Suara.com - NEC Indonesia mengambil langkah besar dalam upaya pelestarian lingkungan dengan menanam 6.250 pohon di dua desa, yakni Desa Sukaresmi dan Sukaharja, yang terletak di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor.
Aktivitas ini mencakup area seluas 10,5 hektare dan merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung keberlanjutan lingkungan serta melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) yang berkelanjutan.
Program penghijauan ini memberikan dampak positif yang signifikan tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga terhadap masyarakat setempat.
Berdasarkan analisis allometrik terhadap jenis pohon yang ditanam, diperkirakan bahwa pohon-pohon yang ditanam akan menyerap sekitar 710 ton emisi karbon dioksida ekuivalen (COeq) sepanjang hidupnya.
Hal ini menjadi bukti konkret kontribusi NEC Indonesia dalam upaya global untuk mengurangi dampak perubahan iklim melalui kegiatan penghijauan yang ramah lingkungan.
Lebih dari sekedar dampak terhadap lingkungan, program ini juga memberikan manfaat sosial yang sangat penting bagi penduduk sekitar.
Dengan penanaman pohon yang menciptakan ruang hijau seluas 10,5 hektare, tercipta lingkungan yang lebih sejuk dan sehat, serta kualitas udara yang lebih baik.
Selain itu, keberadaan pohon-pohon tersebut turut meningkatkan pengelolaan sumber daya air yang dapat memberikan keuntungan bagi masyarakat.
Dalam aspek ekonomi, petani di sekitar lokasi juga memperoleh manfaat langsung dari hasil pertanian tahunan pohon buah atau hasil penjualan kayu.
Baca Juga: Percepat Emisi Nol Bersih, Holding BUMN Pertambang Gunakan Strategi Ini
Presiden Direktur NEC Indonesia, Joji Yamamoto, menegaskan bahwa keberlanjutan merupakan salah satu nilai inti yang dipegang oleh perusahaan.
Ia mengatakan, NEC Indonesia memandang keberlanjutan bukan hanya sebagai bagian dari inovasi teknologi, tetapi juga sebagai komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.
"Sebagai bagian dari NEC 2030 Vision, kami berkomitmen untuk menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan dengan memanfaatkan teknologi dan melaksanakan inisiatif lingkungan yang berdampak positif," katanya dalam keterangan resminya, Rabu (9/4/2025).
Program ini diharapkan dapat berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan memberikan manfaat sosial bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Pemantauan tahap ketiga terhadap pohon-pohon yang ditanam menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan.
Pohon-pohon kayu seperti Jati, Mahoni, dan Sengon telah tumbuh dengan baik, dengan tinggi antara 2,15 hingga 3,25 meter dan diameter batang yang bervariasi antara 2,35 hingga 4,47 cm.
Berita Terkait
-
Lebih Dari 5.000 Siswa Kenali Energi Transisi Lewat 12 Sekolah Energi Berdikari Pertamina
-
Petrokimia Gresik Garap Proyek Dekarbonisasi
-
Axioo AI Summit, Puncak Prestasi Talenta AI Indonesia
-
CCS Indonesia Berpotensi Jadi Pemimpin Global, Eddy Soeparno: Peluang Investasi Besar
-
SMGR Raih Validasi Internasional untuk Target Pengurangan Emisi
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri
-
Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen
-
Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
-
Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut
-
Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota
-
Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik
-
Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat
-
Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki
-
Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada
-
Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen