi bintang tiga, Susno Duadji berpendapat berbeda dan mengungkap bila terdapat banyak tindak pidana di kasus pagar laut.
"Polisi sebut belum temukan unsur pidana dari pagar laut. Itu polisi 'India'. Wong tindak pidana ada banyak yang sembunyi di balik pagar laut," tulis Susno Duadji melalui akun X pada Selasa (28/01/2025). Postingan Susno Duadji viral usai memperoleh 113 retweet dan ratusan tanda suka.
Melalui cuitan terpisah, Susno Duadji mengungkap bila tanah masyarakat yang dirampas, dibeli paksa, dijual tidak sesuai harga harus dikembalikam.
"Syarat untuk PSN adalah bersifat strategis, non profit, bermanfaat untuk rakyat banyak bukan untuk kepentingan profit perisahaan," ucapnya. Ia sebelum ini meyakini bila Kades Kohod bernama Arsin ikut terlibat tindak pidana terkait pemasangan pagar laut. Pendapat Susno Duadji memancing beragam komentar netizen.
"Terima kasih Pak Jenderal Susno Duadji selalu bersuara lantang," tulis @o**wa*b.
Baca Juga: Gibran Beri HP Baru ke Siswa Usai Kunjungan MBG, Netizen: Gue Cuma Dapat Kaos
"Hahaha, polisi India memang terkenal aneh ya pak," komentar @af**om**nity.
"Teruslah berisik Pak Susno, supaya Polisi Konoha balik kanan," pinta @pa**jo**08.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
3 Cara Cek Battery Health di HP Android, Lengkap dengan Tips agar Awet
-
Tanpa Ribet, Ini Cara Install Aplikasi Google di Tablet Huawei
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Gojek dan Grab Terapkan Kebijakan Baru Mulai 1 Juli 2026
-
HP Vivo Rp1 Jutaan Seri Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik untuk Multitasking Stabil
-
7 Laptop dengan Baterai Paling Awet, Tetap Produktif saat Mati Listrik
-
Microchip: Tren Migrasi Teknologi Menuju Edge AI Mulai Saingi Dominasi Cloud
-
Lenovo ThinkPad Siap Tempur di Lapangan dan Dunia Digital, Tahan Ekstrem hingga Serangan Siber
-
Musisi Global Siap Buka Kompetisi Esports World Cup 2026 di Paris
-
Kolaborasi Ini Siapkan Teknologi Intel 14A untuk Chip AI, HPC, dan Smartphone Generasi Baru
-
4 HP Baterai 7000 mAh di Bawah Rp3 Juta: Performa Mantap, Anti Lowbat Seharian