2. Membatasi pelacakan lokasi
Banyak aplikasi, termasuk layanan Google, terus melacak lokasi pengguna meski aplikasi tersebut tidak sedang aktif.
Data ini digunakan untuk memberikan rekomendasi berbasis lokasi, iklan yang disesuaikan, dan pembaruan lalu lintas. Jika pengguna ingin mengontrol aplikasi mana saja yang bisa mengakses lokasi pengguna, ikuti langkah-langkah berikut:
- Buka Setelan di perangkat Android.
- Pilih Lokasi.
- Pilih aplikasi dari daftar.
- Ketuk Izin.
- Pilih Izinkan hanya saat menggunakan aplikasi atau Jangan izinkan jika aplikasi tersebut tidak memerlukan akses lokasi.
Dengan membatasi pelacakan lokasi, pengguna dapat mencegah pengumpulan data yang tidak perlu dan mengurangi kemungkinan pelacakan oleh pihak ketiga.
3. Menonaktifkan iklan yang dipersonalisasi
Google menggunakan riwayat pencarian, kebiasaan menjelajah, dan penggunaan aplikasi di ponsel Android untuk menampilkan iklan yang dipersonalisasi.
Meskipun hal ini terlihat mudah, ini bisa menimbulkan masalah privasi bagi pengguna yang tidak ingin data mereka diprofilkan. Beruntungnya, pengguna dapat memilih untuk menonaktifkan personalisasi iklan.
Untuk menonaktifkan iklan yang dipersonalisasi, ikuti cara di Bawah ini:
- Kunjungi halaman Akun Google pengguna di browser.
- Pilih bagian Data & privasi.
- Klik Pusat Iklan Saya.
- Temukan opsi Iklan yang dipersonalisasi dan matikan.
Setelah menonaktifkan opsi ini, Google tidak akan lagi menyesuaikan iklan berdasarkan aktivitas pengguna, meskipun pengguna masih akan melihat iklan, namun iklan tersebut akan lebih umum dan tidak relevan dengan minat pengguna.
Baca Juga: Xiaomi Tambahkan 8 HP Baru ke Pengujian Android 16 HyperOS 2
4. Meninjau setelan privasi Google
Google menyediakan fitur Pemeriksaan Privasi yang memungkinkan pengguna untuk mengelola preferensi berbagi data.
Alat ini memungkinkan pengguna untuk memeriksa dan menyesuaikan setelan terkait riwayat lokasi, visibilitas profil, dan izin aplikasi pihak ketiga.
Untuk melakukan pemeriksaan privasi, ikuti langkah-langkah di bawah ini:
- Buka setelan akun Google.
- Pilih Lakukan Pemeriksaan Privasi di bagian Pemeriksaan Privasi.
- Tinjau dan ubah setelan untuk data linimasa, informasi profil, dan koneksi pihak ketiga.
- Klik Selesai untuk menyimpan perubahan.
Fitur ini memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana Google mengelola data pengguna, sehingga memberi pengguna kontrol lebih besar atas data yang dibagikan.
5. Menghentikan Asisten Google agar tidak selalu mendengarkan
Asisten Google terus-menerus mendengarkan perintah "Hai Google" untuk mengaktifkan fitur pengenalan suara.
Walaupun ini sangat berguna untuk kontrol bebas tangan, beberapa pengguna mungkin merasa terganggu. Jika pengguna ingin menghentikan Asisten Google agar tidak terus-menerus mendengarkan, pengguna dapat menonaktifkan fitur Voice Match.
Untuk menonaktifkan deteksi "Hai Google", ikuti perintah di bawah ini:
- Buka Setelan di ponsel.
- Pilih Google.
- Buka Penelusuran, Asisten & Suara.
- Pilih Asisten Google.
- Masuk ke Voice Match.
- Nonaktifkan "Hai Google".
Dengan menonaktifkan pengaturan ini, ponsel pengguna tidak akan lagi mendengarkan untuk mengaktifkan Asisten Google secara otomatis.
Namun, pengguna masih dapat mengakses Asisten dengan menekan tombol beranda atau menggunakan aplikasi Asisten.
Dengan mengatur HP Android pengguna agar lebih memperhatikan privasi, pengguna dapat melindungi data pribadi mereka dari pengumpulan yang tidak sah dan memastikan perangkat mereka lebih aman.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
Terkini
-
47 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Juni 2026: Bocoran Pemain OVR 120 dan Klaim Koin Jutaan
-
Rekomendasi HP AI untuk Healing dan Traveling, Galaxy A57 5G Punya Kamera Pintar dan Baterai Awet
-
Mengenal Instagram Plus, Apa Saja Kelebihan dan Harga Berlangganannya?
-
4 Rekomendasi Kulkas 2 Pintu Inverter Terlaris 2026: Cepat Dingin, Hemat Listrik 47 Persen
-
175 Platform Digital Sudah Diperiksa Komdigi, Netflix, Shopee dan PUBG Termasuk
-
7 Kelebihan dan Kekurangan Lenovo Yoga Tab: Tablet AI Chip Kencang dengan Layar Ciamik
-
Samsung Siapkan Tablet Tahan Banting dengan Jaringan 5G, Dukung Sertifikasi Militer
-
5 Kritik Ferry Latuhihin: Rupiah Anjlok, Curigai Mati Listrik Massal Gegara 'Ekonomi'
-
4 HP Xiaomi RAM 12 GB dan Memori Internal 256 GB Termurah Juni 2026
-
3 HP Samsung Rp3 Jutaan dengan Kamera Terbaik sesuai Review dan Harga