Suara.com - Honor Watch Fit resmi meluncur ke Indonesia. Ini adalah jam tangan pintar (smartwatch) yang dikenalkan bersama tiga perangkat tablet barunya.
"Melalui lini wearable, HONOR merespons tren healthy lifestyle di Indonesia dengan meluncurkan HONOR Watch Fit," kata Justin Li selaku President of Honor South Pacific, dikutip dari siaran pers, Senin (8/9/2025).
Spesifikasi dan fitur Honor Watch Fit
Jam tangan ini membawa desain klasik nan stylish dengan bobot ringan hanya 30 gram serta quick-release strap. Justin menyebut kalau smartwatch ini memadukan tampilan minimalis dengan performa maksimal.
Honor Watch Fit hadir dengan layar AMOLED seluas 1,32 inci, kerapatan piksel 352 ppi, dan kecerahan hingga 1.500 nits. Perusahaan mengklaim kalau Honor Watch Fit memiliki baterai yang mampu bertahan hingga 23 hari.
Jam tangan pintar ini memiliki lebih dari 100 mode olahraga, termasuk memberikan rekomendasi latihan yang dipersonalisasi sesuai energi tubuh, kebiasaan, hingga kondisi cuaca.
Selama aktivitas, pengguna akan mendapatkan notifikasi real-time seperti pengingat hidrasi atau pernapasan. Setelah latihan, smartwatch ini mencatat metrik detail dan memberi saran pemulihan.
Honor Watch Fit juga menampilkan laporan kesehatan menyeluruh setiap pagi mencakup kualitas tidur, cuaca, hingga indikator penting seperti Heart Rate Variability (HRV), resting heart rate, dan energy score.
Perangkat ini dilengkapi pemantauan SpO2 atau kadar oksigen darah selama 24 jam untuk memastikan kesehatan pernapasan tetap terpantau.
Baca Juga: Honor Pad X9a Resmi ke Indonesia, Tablet Murah Harga Rp 4 Jutaan
Tidak hanya itu, tersedia Body Energy Level yang jarang dijumpai pada smartwatch di kelasnya. Fitur ini memberikan indikasi tingkat energi pengguna dan saran aktivitas fisik yang sesuai agar setiap kegiatan olahraga dapat dilakukan dengan baik tanpa memaksakan diri.
Dilengkapi pemantauan 24 jam untuk stress level dan informasi kualitas tidur, HONOR Watch Fit mendukung kesehatan fisik dan mental secara konsisten.
Harga Honor Watch Fit di Indonesia dibanderol sebesar Rp 1.299.000. Jam tangan ini sudah tersedia lewat pre order yang dimulai sejak 5 September 2025.
Berita Terkait
-
Honor Pad X9a Resmi ke Indonesia, Tablet Murah Harga Rp 4 Jutaan
-
Berapa Honor Pemain Lapor Pak? Andhika Pratama Ungkap Banyak Artis Ogah Jadi Bintang Tamu
-
Spesifikasi Honor Pad X7: Tablet Rp 1 Jutaan dengan Snapdragon dan Layar 90 Hz
-
3 Tablet Baru Honor Resmi Rilis di Indonesia, Harga Terjangkau Mulai 1,5 Jutaan
-
Honor Magic 8 Pro Pakai Telefoto 200 MP, Diklaim Mampu Rekam Senja Berkualitas
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Wujud Kasih Sayang yang Berbeda dari Dua Ayah di Agent Kim Reactivated
-
Jadwal Puasa Sunah Agustus 2026, Lengkap dengan Tanggal dan Bacaan Niatnya
-
Jateng Jadi Basis Pelanggan Terbesar Indosat, Trafik Data Naik 10,4 Persen
-
DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total