Suara.com - Siapa Liang Wenfeng, sosok di balik DeekSeek yang sedang jadi pembicaraan hangat belakangan. Bagaimana perjalanan karir Liang Wenfeng hingga membuat DeepSeek AI yang digadang-gadang punya kemampuan melampaui ChatGPT dari OpenAI.
DeepSeek, laboratorium AI asal Tiongkok, telah mengguncang Silicon Valley dengan model AI R1-nya. Model AI ini diklaim mampu bekerja dengan daya komputasi yang jauh lebih rendah dibandingkan para pemimpin AI asal Amerika dan yang lebih mengejutkan, model ini bersifat open-source.
Bahkan, aplikasi DeepSeek sukses merajai tangga aplikasi di App Store minggu ini, menggeser popularitas ChatGPT. Namun, siapa sebenarnya Liang Wenfeng, sosok di balik perusahaan yang begitu disruptif hingga membuat saham Nvidia turun?
Menurut The Wall Street Journal, DeepSeek bukanlah proyek pertama pengusaha asal China ini.
Liang Wenfeng adalah seorang pengusaha terkemuka asal Tiongkok dan pendiri DeepSeek, sebuah startup kecerdasan buatan yang telah menarik perhatian signifikan berkat model AI inovatifnya, yang bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar seperti OpenAI.
Kehidupan Awal dan Pendidikan
Liang Wenfeng lahir pada tahun 1985 di Zhanjiang, Guangdong. Ia dibesarkan dalam keluarga sederhana; ayahnya adalah seorang guru sekolah dasar.
Liang melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Zhejiang, di mana ia meraih gelar Sarjana Teknik dalam bidang Rekayasa Informasi Elektronik pada tahun 2007 dan gelar Magister dalam bidang Rekayasa Informasi dan Komunikasi pada tahun 2010.
Tesis masternya berfokus pada pengembangan algoritma pelacakan target menggunakan kamera PTZ yang terjangkau, mencerminkan minat awalnya dalam teknologi dan inovasi.
Baca Juga: DeepSeek R1 Gratis atau Tidak? Ini Kelebihan dan Kekurangan dibanding ChatGPT
Jalur Karir
Karir Liang dimulai dengan keterlibatannya dalam perdagangan kuantitatif. Pada tahun 2013, ia mulai mengintegrasikan AI ke dalam strategi perdagangan, yang mengarah pada pendirian Hangzhou Yakebi Investment Management.
Ia kemudian ikut mendirikan High-Flyer Quantitative Investment Management pada tahun 2016, yang dikenal karena strategi investasi berbasis AI-nya dan mengelola lebih dari 10 miliar yuan pada tahun 2019.
Pada Mei 2023, Liang mendirikan DeepSeek sebagai entitas terpisah yang fokus pada pengembangan kecerdasan umum buatan (AGI). Langkah ini didorong oleh meningkatnya minat global terhadap teknologi AI setelah kesuksesan model seperti ChatGPT.
DeepSeek bertujuan untuk memprioritaskan penelitian fundamental daripada komersialisasi jangka pendek, menempatkannya sebagai pemain jangka panjang di lanskap teknologi AI.
Prestasi Liang Wenfeng
Berita Terkait
-
DeepSeek R1 Gratis atau Tidak? Ini Kelebihan dan Kekurangan dibanding ChatGPT
-
DeepSeek Pakai API OpenAI Diam-diam? Microsoft Turun Tangan!
-
DeepSeek: Si Pendatang Baru yang Mengguncang Takhta ChatGPT
-
DeepSeek AI Hindari 85% Pertanyaan Sensitif Terkait Tiongkok
-
Persaingan AI Memanas: DeepSeek Gunakan Chip Huawei untuk Saingi Model dari Amerika Serikat
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
5 Pilihan Laptop Gaming Termurah 2026, Spek Dewa Tetap Ngebut dan Ringan Dibawa
-
38 Kode Redeem FF Terbaru 29 April 2026: Bocoran Collab One Piece Bikin Heboh
-
29 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 29 April 2026: Skuad Impian Spanyol Menanti, Auto Win Terjamin
-
Duet 5G dan AI: Kunci Akselerasi Ekonomi Digital Menuju Indonesia Emas 2045
-
Render Motorola Moto G87 Beredar, Diprediksi Usung Kamera 200 MP
-
Berapa Harga GTA 6? CEO Take-Two Buka Suara Soal 'Banderol Wajar'
-
Dompet Digital Kini Tak Sekadar Bayar, Poin Transaksi Bisa Jadi Emas
-
Segera Rilis: Fitur dan Varian Warna Motorola Razr 70 Series Terungkap
-
Komdigi Resmi Mulai Lelang Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz, Dorong Percepatan Jaringan 5G di Indonesia
-
63 Kode Redeem FF Max Terbaru 29 April 2026: Sikat Luck Royale, AK47 Golden, dan Kagura