Suara.com - Serangan siber kian canggih dan tersembunyi secara rapih berkat kecerdasan buatan (AI) gelap (Dark AI).
Hal ini diungkap Kaspersky yang memaparkan bagaimana penyerang menggunakan teknologi AI untuk melancarkan ancaman digital di seluruh dunia.
Mulai dari serangan phishing sederhana hingga spionase siber yang didukung negara.
“Sejak ChatGPT mendapatkan popularitas global pada tahun 2023, kami telah mengamati beberapa adopsi AI yang bermanfaat, mulai dari tugas-tugas sederhana seperti pembuatan video hingga deteksi dan analisis ancaman teknis," kata Sergey Lozhkin, Kepala Tim Riset & Analisis Global (GReAT) untuk META dan APAC di Kaspersky.
Di saat yang sama, dia menambahkan, pelaku kejahatan siber menggunakannya untuk meningkatkan kemampuan serangan mereka.
"Kita memasuki era keamanan siber dan masyarakat di mana AI adalah perisai dan Dark AI adalah pedangnya,” ucapnya dalam keterangan resminya, Sabtu (9/8/2025).
Dark AI mengacu pada penerapan model bahasa besar (LLM) lokal atau jarak jauh yang tidak dibatasi dalam kerangka kerja penuh atau sistem chatbot yang digunakan untuk tujuan berbahaya, tidak etis, atau tidak sah.
Sistem ini beroperasi di luar kendali keamanan, kepatuhan, atau tata kelola standar, yang seringkali memungkinkan kemampuan seperti penipuan, manipulasi, serangan siber, atau penyalahgunaan data tanpa pengawasan.
Lozhkin menjelaskan bahwa penggunaan AI berbahaya yang paling umum dan terkenal saat ini adalah dalam bentuk Black Hat GPT, yang muncul sejak pertengahan tahun 2023.
Baca Juga: 5 Rekomendasi HP Murah dengan Fitur AI Harga Rp 1 Jutaan, Terbaik di Agustus 2025
Ini adalah model AI yang sengaja dibuat, dimodifikasi, atau digunakan untuk melakukan aktivitas yang tidak etis, ilegal, atau berbahaya.
Seperti menghasilkan kode berbahaya, merancang email phishing yang lancar dan persuasif untuk serangan massal maupun tertarget, membuat deepfake suara dan video, dan bahkan mendukung operasi Red Team.
Black Hat GPT dapat berupa model AI privat atau semi-privat.
Contoh yang diketahui antara lain WormGPT, DarkBard, FraudGPT, dan Xanthorox, yang dirancang atau diadaptasi untuk mendukung kejahatan siber, penipuan, dan otomatisasi berbahaya.
Selain penggunaan Dark AI yang umum, Lozhkin mengungkapkan bahwa para ahli Kaspersky kini mengamati tren yang lebih gelap dimana aktor negara-bangsa memanfaatkan LLM dalam kampanye mereka.
OpenAI baru-baru ini mengungkapkan telah menggagalkan lebih dari 20 operasi siber terselubung yang mencoba menyalahgunakan perangkat AI-nya.
Berita Terkait
-
5 Rekomendasi Tablet AI Terbaik Mulai Rp1 Jutaan: Pas untuk Kerja, Produktivitas Makin Maksimal!
-
Alibaba AI Quark, Kacamata Pintar dari China Pesaing Ray Ban Meta
-
Samsung Indonesia Pastikan Fitur Galaxy AI Masih Gratis
-
Serangan Siber Makin Pintar! AI Jadi Senjata Melawannya
-
Perpres AI Terbit September 2025, Atur Penggunaan Teknologi Kecerdasan Buatan di Indonesia
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam
-
BTN dan PPATK Renovasi 20 RTLH, Bantu Wujudkan Hunian Layak bagi Keluarga Prasejahtera
-
Cerdas! Begini Langkah Kang Edai Mengubah Desa Kemiren Jadi Naik Kelas
-
Arti Penting Berlian bagi Anggun C Sasmi: Bukan Sekadar Aksesori, tapi Self-Reward
-
5 Rekomendasi Sunscreen Ectoin untuk Memperbaiki Skin Barrier dan Anti Polusi
-
Sengketa 6,1 Hektare Kencana Bogor Memanas, AJB Dipersoalkan hingga Dugaan Rekayasa Hukum
-
5 Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum, Ini Cara Mengakalinya
-
Bukan Asal Murah, Ini 5 Kriteria Tasya Kamila Saat Memilih Perabotan Rumah Tangga
-
HP 64 GB Mulai Lemot? Coba 6 Trik Sederhana Ini sebelum Ganti Ponsel
-
Jetour T2 i-DM Padukan Desain Boxy Ikonik dengan Teknologi PHEV Modern