Permintaan akan cheat dan versi crack di sekitar rilis CoD yang kompetitif seperti Modern Warfare III memicu aktivitas berbahaya.
Sementara penggemar The Sims yang mencari konten khusus atau paket ekspansi yang belum dirilis mungkin secara tidak sengaja mengunduh file berbahaya yang disajikan sebagai mod atau akses awal.
Sebagai akibat dari serangan tersebut, perangkat pengguna dapat terinfeksi dengan berbagai jenis perangkat lunak berbahaya.
Mulai dari pengunduh yang dapat memasang program asing tambahan, hingga trojan yang mencuri kata sandi, memantau aktivitas, memberikan akses jarak jauh kepada penyerang, hingga menyebarkan ransomware.
Sasaran serangan ini bervariasi, dan satu motif umum adalah mencuri akun game, yang kemudian dijual di dark web atau forum tertutup.
Pakar Kaspersky GReAT juga menganalisis pasar darknet dan platform tertutup untuk iklan yang menjual akun game dan skin yang disusupi.
Penelitian menunjukkan semakin banyak penawaran semacam itu muncul tidak hanya di darknet, tetapi juga di forum tertutup biasa dan saluran Telegram, membuat aset terlarang ini lebih terlihat dan dapat diakses dari sebelumnya.
Hal ini menunjukkan bahwa pencurian akun game dan barang digital tidak lagi terbatas pada kalangan khusus, yakni pencurian mulai menyebar ke ruang daring yang lebih terbuka.
Hambatan untuk masuk dalam penjualan atau pembelian akun curian telah menurun secara signifikan.
Baca Juga: 8 Aplikasi Game Penghasil Saldo DANA Tercepat, Langsung Cair
Apa yang dulunya merupakan praktik teknis dan rahasia telah menjadi pasar yang cepat, mudah diakses, dan global.
Sekarang, hanya perlu beberapa klik untuk bergabung dengan saluran Telegram pribadi dan mengakses ratusan daftar yang menawarkan skin langka, akun peringkat tinggi, dan akses ke barang premium dalam game.
Dan bagi para gamer, ini berarti bahwa risiko kehilangan akun atau akun dijual kembali bukan lagi insiden langka, ancaman ini jadi bersifat sangat umum.
Untuk mengatasi hal ini, Kaspersky telah meluncurkan gim daring interaktif, “Case 404”, yang dibuat khusus untuk para gamer Gen Z.
Dalam petualangan detektif dunia maya ini, pemain menyelami kasus-kasus fiktif yang terinspirasi oleh ancaman digital nyata, mempelajari cara mengenali penipuan, upaya phishing, dan taktik pengambilalihan akun yang umum dalam game.
Dengan "Case 404", Kaspersky tidak hanya meningkatkan kesadaran, tetapi juga membekali pemain dengan pola pikir dan keterampilan untuk tetap aman saat melakukan apa yang mereka sukai.
Mereka yang menyelesaikan permainan juga menerima diskon untuk Kaspersky Premium, yang memberi mereka perlindungan andal untuk melindungi permainan dan kehidupan digital mereka.
"Dari game blockbuster dunia terbuka seperti GTA hingga simulator yang nyaman seperti The Sims, penjahat dunia maya menargetkan game di setiap genre yang disukai Gen Z," kata Vasily Kolesnikov, pakar keamanan di Kaspersky, dalam keterangan resminya, Kamis (3/7/2025).
Menurutnya, yang menyatukan mereka adalah audiensnya dimana Gen Z adalah generasi yang paling aktif secara digital, meninggalkan jejak data, klik, dan rasa ingin tahu yang kaya.
"Hal ini menjadikan mereka target utama, bukan karena mereka ceroboh, tetapi karena mereka terus-menerus online, menjelajah, mengunduh, dan berbagi," tambah dia.
Vasily Kolesnikov, mengungkapkan bahwa itulah sebabnya pertahanan diri digital tidak lagi opsional. Mempelajari cara mengenali ancaman harus sealami naik level layaknya dalam permainan.
"Melalui "Case 404", kami ingin membekali pemain muda dengan alat dan naluri untuk melindungi apa yang paling penting bagi mereka, seperti identitas digital, akun, dan kebebasan mereka bermain dengan aman," pungkasnya.
Berita Terkait
-
7 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 30 Juni: Klaim Pemain 108-109 Gratis di Event
-
35 Kode Redeem FF Max Terbaru 30 Juni: Klaim Diamond dan Skin Cobra
-
5 Kode Redeem FC Mobile 1 Juli 2025: Cara Klaim Pemain Bintang 109 dan Jutaan Koin Gratis!
-
7 Game Penghasil Uang Tanpa Iklan yang Seru dan Terbukti Membayar
-
45 Kode Redeem FF Terbaru 30 Juni: Ada Emote Keren dan Bundle Menarik
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN