Suara.com - WhatsApp sebelumnya mengumumkan peluncuran fitur baru yang dirancang untuk meningkatkan keamanan dan perlindungan privasi penggunanya.
Fitur ini memungkinkan pengguna untuk memblokir pesan otomatis dari akun yang tidak dikenal, dengan tujuan utama untuk mengurangi potensi spam. Pengguna dapat mengaktifkan opsi ini melalui pengaturan privasi di bagian Lanjutan, yang memungkinkan WhatsApp untuk secara otomatis memblokir pesan dari akun yang mengirimkan sejumlah besar pesan dalam waktu singkat.
Berbeda dengan pemblokiran menyeluruh yang memblokir semua pesan dari akun yang tidak dikenal, fitur ini lebih terfokus untuk menangani pesan yang datang dalam volume tinggi dalam waktu singkat.
Dengan cara ini, WhatsApp membantu memastikan bahwa pesan yang relevan tetap diterima oleh pengguna, sementara pesan yang berpotensi mengganggu atau berbahaya dapat diblokir secara otomatis.
WhatsApp tampaknya semakin serius dalam melindungi privasi dan keamanan pengguna, dan ini terlihat dari upaya mereka untuk memperkenalkan pembaruan baru yang lebih canggih.
Salah satu pembaruan signifikan yang sedang dikembangkan adalah fitur privasi obrolan tingkat lanjut. Fitur yang saat ini sedang diuji dalam versi beta WhatsApp untuk Android (versi 2.25.10.14) tersebut bertujuan untuk memberikan kontrol lebih besar kepada pengguna terkait dengan berbagi pesan dan media di dalam obrolan mereka.
Fitur ini akan memungkinkan pengguna untuk membatasi media yang diterima, seperti gambar atau video, agar tidak disimpan secara otomatis ke galeri perangkat mereka.
Ini berarti bahwa jika seseorang mengirim gambar atau video kepada pengguna yang mengaktifkan fitur ini, media tersebut tidak akan disalin atau disimpan langsung ke galeri perangkat penerima.
Dilansir dari WABetaInfo pada Jumat (4/4/2025), fitur pembatasan ini sebenarnya sudah diterapkan pada pesan yang menghilang (disappearing messages), namun WhatsApp kini sedang memperluas penerapannya ke seluruh percakapan, sehingga memberikan kontrol lebih bagi pengguna dalam mengelola data pribadi mereka.
Baca Juga: Cara Menambahkan Lagu di Status WhatsApp, Makin Mirip Instagram
Selain itu, fitur privasi obrolan lanjutan ini juga mencakup pembatasan untuk mengekspor riwayat obrolan.
Jika fitur ini diaktifkan, WhatsApp akan memblokir ekspor riwayat obrolan yang berisi pesan dari pengguna yang telah mengaktifkan pengaturan ini, guna menjaga privasi percakapan dan mencegah penyebaran data yang tidak sah.
Meskipun begitu, fitur ini tidak akan membatasi penerusan pesan, yang tetap dapat dilakukan oleh pengguna, sehingga kegunaan fitur ini tetap terjaga.
Selanjutnya, jika fitur privasi obrolan lanjutan diaktifkan, peserta dalam percakapan tidak akan dapat berinteraksi dengan Meta AI melalui percakapan tersebut, yang semakin memperkuat kontrol atas siapa yang dapat mengakses percakapan tersebut.
Fitur ini, meskipun terbatas pada perlindungan ekspor riwayat obrolan dan pembatasan penyimpanan media, memberikan harapan bahwa WhatsApp akan terus mengembangkan alat-alat untuk lebih meningkatkan kontrol privasi pengguna di masa depan.
Hal ini terutama penting bagi pengguna yang sering berkomunikasi mengenai topik-topik sensitif dan ingin memastikan bahwa percakapan mereka tidak jatuh ke tangan yang salah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
GoRide Hemat Siap Dihapus Gojek, Ini Alasan GoTo Hentikan Skema Langganan Driver
-
Nintendo Segera Rilis Pictonico, Game Mobile 'Absurd' yang Butuh Foto Selfie
-
Bocoran Harga Realme 16T Beredar: Siap ke Indonesia, Baterai 8.000 mAh Tahan 3 Hari
-
Samsung Galaxy A27 dan Galaxy M47 Kompak Pakai Snapdragon, Tradisi Exynos Hilang?
-
Virtuos Tertarik Hadirkan Port GTA 5 dan Red Dead Redemption 2 di Nintendo Switch
-
Asus Rilis Pesaing MacBook Neo dan Lini Laptop Gaming, Tawarkan Layar Lebih Baik
-
5 HP Android dengan Fitur Video Sinematik Alternatif iPhone: Resolusi Tinggi, Bokeh Rapi
-
4 Risiko Beli iPhone Inter yang Harga Miring tapi Rawan Blokir, Pikir Dulu sebelum Tergiur
-
4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
-
Budget 2 Jutaan Dapat Tablet Apa? Ini 5 Rekomendasi Paling Worth It, Ada Slot SIM Card