Suara.com - Tagar Kabur Aja Dulu belakangan tengah menjadi perbincangan warganet di jagat maya. Tagar tersebut muncul sebagai ekspresi masyarakat Indonesia yang berencana untuk pergi ke luar negeri demi mencari peluang kerja, pendidikan, atau kehidupan yang lebih baik.
Tren Kabur Aja Dulu rupanya mendapat dukungan dari mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dalam sebuah utas panjang, Anies Baswedan membicarakan tentang Kabur Aja Dulu melalui sudut pandangnya.
"(Thread) Selamat pagi, teman-teman. Memenuhi janji dan menyambung serial tweet #KaburAjaDulu kemarin tentang kita butuh lebih banyak orang Indonesia yang berkiprah di luar negeri, izinkan kali ini saya ingin diskusi sedikit tentang diaspora dan crab mentality. Hidup di negeri asing bukanlah sekadar soal meniti karier, mengejar impian, atau membangun hidup yang lebih baik. Hidup di negeri asing adalah juga tentang membawa nama Indonesia ke panggung dunia. Dan, lebih dari itu pula, adalah tntangg membuka jalan kesempatan bagi sesama anak bangsa," tulis Anies Baswedan.
Anies Baswedan meminta agar para diaspora yang sudah berada di luar negeri menjadi penyambung jalan bagi orang-orang Indonesia yang berencana untuk keluar negeri.
"Maka, jika kita sudah temukan jalan, mengapa ragu membukakan jalan itu bagi saudara-saudara kita yang lain? Mengapa tidak menjadi penyambung? Keberhasilan sejati bukan sekadar soal sejauh mana kita melangkah, tapi seberapa banyak yang bisa kita ajak melangkah bersama. Sebenarnya, mayoritas diaspora sudah menjadi penyambung. Banyak yang menjangkau tangan, membuka pintu, berbagi jalan. Tapi memang, kadang kita dengar cerita tentangg crab mentality di diaspora, yaitu sikap menarik turun teman sebangsa yang lain yang sedang menapak tangga mendaki," tambahnya.
Oleh karena itu, Anies Baswedan berpesan kepada para diaspora untuk membantu orang-orang yang ingin berjuang mendapatkan kehidupan di luar negeri. Tak hanya itu, Anies pun menyinggung soal nasionalisme bangsa Indonesia.
Meskipun tinggal di luar negeri, bagi Anies Baswedan hal tersebut akan memperkuat posisi bangsa Indonesia di mata dunia.
"Jangan lupa, makin banyak orang Indonesia ysng berkiprah di luar negeri, semakin kuat posisi bangsa kita di dunia. Kita tak menjadi sekadar individu-individu yang terberai, tapi menjadi bagian dari ekosistem yang saling menguatkan, tenun yang saling menjalin, tiang yang saling menopang. Maka, mari saling dukung. Bukan hanya bagi orang Indonesia yang ingin meniti jalan di luar, tapi juga sesama diaspora yang sudah lebih dulu di sana. Di dunia yang luas ini, jaringan lebih berharga daripada persaingan, dan solidaritas justru bisa membantu tercapainya ambisi-ambisi pribadi," pungkasnya.
Unggahan tersebut pun sontak menuai beragam komentar dari pengguna X lainnya. Beberapa menyinggung tentang pernyataan Bahlil Lahadalia yang meragukan nasionalisme orang Indonesia saat bekerja di luar negeri.
Baca Juga: Pujian Setinggi Langit Eks Manchester City untuk Calon Pemain Timnas Indonesia Dean James
"Ada aja cara buat adem hati ini ya pak, berasa tiap kali denger atau baca tulisan Pak Anies kayak ayah lagi nasihatin anaknya," komentar @fapo**
"Tuh Bahlil, dengerin. Bekerja keluar negeri bukan berarti orang Indonesia kehilangan nasionalismenya," tambah @roat*****
"Tapi sayangnya prakteknya tak semanis tulisan ini pak," sahut @siom*******
"Bahkan Pak Anies aja dukung Kabur Aja Dulu," sambung @ahsk******
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?