- Salesforce PHK 4.000 karyawan karena efisiensi AI
- Teknologi Agentforce kurangi kebutuhan tenaga kerja manusia
- PHK massal jadi tren perusahaan yang ingin tampil efisien di mata investor
Suara.com - Perusahaan Salesforce telah memangkas 4.000 karyawannya.
Hal ini dikarenakan kecanggihan dari kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) yang bisa menggantikan pekerjaan manusia.
Adapun, Salesforce adalah perusahaan teknologi asal Amerika yang menyediakan platform manajemen hubungan pelanggan (CRM) berbasis cloud yang canggih.
CEO Marc Benioff mengatakan, kecerdasan buatan telah membantu mengurangi jumlah karyawan perusahaan.
“Saya telah menguranginya dari 9.000 menjadi sekitar 5.000, karena saya membutuhkan lebih sedikit,” kata Benioff saat membahas dampak AI pada operasi Salesforce dilansir CNBC International, Rabu (3/9/2025).
Apalagi, Salesforce telah berada di garis depan revolusi AI dan telah membangun apa yang disebutnya "Agentforce" dari bot layanan pelanggan.
Karena manfaat dan efisiensi Agentforce, kami telah melihat jumlah kasus dukungan yang kami tangani menurun dan kami tidak perlu lagi secara aktif mengisi kembali peran teknisi dukungan,” katanya.
PHK tersebut terjadi setelah Benioff pada musim panas mengumumkan bahwa AI melakukan hingga 50 persen pekerjaan di Salesforce, yang berbasis di San Francisco.
Terlebih, Laurie Ruettimann, konsultan sumber daya manusia, mengatakan AI memengaruhi pekerjaan di beberapa industri.
Baca Juga: ASUS Vivobook S14 (S3407QA), Rekomendasi Laptop AI dengan Baterai Seharian
"Ada PHK di seluruh Amerika yang secara langsung dikaitkan dengan AI, siapa pun yang ingin tetap bekerja atau mencari pekerjaan perlu mempelajari keterampilan baru," katanya.
Sementara itu, Analis Ed Zitron mengatakan, AI disalahkan oleh perusahaan teknologi yang mempekerjakan terlalu banyak orang selama pandemi.
Perusahaan-perusahaan itu sekarang ingin memikat investor dengan mengklaim lebih efisien.
"Itu hanya pola pikir pertumbuhan dengan segala cara. Satu-satunya hal yang penting adalah pertumbuhan, bahkan jika itu menghancurkan kehidupan orang-orang. Bahkan jika hal itu membuat perusahaan menjadi lebih buruk dan menyediakan produk yang kualitasnya buruk," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
-
Tsunami Terjadi di Halmahera Barat dan Bitung, Begini Ketinggiannya
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
Terkini
-
6 HP Murah Tecno dengan Kamera Terbaik, Gambar Tajam Jadi Andalan
-
Update Harga iPhone April 2026: Diskon Besar hingga 30%, Ini Daftar Lengkapnya
-
6 Pilihan HP RAM 6 GB di Bawah Rp1,5 Juta pada April 2026, Multitasking Lancar Jaya
-
Video Detik-detik Tsunami Usai Gempa Sulut M 7.6, Muncul Peringatan di 10 Wilayah
-
3 Fitur Tersembunyi Samsung Galaxy S26 yang Diam-Diam Jadi Game Changer
-
Gempa Sulawesi Utara M 7.6 Picu Kehebohan, Warga Keluhkan Peringatan Tsunami Telat
-
59 Kode Redeem FF Terbaru 2 April 2026, Kesempatan Klaim AK47 dan Incubator Voucher
-
38 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 2 April 2026, Bonus FC Points dan Gems Menanti
-
Daftar Pemeran The Last of Us Season 3 Terungkap, Ada Pemain Anyar
-
Gempa Sulut M 7,6 Picu Peringatan Tsunami: Ada Gempa Susulan, Netizen Riuh di X