Suara.com - Salah satu anak Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Anita Hayatunnufus Wahid, menyoroti kiriman kepala babi yang diterima oleh Tempo.
Sebagaimana diketahui, kantor Tempo menerima paket berupa kotak kardus yang dilapisi styrofoam dan berisi kepala babi pada Rabu (19/3/2025).
Paket itu sendiri dialamatkan kepada salah satu wartawan kanal politik dan host Bocor Alus Politik Tempo, Francisca Christy Rosana atau akrab disapa Cica.
Anita Wahid kemudian mengenang cerita masa Orde Baru yang dialaminya dulu. Kisah tersebut dibagikan oleh anak Gus Dur tersebut melalui akun Instagram resminya dan dibagikan ulang oleh akun X @GUSDURians.
Dalam video singkat tersebut, Anita Wahid mengaku bahwa dahulu keluarganya selalu mendapat telepon berisi ancaman pada waktu yang sama setiap harinya.
"Oke, kita semua sudah tahu apa yang terjadi sama Tempo, mereka dikirimin kepala babi. Gue jadi pengen cerita mengenai satu periode dalam hidup gue, waktu gue masih SMP, dan itu jaman Orde Baru yang terjadi. Jadi, waktu itu belum ada handphone, jadi semua telepon itu masuknya ke telepon rumah. Di dalam periode ini yang rentangnya kurang lebih sekitar beberapa bulan, itu hampir setiap sore sekitar jam 4 atau setengah 5 sore, itu ada telepon masuk ke rumah. Dan biasanya gue yang ngangkat karena gue yang ada di rumah. Kadang adek gue, Inayah, yang bahkan waktu itu masih SD, kadang-kadang dia juga yang ngangkat, tapi paling sering gue," ucap Anita Wahid.
Anita Wahid mengatakan bahwa penelepon merupakan seorang lelaki yang kerap melayangkan ancaman. Penelepon tersebut mendesak agar Gus Dur berhenti buka suara. Jika tidak, keluarganya akan dikirimi kepala Gus Dur yang sudah dipenggal.
"Setiap kali gue ngangkat telepon dan gue bilang 'halo', maka ada suara di seberang, yang suaranya adalah suara laki-laki, biasanya menggelegar, nadanya marah, mengintimidasi, dan ngebentak gitu, terus dia akan ngomong 'heh bilang sama bapak kamu, suruh dia berhenti bicara. Kalau nggak, kamu akan saya kirimin kado yang bagus banget dan gede, isinya kepala bapak kamu'. Habis itu dia ketawa-ketawa, terus tutup telepon," aku Anita Wahid.
Teror serupa terus dialami oleh keluarga Gus Dur. Anita Wahid kemudian menyoroti bahwa tindakan yang sama juga telah dialami oleh Tempo, meskipun memiliki sedikit perbedaan.
Baca Juga: Soal Teror Kepala Babi dan Tikus di Kantor Tempo, Istana Jamin Tak Ada Sensor atau Bredel
"Besoknya, sore kurang lebih jam yang sama, akan ada telepon lagi yang kurang lebih begitu juga, mungkin kadang-kadang potongan tubuh mana aja yang beda, tapi intimidasi dan terornya kurang lebih sama. Dan itu terjadi beberapa bulan, hampir setiap hari terjadi. Nah kalau sekarang kita balik sama apa yang dialami Tempo, tentu yang gue alamin dan yang dialamin Tempo ada perbedaannya. Kayak misalnya, kalau di gue itu hanya sekadar audio dan gue nggak tau, gue nggak ngelihat langsung. Sementara yang dialami oleh Tempo, bentuknya jelas, ada kepala babi dan itu sangat visual. Lalu kemudian, yang juga menurut gue sama dan perlu kita pikirkan bareng-bareng adalah penerima pesannya,"jelasnya.
Tak hanya itu, Anita Wahid juga menyoroti penerima pesan ancaman tersebut, di mana kali ini terlihat sangat spesifik menyasar satu orang.
"Kalau di kasus gue, penerima pesannya gue atau sebenernya keluarga intinya Gus Dur gitu ya, bukan gue. Gue hanya kebetulan yang angkat telepon. Sementara kalau di Tempo, yang menarik adalah yang menerima pesan itu adalah Mbak Cica. Dari semua orang yang ada di timya Tempo atau kita perkecil timnya Bocor Alus gitu misalnya, kenapa Mbak Cica yang menerima itu? Kenapa dua-duanya menargetkan perempuan dan bahkan di dalam kasusnya keluarga Gus Dur, anak-anaknya yang masih minor. Ini menarik banget buat kita pikirin, kenapa? Alasannya apa?" imbuhnya.
Anita Wahid menambahkan bahwa pesan ancaman tersebut pun memiliki tujuan yang sama, yaitu upaya pembungkaman.
"Tapi walaupun ada perbedaan, sebenarnya pesannya sama. Pesannya adalah berhenti bicara, berhenti mengkritik, karena kalau nggak, akan ada konsekuensi besar yang akan kamu tanggung. Dan konsekuensi besarnya itu tidak menutup kemungkinan bentuknya adalah nyawamu," ujarnya.
Meski begitu, Anita Wahid secara tegas menolak upaya pembungkaman tersebut. Ia juga mengatakan jika teror seperti itu sangat nyata dan dapat dilakukan dalam bentuk apa pun di zaman sekarang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Samsung Galaxy A57 5G Lolos Sertifikasi: Pakai Chip Anyar Exynos dan RAM 12 GB
-
Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro Diprediksi Bawa Performa Kencang, Clock Speed 5,5 GHz
-
Fantastis, Segini Hadiah Aurora PH usai Juara M7 World Championship 2026
-
58 Kode Redeem FF Terbaru Aktif 26 Januari: Raih Skin Gojo, Banner Jujutsu, dan Diamond
-
Turki Jadi Tuan Rumah MLBB M8 World Championship, Wild Card di Thailand
-
Film Super Mario Galaxy Rilis Lebih Cepat, Trailer Baru Ungkap Kehadiran Yoshi
-
Profil Aurora Light: 'Bro Cahyo' Menyala, Eks Pemain MPL ID Jadi Finals MVP M7 Mobile Legends
-
iQOO 15 Ultra Resmi Meluncur 4 Februari, Bawa Performa Gahar Kelas Monster
-
Harga Diprediksi Lebih Miring, Oppo Find X9s Bakal Bawa Dua Sensor 200 MP
-
Waspada Penjahat Siber Menyebar File Berbahaya Menyamar Sebagai E-Book PDF