Suara.com - Kabar pengangkatan Deddy Corbuzier sebagai staf khusus (stafsus) Menteri Pertahanan (Menhan) rupanya memicu amarah publik. Pelantikan Deddy Corbuzier dilakukan oleh Kementerian Pertahanan RI pada Selasa (11/2/2025).
Keputusan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melantik Deddy Corbuzier sebagai Stafsus Menhan mendapat kritik keras lantaran kabar tersebut muncul di tengah pemerintah yang sedang melakukan efisiensi anggaran. Pemangkasan dana ini berdampak pada hampir semua sektor dan mengakibatkan banyak orang mengalami PHK.
Nama Deddy Corbuzier sendiri sempat menduduki Trending Topik X Indonesia dengan banyak cuitan warganet yang memprotes keputusan Kementerian Pertahanan RI. Salah satunya adalah warganet dengan akun X @Anak__Ogi yang menyoroti perihal efisiensi.
"Rezim @prabowo lakukan penghematan atau efisiensi, dampaknya banyak karyawan atau rakyat kecil yang kena PHK, lalu disaat yang sama rezim Prabowo terus angkat buzzernya jadi pejabat baru, yang terbaru Deddy Corbuzier. Prabowo lakukan penghematan demi rakyat, itu omong kosong sappo, cuma omon-omon, tipu-tipu," tulisnya.
Warganet lainnya dengan akun X @JhonSitorus_18 pun mempertanyakan latar belakang Deddy Corbuzier sebagai Stafsus Menhan lantaran ia tidak memiliki kapasitas yang dibutuhkan oleh kementerian tersebut.
"Deddy Corbuzier resmi jadi Stafsus Menteri Pertahanan. Ini Kementerian Pertahanan lho, menteri pertahanan atas negara dengan kekuatan militer nomor 13 di dunia. Stafsus yang lain juga tak memiliki latar belakang Pertahanan Negara, seperti Sylvia Efi, Kris Wijoyo, dan Lenis Kogoya. Lembaga dengan anggaran tertinggi di Indonesia untuk menggaji stafsus seperti ini? Kayaknya kita harus normalisasi menerima hal-hal yang tak wajar di negara ini," tambahnya.
Jika ditelusuri, banyak warganet lainnya yang menyoroti gaji Deddy Corbuzier sebagai Staf Khusus. Pemilik akun X @ffikriawan pun menyinggung gaji yang diterima Raffi Ahmad dan mengusulkan alangkah baiknya jika uang tersebut bisa dialokasikan untuk hal lain, seperti pembenahan sistem negara.
"Daripada ngegaji Deddy Corbuzier sama Raffi Ahmad dan segudang stafsus nggak guna lain, mending anggarannya dipake benahin sistem pemantau bencana, naikin kesejahteraan guru sama dosen, atau benerin akses jalan di daerah dah, dong* banget ini yang jalanin negara," timpal warganet tersebut.
Lainnya juga menyinggung perihal PHK yang baru-baru ini terjadi di sebuah stasiun TV dan membandingkan nasib para pekerja tersebut dengan Deddy Corbuzier.
"Di saat sebagian rakyat biasa yang kebetulan bekerja di TVRI dan RRI harus menerima kenyataan pahit dirumahkan, justru Deddy Corbuzier sang Letkol Tituler diangkat jadi Stafsus Menhan. Miris bener," sambung akun @AiraNtieReal.
Sebelumnya, sikap Deddy Corbuzier yang membela program Makan Bergizi Gratis dan mengancam akan memukul anak yang mengatakan makan siang gratis tidak enak juga menjadi sorotan publik. Publik menilai jika Deddy Corbuzier tidak memiliki moral.
"Sekali cuap-cuap di medsos, bully anak sekolah. Dapat hadiah naik level dari kolonel jadi stafsus menteri. Itulah hebatnya influencer yang sudah punya nama. Walaupun dengan cara yang immoral sekalipun. Iya nggak pak @sjafriesjams?" tulis @BosPurwa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana