Suara.com - Tak terlalu banyak teaser, perusahaan resmi meluncurkan Vivo Pad SE ke publik pada Senin (21/04/2025). Tablet murah ini mengusung layar lega dengan harga Rp 2 jutaan saja.
Perangkat mengincar segmen anak sekolah atau pengguna yang ingin memiliki tablet entry-level. Tak tanggung-tanggung, Vivo Pad SE mempunyai layar luas hingga 12,3 inci.
Perangkat mengusung layar IPS LCD 12,3 inci beresolusi 2464 x 1600 piksel dengan refresh rate 90 Hz dan cakupan warna sRGB penuh.
Perusahaan memberikan lapisan layar khusus yang diklaim dapat mengurangi pantulan hingga 97 persen. Itu juga dapat membantu mengatasi ketegangan mata.
Tablet Vivo Pad SE debut sebagai tablet untuk anak sekolah dan sektor pendidikan secara umum. Vivo menyematkan beberapa aplikasi pendidikan untuk mendukung siswa di China.
Belum diketahui apakah Vivo Pad SE akan tersedia untuk pasar internasional atau tidak. Soal jeroan, Vivo Pad SE mengandalkan chipset Snapdragon 4 Gen 2 dengan opsi RAM 6 GB atau RAM 8 GB.
Perusahaan menyediakan dua pilihan penyimpanan internal yaitu 128 GB dan 256 GB. Vivo Pad SE mengemas baterai berkapasitas 8.500 mAh dengan fast charging 15 W.
Ukuran baterai tergolong biasa saja untuk mengakomodasi layar luas milik Vivo Pad SE. Meski begitu, ini tergolong normal mengingat perusahaan mencoba menekan harga agar perangkat tetap terjangkau.
Tablet sudah dibekali dengan aplikasi dan alat pemindai khusus. Pengguna dapat melakukan scan atau memindai dokumen di depan tablet memakai alat tersebut.
Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Redmi Pad SE 8.7, Tablet Murah Rp 1 Jutaan Terbaru!
Ini artinya mereka mampu mendigitalkan buku pelajaran. Dikutip dari Notebookcheck, perusahaan turut menyediakan jadwal belajar berbasis AI.
Terdapat dua pilihan layar yang ditawarkan pada Vivo Pad SE, yaitu versi standar dan Soft Light Edition. Secara khusus, varian Soft Light dikembangkan dengan tujuan untuk meminimalkan ketegangan pada mata pengguna.
Hal ini dicapai melalui implementasi teknologi nano-etching AG yang diklaim oleh Vivo mampu mereduksi refleksi dan silau layar hingga mencapai 97 persen.
Keunggulan varian Soft Light yaitu telah mendapatkan sertifikasi dari TÜV Rheinland atas kemampuannya dalam mengurangi pantulan dan emisi cahaya biru.
Meskipun demikian, layar standar juga dilengkapi dengan fitur perlindungan cahaya biru rendah pada tingkat perangkat keras.
Selain itu, baik layar standar maupun Soft Light memiliki fitur-fitur serupa seperti peredupan DC, mode tidur yang dirancang untuk menyesuaikan dengan ritme sekresi melatonin tubuh, pengaturan suhu warna layar, serta kontrol kecerahan bionik.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
35 Kode Redeem FF 7 Februari 2026: Bocoran Lengkap P Joker Revenge, Transformasi Peta Bermuda Gurun
-
22 Kode Redeem FC Mobile 7 Februari 2026, Prediksi Hadirnya CR7 dan Messi OVR Tinggi
-
Apakah Smart TV Bisa Tanpa WiFi? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Layar Jernih 32 Inch
-
7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
-
TV OLED dengan Dukungan NVIDIA G-SYNC, Hadirkan Pengalaman Main Game Tanpa Lag
-
Kolaborasi Honkai Star Rail dan Fortnite, Hadirkan Skin Spesial dan Berbagai Keseruan
-
5 Smart TV 24 Inci 4K Murah, Visual Jernih untuk Nonton Maupun Monitor PC
-
4 Prompt Gemini AI Terbaik untuk Hasil Foto Analog Tahun 1994 yang Ikonik
-
Smart TV Murah dan Bagus Merk Apa? Ini 3 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
-
Swing Kencang, Sinyal Ngebut: Telkomsel x Topgolf Hadirkan Paket Golf + Internet