- Mengenal apa itu peluru karet yang dijadikan amunisi untuk mengamankan demontrasi.
- Peluru karet tetap dapat menyebabkan cedera fatal.
- Risiko yang terjadi jika terkena peluru karet.
Suara.com - Simak penjelasan tentang apa itu peluru karet dan apa fungsi sebenarnya di bawah ini sebagai pengetahuan.
Demonstrasi yang muncul di Indonesia belakangan ini, membuat rakyat mulai mencari tahu tentang apa itu peluru karet.
Sebagaimana diketahui, Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya buka suara soal ramainya isu penggunaan peluru karet dalam mengamankan unjuk rasa di Jakarta dalam sepekan terakhir.
Saat ditemui wartawan di kawasan Monas, Jakarta, Minggu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Ade Ary Syam Indradi tak merespons secara detail pertanyaan wartawan terkait hal tersebut.
Dia hanya menegaskan bahwa pihaknya selalu mengambil tindakan sesuai standar operasi prosedur (SOP).
Memang, di banyak negara, termasuk Indonesia, peluru karet dimaksudkan sebagai teknik pengendali massa.
Meskipun peluru karet dimaksudkan sebagai teknik pengendalian massa yang relatif tidak berbahaya, namun sebenarnya peluru karet bisa sangat berbahaya.
Bahkan menurut Dr. Jose Torradas, juru bicara American College of Emergency Physicians, peluru karet dapat menyebabkan berbagai hal mulai dari patah tulang hingga kematian.
Apa Itu Peluru Karet?
Baca Juga: Perintah Tembak Peluru Karet Kapolri Viral, Polda Metro Jaya Pilih Bungkam dan Tegaskan Patuh SOP
Meski disebut sebagai peluru karet, namun peluru ini tidak sepenuhnya terbuat dari karet. Peluru karet biasanya memiliki inti logam berlapis karet, atau merupakan campuran homogen dengan karet sebagai komponen minoritas.
Meskipun dianggap sebagai alternatif yang kurang mematikan dibandingkan proyektil logam, tapi peluru karet tetap dapat menyebabkan cedera fatal serta cedera serius lainnya seperti kebutaan atau cacat permanen lainnya.
Seperti proyektil serupa lainnya yang terbuat dari plastik, lilin, dan kayu, peluru karet dapat digunakan untuk latihan jarak pendek dan pengendalian hewan.
Sejarah Peluru Karet
Dikutip dari Wikipedia, peluru karet ditemukan oleh Kementerian Pertahanan Inggris untuk tujuan pengendalian kerusuhan di Irlandia Utara selama Troubles dan pertama kali digunakan di sana pada tahun 1970.
Waktu ini bersamaan dengan masa di AS ketika terjadi banyak kerusuhan sipil.
Saat itu di beberapa negara, petugas polisi, departemen kepolisian, dan fasilitas penelitian militer serta penelitian senjata mulai mencari opsi senjata yang kurang mematikan.
Beberapa perkembangan awal yang sangat menarik adalah hal-hal seperti pistol yang dapat menembakkan bola berisi air.
Kemudian, ada satu sistem yang sangat baru dan menarik yang pada dasarnya menembakkan bola golf, berdasarkan pengetahuan bahwa ribuan orang telah terkena bola golf dan kurang lebih baik-baik saja.
Dari sanalah mulai muncul ide untuk membuat peluru karet yang semula diklaim lebih aman.
Dan lagi-lagi, tujuannya adalah memiliki senjata yang dapat melukai orang, mendapatkan kepatuhan mereka, tetapi tanpa melukai mereka secara serius.
Apakah Sakit Jika Ditembak dengan Peluru Karet?
Sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa peluru karet tidak sepenuhnya terbuat dari karet, melainkan terbuat dari bahan lain seperti baja dan dilapisi karet.
Para penegak hukum menggunakannya untuk membubarkan massa, sekaligus, secara teori, meminimalkan bahaya.
Namun bukan berarti peluru karet ini tidak berbahaya sama sekali.
Peluru karet disebut tidak akan melukai kulit jika ditembakkan dari jarak yang cukup jauh. Namun jika ditembakkan dari jarak dekat dan ke organ vital, maka efeknya akan fatal.
Peluru karet juga dirancang untuk ditembakkan ke bagian tubuh bawah seseorang (seperti paha) di mana kecil kemungkinannya menimbulkan kerusakan.
Hal ini karena di bagian paha terdapat otot dan lemak pelindung.
Jika digunakan seperti ini, peluru karet tidak akan melukai kulit atau meninggalkan luka lebih dari sekadar memar, seperti jika terkena bola cat.
Kontributor : Damai Lestari
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
SHECURE Digital Resmi Diluncurkan, Perlindungan Perempuan dan Anak dari Kekerasan Online
-
7 Pilihan HP Sekelas Samsung Galaxy S26: Performa Flagship, Fitur Jempolan
-
19 Kode Redeem FC Mobile 28 Februari 2026, Waktunya Panen Raya Ribuan Permata
-
33 Kode Redeem FF 28 Februari 2026, Celana Angel Ungu dan Topi Jerami Siap Hadir
-
Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
-
Pokemon Evolusi Mega ex Hadir dalam Format Starter Deck Siap Main
-
OLX Luncurkan Kategori Barang Gratis untuk Mempermudah Berbagi Selama Ramadan
-
Harga dan Spesifikasi Huawei Band 11 Series Resmi di Indonesia, Layar AMOLED 1,62 Inci
-
4 HP OPPO RAM 8 GB Paling Murah Februari 2026 Mulai Rp2 Jutaan
-
Ampverse Resmi Ekspansi ke Indonesia, Andalkan AI dan Gaming Intelligence