Suara.com - PSSI resmi akan memproses tiga pemain naturalisasi untuk nantinya akan membela Timnas Indonesia di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Ketiga pemain itu ialah Emil Audero, Joey Pelupessy dan Dean James.
Emil seperti diketahui saat ini bermain di kasta kedua Liga Italia bersama Palermo. Sedangkan Joey Pelupessy gelandang 31 tahun yang bermain di Liga Belgia bersama SK Lommel.
Sementara nama terahir, Dean James berposisi sebagai full back kiri di klub Go Ahead Eagles. Menurut Erick Thohir, Dean James dibutuhkan untuk penebalan di sektor kini timnas.
“Kita memang perlu juga penebalan left back, wing back, yang juga bisa menjadi gelandang kiri untuk mendukung kalau sampai pemain posisi menyerang kita berkurang kedalamannya. Ini yang kita proses,” ucap Erick Thohir.
Dean James mengawali karier sepak bolanya di RKSV DoCoS Leiden pada 2004. Ia kemudian sukses menembus ke akademi Ajax pada 2008 dan bertahan hingga 2014.
Di akademi Ajax, ia satu angkatan dengan Jasper ter Heide yang juga pemain keturunan Indonesia. Dari Ajax, Dean James pindah ke FC Volendam. Ia menapaki karier di klub itu dari tim akademi, U-17, U-19, U-21, dan pada 2020 menembus tim utama Volendam.
Baru pada Juli 2023, ia pindah ke Go Ahead Eagles. Di klub barunya itu, Dean bertemu dengan mantan-mantan rekan di klub sebelumnya.
"Saya mengenal Jeffrey de Lange sejak masih di akademi Ajax," kata Dean James seperti dikutip dari laman resmi klub. "Saya juga mengenal Jahnoah Markelo, Bobby Adekanye, Enric Llansana dan Rashaan Fernandes," sambungnya.
Pindah ke Go Ahead Eagles, Dean James sempat mendapat pujian dari manajer teknis klub, Paul Bosvelt. Menurut eks Manchester City itu, Dean memang sempat absen karena cedera, namun ia menimbulkan kesan bagus saat bermain.
Baca Juga: Ole Romeny Sudah Resmi Pindah Federasi, Berpeluang Debut Lawan Australia
"Meskipun Dean absen cukup lama musim lalu karena cedera, ia telah memberikan kesan yang sangat baik selama bersama kami," kata mantan pemain Manchester City itu era 2000-an.
"Dean adalah pemain yang kuat secara fisik dan cepat, dan suka menegaskan dirinya saat menguasai bola," pungkas Bosvelt.
Berita Terkait
-
Ole Romeny Sudah Resmi Pindah Federasi, Berpeluang Debut Lawan Australia
-
Potret Calon Pemain Timnas Indonesia Joey Pelupessy dengan Bendera RMS
-
Joey Pelupessy: Denny Landzaat Adalah Ayah Sepak Bola Saya
-
Joey Pelupessy: Orang Tua Saya Lahir di Belanda Makanya Nama Saya Begini
-
Breaking News! Emil Audero, Joey Pelupessy dan Dean James Resmi Dinaturalisasi PSSI
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard
-
Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar
-
Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional