Suara.com - Pembahasan mengenai revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) belakangan ini telah menyita perhatian publik. Sebagaimana diketahui, pemerintah menyetujui usulan DPR RI untuk melakukan revisi UU No. 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia.
Rapat kerja Panja DPR RI dan pemerintah membahas revisi UU TNI kemudian digelar pada Jumat-Sabtu (15-16/3/2025). Revisi UU TNI yang dinilai terlalu dikebut dan dipaksakan itu pun menuai kritik tajam dari publik, di mana mayoritas mengkhawatirkan kembalinya dwifungsi militer.
Oleh karena itu, warganet di platform X menyebarkan petisi untuk menolak revisi UU TNI dan menyerukan aksi yang akan digelar pada hari ini, Kamis (20/3/2025) pada pukul 10.00 WIB. Hal ini terlihat dalam unggahan yang dibagikan oleh akun X @barengwarga.
Seruan aksi ini merupakan bentuk sikap atas kabar Komisi I DPR RI yang telah menyelesaikan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia pada tingkat pertama dan akan dibawa ke paripurna untuk disahkan menjadi undang-undang.
"Seruan #TolakRUUTNI. Waktu kita hanya 24 jam. RUU ini bukan cuma soal TNI dapat jabatan sipil. Ini soal militer makin leluasa ngurus ekonomi, pemerintahan, bahkan kehidupan kita. Jangan kaget kalau besok lagu K-Pop dan musik Barat dibredel karena 'nggak Pancasilais'. Sebarluaskan info bahaya RUU TNI di sosmed dan grup chat, pakai baju hitam di hari Kamis buat tunjukin sikap, gunakan #TolakRUUTNI biar makin nyaring, bersuara setiap hari, bikin cuit, meme, tag influencer, ribut di kolom komentar pejabat, dan turun ke jalan!" tulis pemilik akun.
Dalam beberapa poster yang dibagikan, titik kumpul aksi berada di Spark Senayan pukul 08.00 WIB dengan longmarch pada pukul 09.00 WIB, kemudian titik aksi berlokasi di gedung DPR dan dimulai pada pukul 10.00 WIB.
Unggahan poster juga menyebutkan enam poin yang menjadi tuntutan dalam aksi kali ini, seperti berikut:
- Tolak revisi UU TNI.
- Tolak dwifungsi militer.
- Tarik militer dari jabatan sipil dan kembalikan TNI ke barak
- Reformasi institusi TNI
- Bubarkan komando teritorial
- Usut tuntas korupsi dan bisnis militer
Di sisi lain, tagar #TolakRUUTNI sendiri telah menduduki Trending Topik X Indonesia sejak kemarin hingga terpantau pada hari ini, Kamis (20/3/2025) dengan jumlah cuitan sebanyak lebih dari 166.000 tweet.
Pemilik akun X @barengwarga juga secara berkala memberikan pembaruan terkini perihal situasi di gedung DPR secara langsung.
Baca Juga: YLBHI Persoalkan Keterlibatan Militer dalam Objek Vital Nasional, Termasuk PSN
Menanggapi kekhawatiran publik ini, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto mengatakan jika supremasi sipil tetap diutamakan dalam pembahasan revisi tersebut.
"Prinsip besarnya Panglima TNI menjamin bahwa supremasi sipil tetap harus diutamakan di dalam negara demokrasi," ucap Utut Adianto.
Sejak pertama kali muncuat di publik, revisi UU TNI ditakutkan akan memicu keterlibatan militer di dalam ranah sipil, politik, dan pemerintahan, di mana hal tersebut bertentangan dengan prinsip demokrasi. Jika hal yang ditakutkan warganet terjadi, maka warga sipil akan lebih sedikit menempati jabatan dalam pemerintahan karena didominasi oleh militer.
Selain itu, tidak menutup kemungkinan jika adanya potensi penyalahgunaan kekuasaan dan pelanggaran Hak Asasi Manusia akan meningkat. Pemerintah pun akan bergantung pada militer jika dwifungsi TNI kembali diterapkan dan menimbulkan sikap militer yang memegang senjata semakin otoriter karena diberi kekuasaan.
Seruan aksi tersebut dan penggunaan tagar #TolakRUUTNI itu menuai beragam respons dari pengguna X lainnya.
"Demo hari ini mungkin demo terakhir pasca reformasi di mana orang demo di depan DPR nggak perlu takut kena peluru terbang. Karena setelah RUU TNI sah, udah bisa jalan lagi itu pasal Orba. TNI yang akan mengamankan demo kayak demo MBG di Papua yang ditangkap-tangkapin sama TNI," komentar @tset****
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
5 Rekomendasi HP Rp4 Jutaan Terbaik, Pilihan Cerdas Upgrade Gadget Pakai Uang THR
-
35 Jawaban Minal Aidzin Walfaidzin Mohon Maaf Lahir dan Batin untuk Balas Chat WhatsApp
-
35 Ucapan Minal Aidzin Walfaidzin Mohon Maaf Lahir dan Batin untuk Grup WhatsApp
-
56 Kode Redeem FF Max Terbaru 21 Maret 2026, Kesempatan Raih hingga 999 Diamond!
-
15 Template Balasan WhatsApp Ucapan Lebaran 2026, Siap Kirim untuk Berbagai Situasi
-
36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 21 Maret 2026, Klaim Hadiah Spesial Lebaran Gratis!
-
Terpopuler: 7 HP Paling Murah untuk Idulfitri, Cara Atasi Sinyal Lemot saat Lebaran
-
53 Kode Redeem FF 20 Maret 2026 untuk Klaim SG2 Lumut dan Bundle Joker
-
9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
-
Spesifikasi PC Crimson Desert, Game Aksi Open World Terbaru dengan Aksi Brutal