Menurut International Data Corporation (IDC), sebuah data center dikategorikan sebagai hyperscale jika memiliki luas fisik minimal 10.000 kaki persegi (929 meter persegi)—setara dengan dua lapangan basket ukuran standar.
Sementara itu, Synergy Research Group menekankan bahwa hyperscale bukan hanya tentang ukuran, tetapi juga tentang kemampuan untuk secara otomatis meningkatkan kapasitas sesuai kebutuhan serta efisiensi dalam penggunaan energi.
Dengan kata lain, hyperscale data center dirancang untuk menangani beban kerja dalam skala besar dengan tingkat skalabilitas yang ekstrem, memungkinkan pemrosesan ratusan terabyte data secara efisien.
Ke depan, semua data center di Microsoft’s Indonesia Central Region dibangun dengan kapabilitas hyperscale.
Setelah beroperasi, Indonesia Central—yang membutuhkan sekitar 5,4 juta jam kerja untuk pembangunannya—akan memberdayakan berbagai sektor industri untuk memproses workload cloud dan AI dengan aman serta real-time sesuai dengan kebutuhan operasional mereka.
3. Latency
Dengan hadirnya Cloud Region dan infrastruktur hyperscale, muncul istilah lain yang tak kalah penting yakni latency.
Latency memainkan peran krusial dalam pengalaman digital sehari-hari dan operasional bisnis.
Pernahkah pengguna mengalami audio yang tertinggal saat panggilan video? atau transaksi online yang terasa lambat? Semua itu disebabkan oleh tingginya latency.
Baca Juga: Bersih-Bersih Ruang Digital, Kominfo Blokir DigitalOcean Karena Ini
Secara sederhana latency adalah waktu yang dibutuhkan data untuk berpindah dari perangkat pengguna ke data center dan kembali lagi.
Semakin jauh jarak data center, semakin lama waktu responsnya. Latency yang rendah memastikan komunikasi real-time tanpa jeda.
Dalam dunia bisnis, latency memiliki dampak besar, terutama bagi sektor manufaktur—kontributor terbesar terhadap PDB Indonesia.
Di industri ini, latency menentukan seberapa cepat data dapat berpindah antara mesin, sistem, atau sensor untuk diproses.
Latency rendah memungkinkan komunikasi yang lebih cepat antarperangkat, yang berdampak pada efisiensi operasional.
Pemrosesan data tepat waktu ini juga membantu dalam hal pemeliharaan prediktif untuk mencegah kerusakan peralatan secara tiba-tiba sehingga memperpanjang siklus hidup alat-alat tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
6 Alasan iPhone Sangat Worth It untuk Pemakaian Jangka Panjang di 2026
-
17 Kode Redeem MLBB 3 Februari 2026 Terbaru: Ada Skin Eksklusif hingga Diamond Gratis
-
31 Kode Redeem FF 3 Februari 2026 Terbaru: Ada Skin SG2, Emote Langka, dan Bundle Eksklusif Gratis
-
Acerpure Clean V2 Resmi Hadir, Vacuum Cordless Ringan dengan Fitur Canggih Khusus Pemilik Hewan
-
Dua Eksekutif Teknologi Senior Siap Pacu Akselerasi Cloud dan AI di Asia Tenggara
-
Xiaomi Pad 8 Global Muncul di Geekbench: Siap ke Indonesia, Pakai Chip Kencang Snapdragon
-
Siapa Daud Tony? Viral Ramal Kejatuhan Saham dan Kripto, Harga Perak Meroket
-
5 Rekomendasi Smartwatch Terbaik di Bawah Rp1 Jutaan, Spek Canggih!
-
Xiaomi Rilis Monitor Gaming Anyar: Tawarkan Refresh Rate 200 Hz, Harga Kompetitif
-
53 Kode Redeem FF Terbaru 3 Februari 2026, Ada Jujutsu Kaisen Monster Truck Gratis