Suara.com - Sutradara, Joko Anwar ikut menanggapi terkait pidato Presien Prabowo Subianto beberapa waktu lalu yang menyebut kata "ndasmu".
Joko Anwar sendiri dikenal sebagai sosok yang cukup kritis terhadap kebijakan pemerintah di media sosial Twitter atau X.
Terbaru, Joko Anwar turut menanggapi pernyataan Prabowo Subianto dalam pidatonya yang menyebut kata "ndasmu".
Bahkan, kata "Ndasmu" ini masih menjadi trending topik di X dengan lebih dari 84 ribu warganet mencuitkannya.
Pernyataan Prabowo itu muncul di tengah krisis yang terjadi Indonesia seperti aksi demonstrasi "Indonesia Gelap" oleh mahasiswa BEM Indonesia dan masyarakat sipil.
Tetapi, menurut Joko Anwar pernyataan "ndasmu" oleh Prabowo mencerminkan krisis keteladanan seorang pemimpin.
Joko menyebut, pernyataan Prabowo menjadi salah satu krisis yang paling menyedihkan.
"Di antara beragam krisis di Indonesia, krisis keteladanan salah satu yang paling menyedihkan," ujar Joko Anwar, dikutip dari media sosial X-nya, Kamis (20/02/2025).
Netizen pun ramai menanggapi bahwa pidato Presiden Prabowo Subianto itu memang terkesan menyedihkan karena keluar dari mulut seorang presiden.
Baca Juga: Jelang Pelantikan, Keluarga dan Kerabat Kepala Daerah Terpilih Padati Monas
"Presiden bukan sekadar jabatan, tapi tanggung jawab. Kalau pidatonya saja sudah menunjukkan inkonsistensi, apalagi kebijakannya? Pemimpin tanpa pendirian yang jelas itu bukan pemimpin, tapi boneka yang digerakkan kepentingan tertentu. Jangan heran kalau bangsa ini terus dirundung ketidakpastian, karena kepalanya sendiri gamang menentukan arah," tulis netizen.
"Tapi yang fanatik tetap menilainya sebagai sosok heroik. Yang mengkritik dianggap nyinyir. Bersuara dikatain gaguna, bagi mereka diam dan terinjak lebih enak," jelas netizen.
"Menyedihkan kata ini keluar dari mulut pemimpin negara yang katanya latar belakang keluarga beradat berlembaga berketurunan, selalu berkata demi rakyat tapi nyatanya merugikan dan mengatai rakyatnya sendiri, kita seperti ketiban sial udah punya wakil kek gitu + ketuanya kek gini," tambah netizen.
Seperti diketahui, kata "ndasmu" dilontarkan oleh Presiden Prabowo Subianto saat berpidato di acara internal Rakormas Partai Gerindra yakni perayaan HUT ke-17 Partai Gerindra.
Kata ndasmu kini memicu amarah publik karena dinilai kurang bijak dilontarkan oleh seorang pemimpin negara. Untuk cuitan Joko Anwar tersebut, bisa dilihat di sini.
Kontributor : Maliana
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kolom Komentar Instagram Dipenuhi Spam Judi Online, Pakar Siber Minta Platform Bertindak Tegas
-
OPPO Find X9s vs iPhone 17 Pro: Saat Flagship Compact Paling Affordable Menantang iPhone
-
TikTok Buka Suara soal Isu PHK Tokopedia, Benarkan Restrukturisasi Divisi R&D
-
Marvel Blade Batal, Microsoft Dirumorkan PHK Ribuan Karyawan Xbox
-
Update Harga iPhone Juli 2026, Seri Apa Saja yang Naik?
-
Resmi Rilis, Booster Pack Ancaman Bayangan Bawa Strategi Baru Pokemon TCG
-
Gigabyte Resmi Rilis AORUS GeForce RTX 5080 INFINITY dan INFINITY WOOD, Punya Desain Premium
-
7 Rekomendasi HP Murah Rp 1 Jutaan, Solusi Produktivitas Basic hingga Driver Ojek Online
-
GrabUnlimited Gandeng NPD, Member Kini Bisa Nikmati Pengalaman Eksklusif di Luar Diskon
-
ITSEC Asia Investasi AI Rp11 Miliar, Bidik Pertumbuhan Bisnis Software hingga 2031