Suara.com - Kabar tentang pembagian kuota Internet 50 GB gratis untuk menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia mendadak viral di media sosial. Banyak pengguna internet yang tergiur untuk mengklik tautan yang beredar.
Namun, informasi yang beredar melalui pesan berantai ini ternyata tidak benar. Link yang dikirimkan di dalam pesan tersebut justru berpotensi merugikan kamu.
Berdasarkan penelusuran, tautan tersebut tidak berasal dari penyedia layanan internet resmi. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menegaskan bahwa informasi ini adalah hoaks yang dibuat untuk mengelabui masyarakat.
“50 GB tanpa syarat” berikut potongan pesan berantai yang membuat orang tertarik untuk mengklik link. Saat mengklik tautan, kamu akan diarahkan ke situs palsu yang meminta data pribadi. Data ini bisa disalahgunakan untuk pencurian identitas atau penipuan daring.
Modus penipuan ini memanfaatkan momen perayaan kemerdekaan untuk menarik perhatian. Karenanya beberapa orang mungkin akan menyangka promo ini memang benar.
Kominfo mengimbau masyarakat agar selalu memeriksa sumber informasi sebelum membagikannya. Jangan mudah percaya dengan janji kuota Internet 50GB gratis atau penawaran lain yang terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.
Praktik seperti ini termasuk phishing, yakni upaya mendapatkan data penting seperti nomor telepon, alamat email, hingga kata sandi. Jika sudah terlanjur mengisi data, segera ganti kata sandi akun dan aktifkan autentikasi ganda.
Utamakan untuk mengganti kata sandi email yang terhubung dengan akun-akun penting. Ini termasuk akun bank, dompet elektronik, serta toko online atau aplikasi yang memiliki opsi transaksi di dalamnya.
Masyarakat diharapkan lebih kritis dan tidak tergesa-gesa membagikan informasi yang belum terverifikasi. Kewaspadaan sangat penting untuk mencegah kerugian di dunia digital.
Baca Juga: Eks Staf Nadiem Tersangka di Kejagung, KPK Usut Proyek Kuota Internet Gratis Kemendikbudristek
Sebagai pengingat, tidak ada pembagian kuota Internet 50 GB gratis resmi dari pemerintah atau penyedia layanan internet dalam rangka Hari Kemerdekaan.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Tautan Kuota Internet Gratis 50 GB Sambut HUT ke-80 RI Beredar, Benarkah?
-
Anti Gosong, Ini 5 Rekomendasi Body Lotion SPF 50 untuk Lindungi Kulit saat 17-an
-
Respons Pemerintah ke Bendera One Piece Dicap Berlebihan, Arya Novrianus: Takut Sama Bendera Anime?
-
Jelang 17 Agustus, Istana Kepresidenan Dipercantik
-
Tri Salurkan 1.000 Routers ke Lebih dari 400 Sekolah
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana