Laptop Windows menawarkan rentang harga yang sangat luas. Mulai dari laptop entry-level seharga 4-5 jutaan hingga laptop gaming atau workstation profesional yang harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah.
Chromebook sendiri umumnya mendominasi segmen harga terjangkau. Karena Chrome OS sangat ringan dan tidak butuh spesifikasi hardware tinggi, produsen bisa menekan biaya produksi. Chromebook adalah pilihan populer di rentang harga 2-6 jutaan.
4. Performa dan Spesifikasi
Agar berjalan lancar, terutama untuk multitasking dan software berat, Windows membutuhkan spesifikasi yang lebih tinggi, prosesor yang lebih kencang, RAM yang lebih besar (standar kini 8GB ke atas), dan kartu grafis yang mumpuni.
Sedangkan Chromebook bisa berjalan sangat cepat dan responsif bahkan dengan spesifikasi sederhana (misalnya RAM 4GB dan prosesor Celeron). Booting atau menyalakannya hanya butuh beberapa detik karena OS-nya yang ringan.
5. Penggunaan Offline
Laptop Windows dirancang untuk berfungsi penuh secara offline. Semua software yang sudah terinstal dan file yang tersimpan di hard drive bisa kamu akses dan gunakan kapan saja tanpa perlu internet.
Sementara fungsionalitas terbaik Chromebook muncul saat terhubung ke internet. Namun, kemampuannya secara offline terus membaik.
Kamu bisa menulis di Google Docs, menonton film yang sudah diunduh di Netflix, atau menggunakan aplikasi Android tertentu tanpa koneksi.
Baca Juga: Sebut Nadiem Makarim 'Miskin' Pendidikan, Anhar Gonggong: Orang Kaya Akhirnya jadi Garong!
6. Keamanan digital
Ini adalah poin kunci dalam argumen pembelaan Nadiem. Keamanan dan kemudahan manajemen menjadi nilai jual utama Chromebook.
Dianggap sebagai salah satu OS paling aman berkat sistem "sandbox" dan pembaruan otomatis. Dari sisi manajemen, platform seperti Chrome Device Management (CDM) memudahkan admin IT untuk mengelola ratusan atau ribuan perangkat dari satu dasbor dengan biaya lisensi yang lebih rendah.
Sedangkan sebagai OS paling populer, Windows adalah target utama virus. Pengguna perlu menginstal antivirus dan proaktif dalam pembaruan keamanan.
Pengelolaannya dalam skala besar (seperti di perusahaan atau sekolah) memerlukan lisensi dan sistem yang lebih kompleks.
7. Ekosistem Aplikasi
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
5 Tablet Murah untuk Kerja dan Hiburan Harian, Anti Lemot Harga Rp1 Jutaan
-
5 HP Midrange Realme Terbaru 2026, Usung layar AMOLED hingga Baterai 8000 mAh
-
22 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 17 Mei 2026: Sikat Cepat Kylian Mbappe 120 OVR
-
30 Kode Redeem FF Terbaru 17 Mei 2026: Event Lucky Shop Tiba, Rebut Skin MP40 Cobra
-
Terpopuler: Rekomendasi HP Gaming 4 Jutaan, Xiaomi Smart Band 10 Pro Siap Meluncur
-
7 Cara Efektif Meningkatkan Kecepatan WiFi di Rumah, Tanpa Biaya Mahal
-
Nggak Perlu Flagship! Ini 5 HP Gaming Harga Rp4 Jutaan dengan Performa 'Monster'
-
Bocoran Tanggal Pre-Order GTA 6 Beredar, Saham Take-Two Langsung Melesat
-
5 Kelebihan dan Kekurangan Honor X7d: Memori 512 GB, HP Midrange Terbaru di Indonesia
-
HP Flagship Sony Xperia 1 VIII Viral Pamer Kamera AI, Malah Jadi Bahan Meme