Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tengah menjadi topik perbincangan hangat di media sosial. Bukan tanpa sebab, IHSG dilaporkan mengalami terjun payung hingga mencapai angka 7 persen pada perdagangan yang tercatat pada Selasa (18/3/2025).
Hal ini membuat warganet di jagat maya mengamuk kepada pemerintah karena dinilai tidak mampu menjaga IHSG. Terpantau, kata kunci IHSG menduduki Trending Topik X Indonesia dengan jumlah cuitan sebanyak lebih dari 98.700 tweet.
Jika menelusuri kata kunci tersebut, mayoritas warganet marah karena pemerintah masih mengelak dan menyebut jika Indonesia dalam keadaan baik-baik saja. Beberapa bahkan menyebut jika pemerintah akan bersilat lidah untuk menutupi anjloknya IHSG, salah satunya seperti yang dicuitkan oleh akun X @BigAlphaID.
"Yang menyedihkan, IHSG rontok drastis sendirian. Indeks lain di market global dan regional dalam kondisi hijau. Pathetic! Menunggu silat lidah macam apalagi yang akan dikeluarkan pemerintah untuk menjelaskan fenomena ini," tulis pemilik akun.
Sejumlah warganet lainnya pun menyinggung permasalahan yang sebelumnya terjadi di Indonesia dan telah menjadi perhatian masyarakat luas.
"Pertama, IHSG hancur sampai perdagangan di-suspend. Kedua, mata uang kian melemah. Ketiga, jumlah PHK terus bertambah. Keempat, jumlah kelas menengah menyusut. Kelima, lonjakan gadai karena masyarakat butuh uang. Terus masih mau bilang 'semua baik-baik saja'?" cuit @yune****
"IHSG anjlok, padahal tidak ada demo atau aksi masa yang sering dituduhkan sebagai biang utama. Kondisi ini seharusnya jadi hal paling tepat untuk evaluasi dan perbaiki, ngga ada yang mau republik ini hancur. Kami ini rakyatmu, bukan musuhmu," komentar @irwn*****
"Masih mau bilang Indonesia cerah? Wkwk korupsi masif, danantara minus, PHK masif, IHSG jeblok, saham jeblok, rupiah jeblok, kabinet gemuk, respon investor jeblok, masih maksa mau sahkan UU TNI, gokil emang negara ini ril Indonesia gelap," tambah @indomi*******
"IHSG disuspen 30 menit. Trading halt karena drop 5 persen. Sementara mayoritas bursa negara lain hijau. Kita sendirian yang merah. Nanti kalau responsnya 'waspadai kepentingan asing yang mau merusak bangsa ini..' ya sudah, siap-siap kita kembali lagi ke era yang kalian tahu sendirilah," sambung @billy*********
Baca Juga: Isu Sri Mulyani Mundur Bikin IHSG Merosot? Begini Komentar Dasco
"IHSG sampe halt itu menandakan ketidakpercayaan yang tinggi investor terhadap ekonomi Indonesia. Stop denial dengan bilang IHSG nggak berhubungan dengan ekonomi. Justru IHSG itu cermin ekonomi. Runtuhnya IHSG cepat atau lambat akan berpengaruh pada dapur masyarakat. Pemerintah mau ngeles apa lagi?" timpal @hans*****
Lebih lanjut, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menyebut bahwa volatilitas IHSG sebagian besar dipengaruhi oleh faktor eksternal. Dalam skenario ini, ia menyorot kebijakan ekonomi Amerika Serikat.
Menurut Iman, kebijakan tarif perdangan yang diterapkan Amerika Serikat terhadap negara mitra dagang memberikan dampak besar kepada pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Anjloknya IHSG disebut sebagai hasil dari berbagai faktor akumulatif.
Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang menilai bahwa ekonomi fiskal Indonesia masih dalam kondisi stabil meskipun IHSG mengalami penurunan.
"Kita tidak perlu khawatir secara berlebihan karena dalam beberapa kesempatan sebelumnya, kondisi seperti ini juga pernah terjadi, seperti saat pandemi Covid-19," jelas Dasco dalam pertemuan dengan pimpinan DPR RI, petinggi BEI, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
IHSG sendiri merupakan indeks utama yang digunakan untuk mengukur pergerakan seluruh saham di Bursa Efek Indonesia. Dengan kata lain, IHSG menjadi acuan utama bagi para investor dalam menilai kondisi pasar modal dan melihat pergerakan tren investasi di Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam