Suara.com - Kanwil Kemenag Aceh mengimbau kepada masyarakat untuk turut mensyiarkan ibadah shalat sunnah khusuf saat malam terjadinya gerhana bulan total.
Pada 7 sampai 8 September 2025 atau bertepatan 15 Rabiul Awal 1447 Hijriah nanti.
"Kepada masyarakat untuk mensyiarkan ibadah shalat sunnah khusuf, walaupun gerhana terjadi di tengah malam," kata Kepala Kemenag Aceh, Azhari, di Banda Aceh, Minggu 31 Agustus 2025.
Azhari menekankan, gerhana bulan ini jangan dikaitkan dengan kematian, musibah atau hal-hal buruk lainnya, karena ini hanya fenomena alam untuk menegaskan keagungan dan kebesaran Allah SWT.
Ia menyampaikan, tim Observatorium Pengamatan Astronomi Tgk Chiek Kuta Karang nantinya bakal memusatkan pengamatan gerhana ini di halaman Kanwil Kemenag Aceh dengan menggunakan lima unit teleskop astronomi.
Serta melaksanakan ibadah salat khusuf di Musala Al-Ikhlas setempat.
"Masyarakat dapat memantau proses terjadinya gerhana dengan cara melihat langsung ke arah bulan purnama, atau dapat menyaksikan secara live peristiwa gerhana bulan pada channel YouTube atau Facebook Kemenag Aceh," ujar Azhari.
Sementara itu, Tim Falakiyah Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang Kanwil Kemenag Aceh menyatakan gerhana bulan total bakal melintasi langit Aceh pada minggu malam 7 sampai 8 September 2025.
"Fenomena ini tidak hanya terlihat di Aceh, tetapi juga dapat disaksikan di seluruh Indonesia serta beberapa wilayah di Eropa, Afrika, Asia, dan Australia," kata Ketua Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh, Dr Alfirdaus Putra.
Baca Juga: NASA Pastikan Asteroid Raksasa Tidak Ancam Bumi, Tapi Potensi Tabrakan dengan Bulan
Alfirdaus menjelaskan, gerhana bulan total yang melintasi langit Aceh kali ini menjadi yang terlama sejak 2022.
Pada saat terjadi gerhana, bulan akan berwarna kemerahan, sehingga di kalangan astronom lebih populer dengan nama blood moon.
Ia menyampaikan, gerhana bulan total merupakan peristiwa alam yang terjadi saat bulan melewati bayangan inti (umbra) bumi secara penuh atau bumi dalam posisi di tengah antara posisi matahari dan bulan.
"Selama fenomena ini berlangsung, bulan tampak meredup bahkan berubah warna menjadi merah tembaga, sehingga disebut blood moon,” ujarnya.
Dirinya menuturkan, gerhana tersebut diperkirakan terjadi pada 7 September 2025 sekitar pukul 22.28 WIB, diawali dengan gerhana bulan penumbra. Kemudian, terjadi gerhana bulan sebagian pada pukul 23.27 WIB.
Lalu, ketika gerhana bulan mulai terjadi, bulan purnama yang sebelumnya berwarna putih terang akan sedikit berwarna kemerahan di bagian atas kiri bulan, dimulai sekitar pukul 23.27 WIB.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 4 HP dengan Baterai 8000 mAh Plus Tahan Hingga 2 Hari, RAM 8 GB Cocok Buat Ojol
- 11 Pilihan HP Murah Bujet Rp1-2 Juta, Spek dan Performa Terbaik untuk Multitasking
- 6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Final Piala Dunia 2026: Spanyol Taktis vs Argentina Adaptif, Siapa Unggul?
-
Suami Istri Kompak Jadi Spesialis Curanmor dan Bobol Rumah di Palembang, Polisi Ungkap Modusnya
-
Argentina Road to Final Piala Dunia 2026: Dua Kali Lolos dari Lubang Jarum
-
Spanyol Road to Final Piala Dunia 2026: Ditahan Tim Debutan Kini Tantang Juara Bertahan
-
LRT Sumsel Kampanyekan Transportasi Publik, Penumpang Stasiun Cinde Tembus 110 Ribu
-
Tagih Utang Berujung Maut, Pria di Palembang Tewas dengan Luka Bacok di Punggung
-
Echa Waode Tuntut Natalius Pigai Jamin Hak LGBT: Negara Jangan Diam Lihat Rakyat Dipersekusi!
-
Sikat 1,5 Ton Bahan Narkoba, Pemasok Laboratorium 'Pil Jin' Semarang Diringkus di Cakung!
-
IKA Perikanan Unhas: Nelayan Harus Dilibatkan Sistematis dalam Penyelamatan Laut
-
Digembleng dengan Intensitas Tinggi di Bali, Timnas Indonesia Siap Beri Kejutan di Piala AFF 2026