Suara.com - Ponsel fitur atau Feature Phone kini diminati Gen Z. Fenomena ini terjadi di Amerika Serikat beberapa tahun terakhir dan menandakan smartphone mulai ditinggalkan oleh generasi tersebut.
Fenomena ini tentu jadi angin segar buat HMD Global. Seperti diketahui, perusahaan tersebut merupakan pemilik lisensi Nokia, yang biasa disebut ponsel sejuta umat dan mulai hadir di era 2000-an awal.
Ada beberapa jenis ponsel jadul yang bisa dipilih Gen Z untuk menggantikan ponsel pintar mereka. Setidaknya, produk-produk tersebut beberapa diantaranya keluaran HMD Global.
HMD Global merilis model ponsel klasik yang pernah mereka buat. Ini adalah upaya mereka membangkitkan kenangan lawas sebelum melepas lisensi Nokia pada tahun depan.
Apa saja ponsel-ponsel dengan model jadul yang bisa dipilih Gen Z? Simak berikut ini:
1. Nokia 5710XA 4G (2025)
Nokia 5710XA 4G pertama kali dirilis pada 2022. Desainnya unik karena dilengkapi sepasangan earbuds nirkabel yang tersembunyi di bagian belakang serta kontrol fisik musik di sisi bodi.
Konsep ini akan dipertahankan untuk versi 2025. Hanya saja, port Micro USB akan diganti menjadi USB-C.
2. Nokia 130
Baca Juga: HP Nokia Resmi Pensiun, Kalah Saing dari Android dan iOS
Nokia 130 Music unggul untuk urusan audio. Ponsel ini dilengkapi speaker belakang 2W yang kuat, layar QVGA 2,4 inci, tombol musik khusus, baterai lepas-pasang 2.500mAh, dan bluetooth 5.0. Menariknya, baterai ini disebut mampu bertahan sampai 34 hari dalam mode stanby.
Ada dua senter LED yang dipasang di Nokia 130 Music. Ponsel ini juga mendukung untuk pembayaran digital UPI
3. 150 Music
150 Music bisa dibilang saudara kembar Nokia 130 Music yang unggul terkait audio. Bedanya, ponsel ini terdapat kamera belakang QVGA dan juga lampu kilat serta fitur scan-and-pay.
4. Barbie Flip Phone
HMD juga tengah fokus memakai nama "HMD", peralihan sebelum melepas lisensi Nokia. Baru-baru ini, HMD merilis Barbie Flip Phone di India.
Tag
Berita Terkait
-
Sony Xperia 10 VIII Muncul di Geekbench: Chipset Lama, Pesona Tetap Menyala
-
Tren Personal Branding oleh Gen Z: Sesulit Itukah Menjadi Diri Sendiri?
-
Aging Population dan Gen Z yang Terjepit Generasi Sandwich
-
Gen Z Mulai Gemar Beli Produk Lokal: Bangga atau Sekadar Ikut Tren?
-
Fenomena Slow Dating: Saat Gen Z Tidak Lagi Terburu-buru Menjalin Hubungan
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana